Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
Indonesia Hadirkan Inovasi Pertanian Cerdas dan Ragam Pangan Nusantara pada Konferensi Global FAO di Roma



Riauterkini-ROMA – Upaya Indonesia untuk membangun sistem agripangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan menjadi sorotan utama di markas besar Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) di Roma, Italia melalui pameran kuliner bertajuk: Flavours of the Archipelago: From Smart Farms to Diverse Foods [Cita Rasa Kepulauan: Dari Pertanian Cerdas menuju Keragaman Pangan]. Kegiatan ini diselenggarakan bersama oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma dan Kantor Perwakilan FAO di Indonesia sebagai bagian dari Konferensi Global FAO tentang Pertanian Cerdas [Smart Farming].

Bertempat di Foods Lab, FAO Museum pada 1 Juli 2026, pameran ini mengajak peserta dari berbagai belahan dunia untuk menjelajahi cita rasa khas kepulauan Indonesia.

“Keanekaragaman Indonesia yang luar biasa tercermin dalam kekayaan budaya dan tradisinya, termasuk dalam tradisi kuliner dan pertanian kita,” ujar Junimart Girsang, Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia dan Perwakilan Tetap untuk Badan-badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang bermarkas di Roma. Duta Besar Girsang sangat gembira dapat berbagi pengalaman tradisi kuliner Indonesia di dapur FAO.

Duta Besar Girsang lebih lanjut menekankan bahwa sistem pangan dan pertanian yang kuat adalah fondasi untuk membangun masyarakat yang tangguh. Indonesia percaya bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan. Inovasi dapat memanfaatkan pengetahuan lokal, warisan, dan tradisi untuk membangun sistem pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan yang lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan penduduk sekitar 290 juta orang, Indonesia menghadapi kebutuhan yang semakin meningkat untuk memajukan sistem agripangannya, yakni mendorong petani untuk mengadopsi solusi pertanian cerdas.

Sementara itu, Yurdi Yasmi, Direktur Divisi Produksi dan Perlindungan Tanaman FAO sekaligus penyelenggara Konferensi Global tentang Pertanian Cerdas menyebutkan berbagai tantangan agripangan global yang kini kian mendesak - yakni perubahan iklim, degradasi tanah dan air, kenaikan harga alat dan bahan seperti pupuk, serta berbagai kendala yang dihadapi tenaga kerja. Banyak negara di dunia, seperti Indonesia, kini menghadapi tantangan yang sama.

“Pertanian cerdas menjadi solusi di tengah berbagai tantangan yang tengah dihadapi sektor pangan dan pertanian. Dengan memanfaatkan data terkini, berbagai teknologi, intervensi yang mengedepankan presisi, serta otomatisasi, kita dapat mengambil keputusan yang lebih tepat untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” kata Direktur Yasmi.

Ia menambahkan lebih lanjut bahwa “sama halnya dengan makanan yang membutuhkan keseimbangan antara bumbu dan bahan, pertanian cerdas juga membutuhkan perpaduan yang seimbang antara sains, inovasi, dan pengetahuan masyarakat lokal. Tentunya dengan memperhatikan kondisi pertanian, lingkungan, ekonomi dan sosial masyarakat setempat.”

Sajian Sagu dari Papua dan Pisang Mas Kirana dari Jawa Timur
Dalam kegiatan ini, ditampilkan juga berbagai kisah sukses produksi pangan dari berbagai daerah yang dibina melalui program-program kerja sama Pemerintah Indonesia dan FAO, seperti produsen sagu di Provinsi Papua, desa perikanan cerdas di Provinsi Jawa Barat, para petani keren yang membudidayakan cabai di Pulau Sumatera, dan petani pisang yang mendapat manfaat dari pertanian presisi di Provinsi Jawa Timur.

Untuk memberikan pengalaman kuliner yang autentik, sagu yang digunakan selama acara tersebut dibawa langsung dari petani lokal di Indonesia, sebagai salah satu sumber daya pangan yang tahan perubahan iklim.

Hidangan pertama, Papeda dengan Sup Ikan Tuna Kuning, menampilkan sagu, makanan pokok yang tahan perubahan iklim dari Indonesia Timur. Disajikan dengan kaldu tuna yang harum yang diresapi kunyit dan rempah-rempah lokal, hidangan ini mencerminkan tradisi makanan yang kaya di wilayah tersebut dan sumber daya perairan yang berkelanjutan.

Hidangan utama lainnya adalah Mie Sagu Goreng Pedas, yang menunjukkan ragam olahan sagu sebagai sumber makanan lokal yang bergizi dan berkelanjutan.

Untuk hidangan penutup, para tamu menikmati Eurimoo, hidangan manis tradisional yang terbuat dari sagu dan pisang matang. Hidangan penutup ini merayakan keanekaragaman hayati Indonesia yang kaya, termasuk Pisang Mas Kirana dari Jawa Timur.

Setelah melihat proses memasak, para peserta diundang untuk mencicipi berbagai hidangan berbahan dasar sagu yang telah disiapkan. Para peserta yang mencicipi berbagai hidangan mengaku sangat terkesan dan terinspirasi.

Seorang peserta dari Rwanda mengatakan, "Harus saya akui meskipun saya tidak suka mie pada umumnya, tetapi saya terkejut bahwa saya bisa menyukai mie yang terbuat dari sagu ini. Rasanya segar, dan bisa disajikan sebagai salad, rasanya tidak terlalu berat."

Peserta lain dari Jepang mengatakan, "Enak sekali. Saya suka keseimbangan antara rasa manis dan pedasnya," memuji cita rasa yang seimbang dari berbagai hidangan yang disajikan. Sambutan hangat dan antusias dari para peserta menunjukkan daya tarik luas masakan berbahan dasar sagu sebagai bagian dari kekayaan kuliner nusantara.

Kemitraan FAO dan Indonesia dalam pertanian cerdas
"Beragam hidangan khas Indonesia yang disuguhkan pada acara ini adalah wujud kemitraan jangka panjang antara Pemerintah Indonesia, masyarakat setempat, dan FAO. Kami menggabungkan tradisi, inovasi, dan tindakan nyata untuk mewujudkan produksi yang lebih baik, nutrisi yang lebih baik, lingkungan yang lebih baik, dan penghidupan yang lebih baik untuk semua, tanpa meninggalkan siapa pun," kata Rajendra Aryal, Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste.

Di Desa Yoboi, Provinsi Papua, FAO dan Kementerian Pertanian mendukung komunitas lokal untuk memodernisasi pengolahan sagu, hingga dapat memangkas waktu produksi yang sebelumnya memakan waktu beberapa hari menjadi hanya sekitar lima jam. Komunitas lokal di Desa Yoboi kini dapat meningkatkan nilai produk sagu dan mengakses pasar yang lebih luas.

Sementara itu, di Bogor, Jawa Barat, FAO dan Kementerian Kelautan dan Perikanan membantu mentransformasi komunitas perikanan tradisional menjadi pusat produktivitas perikanan yang lebih modern, selaras dengan visi Ekonomi Biru Indonesia.

Acara ini juga menyoroti program, “Petani Keren”, yang mendorong anak muda Indonesia untuk berkecimpung di bidang pertanian. Di Lampung, Sumatera, petani muda didorong menggunakan teknologi rumah kaca dan pendekatan kewirausahaan yang optimal untuk menghasilkan cabai dan beragam produk pangan lainnya.

FAO dan Pemerintah juga mendukung petani pisang mas kirana di Lumajang, Jawa Timur melalui inisiatif One Country One Priority Product (OCOP) dengan memperkenalkan teknologi pertanian presisi dan sistem pemantauan tanah berbasis IoT [internet of things] yang membantu petani meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan melalui rekomendasi pemupukan yang tepat.***(rls/yan)

teks foto: Junimart Girsang, Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia membuka pameran kuliner bertajuk: Flavours of the Archipelago: From Smart Farms to Diverse Foods, yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma dan Kantor Perwakilan FAO di Indonesia sebagai bagian dari Konferensi Global FAO tentang Pertanian Cerdas pada Rabu (1/7). ©️FAO

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Kamis, 09 Juli 2026

100 Bikers Ramaikan Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru

Gelaran Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru berlangsung meriah. Diikuti 100 pemotor alias bikers.

Galeri
Selasa, 23 Juni 2026

DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Hari Jadi ke-242, KolaborAksi Jadi Kunci Wujudkan Kota Maju dan Berkelanjutan

DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Hari Jadi ke-242, KolaborAksi Jadi Kunci Wujudkan Kota Maju dan Berkelanjutan.

Advertorial
Selasa, 23 Juni 2026

HUT ke-242 Pekanbaru, Dari Green City Hingga Rekor Dunia Talam Ketan Durian

HUT Ke-242 Pekanbaru, Dari Green City Hingga Rekor Dunia Talam Ketan Durian

Advertorial
Senin, 22 Juni 2026

Ketua DPRD Inhil Hadiri Road To Bhayangkara Run dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Ketua DPRD Inhil Hadiri Road To Bhayangkara Run dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80.

Galeri
Rabu, 13 Mei 2026

Galeri, Murid TK ABA Belajar Dunia Broadcasting di Diskominfops Inhil

Galeri, Murid TK ABA Belajar Dunia Broadcasting di Diskominfops Inhil

Advertorial
Senin, 15 Juni 2026

Disambut Wabup Hendrizal, 214 Jemaah Haji Inhu Tiba dengan Selamat

Disambut Wabup Hendrizal, 214 Jemaah Haji Inhu Tiba dengan Selamat

Berita Lainnya

Kamis, 16 Juli 2026

BRK Syariah Perkuat Kapasitas UMKM Lewat Workshop Akselerasi Pembiayaan Bersama BI dan OJK


Kamis, 16 Juli 2026

Bupati Pelalawan Dorong Percepatan Perbaikan Jalan Lintas Bono, Ajak Perusahaan Ikut Berkontribusi


Kamis, 16 Juli 2026

Plt Bupati Kuansing Pimpin Rapat Pembentukan Panitia HUT ke-81 RI


Kamis, 16 Juli 2026

Kejari Rohul Terima Pengembalian Kerugian Negara Rp 424 Juta dalam Kasus Pupuk Subsidi


Kamis, 16 Juli 2026

AMPHR Dugaan Pungli di MAN 1 Pekanbaru ke Kakanwil Kemenag Riau


Kamis, 16 Juli 2026

Pemkab Kuansing Mantapkan Kesiapan Hadapi Penilaian EPSS


Kamis, 16 Juli 2026

HUT Ke-3 PAMAGAR Rohil Dihadiri Wakil Bupati Jhony Charles, Peresmian Masjid Al-Fauzi


Kamis, 16 Juli 2026

Hilang 3 Hari, Korban Terjatuh dari jembatan Gantung Berangjn Ditemukan Teeas


Kamis, 16 Juli 2026

Polsek Tanah Putih Intensifkan Patroli Objek Vital PT PHR, Jalur Pipa Minyak Dipastikan Aman dan Kondusif


Kamis, 16 Juli 2026

BPBD Inhil Salurkan Bantuan untuk Korban Abrasi di Sungai Nyiur Inhil


Kamis, 16 Juli 2026

Merasa Disekap Mantan Majikannya, Kasir Koperasi Ini Melapor ke Polisi


Kamis, 16 Juli 2026

Warga Rimbo Panjang Resah, Aroma Busuk Kandang Ayam dan Bebek Dekat Permukiman


Kamis, 16 Juli 2026

Waspadai El Nino, PT Arara Abadi - APP Group Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla di Seluruh Distrik Operasional


Kamis, 16 Juli 2026

Hasil Otopsi Awal Ditemukan Memar di Jenazah Dokter RSUD Siak


Kamis, 16 Juli 2026

Kekerasan Terhadap Anak, Tiga Bocah di Inhu Diduga Digagahi Ayah Tiri


Rabu, 15 Juli 2026

Diduga Edarkan Narkoba, Pria di Ukui Pelalawan Ditangkap Polisi


Rabu, 15 Juli 2026

PGN Tunjukkan Kesiapan Infrastruktur Sumatera, Perkuat Prospek Bisnis dan Konektivitas Gas


Rabu, 15 Juli 2026

Tak Perlu Jual Emas, BRK Syariah Hadirkan Layanan Gadai Emas di Seluruh Kantor Pekanbaru


Rabu, 15 Juli 2026

Dihantam Ombak, Speedboad Menuju Guntung Karam di Tepian Laut Pulau Busung


Rabu, 15 Juli 2026

Dampingi Pemanen Semangka di Lahan Tumpang Sari, Polsek Ukui Dukung Ketahanan Pangan