Riauterkini - PEKANBARU - Anggota DPRD Kepulauan Meranti dari Partai Nasional Demokrat Kepulauan Meranti Lianita Muharni beri klarifikasi terkait kematian pria berinisial MA (26), yang ditemukan tidak sadarkan diri di kamar 229 Hotel Evo, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru pada Kamis (20/8/2026) dini hari.
MA belakangan diketahui bernama M Akmalul Hadi ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah seorang rekannya menghubungi saksi dan meminta agar kondisi korban segera diperiksa.Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian setelah peristiwa tersebut dikaitkan dengan Lianita Muharni. Pasalnya wanita yang lebih akrab disapa Lia itu disebut berada di lokasi sebelum Akmalul dibawa ke rumah sakit.
Klarifikasi yang disampaikan di Kantor DPW Nasdem Riau Jalan Diponegoro, Jumat (18/9/26) turut dihadiri sejumlah petinggi partai besutam Surya Paloh tersebut. Yakni
Sekretaris Nasdem Riau Yopi Ariyanto, Ketua Bappilu DPW Nasdem Riau Dedi Hariyanto Lubis.
Lanjutnya, mengenai keberadaannya dalam rangkaian peristiwa tersebut, pertemuannya dengan Akmalul berkaitan dengan rencana kegiatan Telaga Air Merah. Lia membantah mengetahui adanya persoalan lain sebelum Akmalul mengalami sakit.
"Sebenarnya tidak ada indikasi apa pun terhadap saya. Saya hanya sebagai saksi di situ," kata Lia.
Menurut Lia, dirinya memang berkomunikasi dan bertemu dengan Akmalul pada malam kejadian untuk membicarakan rencana penyelenggaraan event Telaga Air Merah yang direncanakan berlangsung akhir tahun.
"Saya waktu malam kejadian memang kami ada komunikasi dan saling jumpa. Karena kami ada acara, ingin membuat event Telaga Air Merah tahun ini, akhir tahun rencana saya," ujarnya.
Setelah pembahasan selesai, Lia mengaku kemudian duduk dan bersantai. Tidak lama kemudian, ia mendapat informasi bahwa Akmalul sedang sakit.
"Setelah itu, setelah pembahasan, kami duduk-duduk nyantai-nyantai saja. Tidak tahu kenapa saya dikabari dia lagi sakit. Kami bawa ke rumah sakit," katanya.
Lia juga menegaskan bahwa Akmalul tidak meninggal di hotel. "Dia meninggal di rumah sakit, bukan di kamar hotel," tegasnya.
Ketua DPD Nasdem Kepulauan Meranti, Rony Samudra turut hadir memaparkan kronologi versi pihaknya terkait pertemuan Akmalul dengan Lia. Menurutnya, sebelum Akmalul mengalami sakit, terdapat pembicaraan mengenai rencana kegiatan di Telaga Air Merah, Kepulauan Meranti.
Rony menjelaskan, Lia berada di Pekanbaru karena pada keesokan harinya dijadwalkan menjalankan kegiatan dinas luar ke Sumatera Barat. Karena itu, Lia menginap di Hotel Evo.
"Pada saat kejadian itu ada hubungan kegiatan sebenarnya yang dibicarakan di hotel tersebut. Kebetulan Ibu Dewan kita di hari Jumat itu sudah harus berangkat ke Sumbar, ada dinas luar, jadi menginap di situ," ujar Rony.
Menurut Rony, Akmalul dan Lia sempat berkomunikasi mengenai rencana kegiatan Telaga Air Merah yang berada di daerah pemilihan Lia di Kepulauan Meranti.
Namun, setelah pembicaraan tersebut selesai, Akmalul disebut mengalami sakit.
Lia yang berada di lokasi kemudian ikut membantu membawa Akmalul ke rumah sakit.
"Karena Ibu Lia di situ, kader kita di situ, orang Meranti di situ, dan kenal, tak mungkin diam saja. Maka dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit dinyatakan meninggal," kata Rony.
Sementara Ketua Bappilu DPW Nasdem Riau, Dedi Harianto Lubis, mengatakan Akmalul bukan sosok yang asing bagi kader NasDem di Kepulauan Meranti.
Menurutnya, Akmalul memiliki hubungan pertemanan dengan sejumlah kader dan beberapa kali terlibat dalam kegiatan yang digelar Partai Nasdem di Kepulauan Meranti.
"Yang meninggal ini sudah sering ikut kegiatan-kegiatan partai kita di Kepulauan Meranti. Secara tidak langsung menjadi bagian dari Partai Nasdem juga," papar Dedi.
Dedi juga menyebut Akmalul memiliki hubungan pertemanan dengan Ketua DPD NasDem Kepulauan Meranti, Rony Samudra.
"Karena ada hubungan historis, sering terlibat kegiatan partai, ya saling kenal," ujarnya.
Selain memberikan klarifikasi mengenai kronologi, kuasa hukum Sophia Dewi Marisa turut menyampaikan surat pernyataan yang dibuat orang tua Akmalul, Sutrisno dan Arlinda. Dalam surat tersebut, keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian Akmalul dan menerima peristiwa meninggalnya sebagai musibah.
"Kami para pihak selaku ahli waris dari almarhum M. Akmalul Hadi menyatakan telah mengikhlaskan dan menerima peristiwa meninggalnya anak kami sebagai musibah," demikian salah satu poin dalam surat tersebut.
Keluarga juga disebut tidak akan melakukan upaya hukum terhadap pihak mana pun terkait meninggalnya Akmalul.
Pihak keluarga, menurut keterangan yang disampaikan Nasdem, juga meminta kepolisian tidak melanjutkan proses hukum terkait kematian Akmalul.
Nasdem menyebut keluarga telah menjalani proses pemeriksaan terhadap jenazah dan memilih tidak melanjutkan ke tahap autopsi.
Nasdem Bantah Isu Perselingkuhan
Sementara itu, Rony mengaku tidak mengetahui apakah Akmalul memiliki riwayat penyakit tertentu.
"Kalau setahu saya, saya tidak tahu. Karena kita berhubungan biasa-biasa saja. Kita tidak tahu juga masing-masing seperti apa," ujarnya.
Dedi Harianto Lubis turut menanggapi berbagai isu yang beredar di media sosial mengenai kematian Akmalul dan keberadaan Lia di hotel.
Ia mengatakan pihak partai telah melakukan penelusuran terhadap informasi yang beredar. Menurut Dedi, terdapat tuduhan yang dinilai tidak sesuai dengan informasi yang diketahui pihaknya.
"Kalau tuduhan-tuduhan yang disampaikan ke media melalui pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, kami anggap itu hanya hal-hal yang bersifat tendensius," kata Dedi.
Dedi secara khusus membantah isu yang menyebut adanya hubungan perselingkuhan antara Lia dan Akmalul.
"Tidak benar ada perselingkuhan, ada apa lah, itu tidak benar," ujarnya.
Ia juga menyebut Lia didampingi suaminya ketika mendatangi rumah keluarga Akmalul di Kepulauan Meranti.
"Makanya kami dari partai ingin meluruskan situasinya seperti apa sebenarnya," pungkasnya. ***(mok)