
Riauterkini-SIAK – Jerit histeris memecah keheningan siang di Dusun Kandis, Kampung Kandis, Rabu (1/7/2026). Seorang mahasiswi belia berinisial S.S.R (19) ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamarnya sendiri.
Ia diduga kuat menjadi korban pembunuhan keji setelah menolak kepuasan nafsu bejat seorang pria berinisial A (37).
Nahasnya, pelaku bukan orang asing. A merupakan pria yang selama ini menumpang hidup dan tinggal bersama keluarga ayah korban.
Petaka itu bermula sekitar pukul 13.00 WIB. Kakak korban, R.S (27), yang sedang berada di sekitar rumah mendadak mendengar keributan dan teriakan minta tolong yang menyayat hati dari dalam kediaman mereka.
Firasat buruk, kemudian R.S bergegas mendobrak masuk. Namun lambat, ia justru menyaksikan sang adik sudah tergeletak kaku tak bernyawa di atas tempat tidur.
Di saat yang sama, R.S melihat pelaku A lari tunggang-langgang keluar dari rumah. Meski bantuan medis segera dipanggil ke lokasi, takdir berkata lain. Nyawa mahasiswi malang tersebut sudah tidak dapat diselamatkan.
Pelarian A ternyata tak berumur panjang. Amarah warga yang mendengar kabar pembunuhan keji tersebut langsung menyulut perburuan besar-besaran.
Hanya berselang 30 menit, sekitar pukul 13.30 WIB, pelarian pelaku terhenti setelah warga berhasil mengepungnya di kawasan KM 83 Kandis.
Emosi massa yang sudah berada di ubun-ubun tak lagi terbendung. Jinak di rumah tumpangan, A menjadi bulan-bulanan warga yang geram atas aksi kejinya.
Pria 37 tahun itu babak belur dihajar massa hingga mengalami luka parah dan tak sadarkan diri di lokasi.
Ketegangan baru mereda setelah aparat keamanan dari Babinsa, Koptu Ketut, bersama tokoh masyarakat setempat turun tangan menenangkan situasi.
Guna menghindari aksi main hakim sendiri yang lebih fatal, pelaku yang sudah terkulai lemas langsung dievakuasi ke Polsek Kandis pada pukul 14.00 WIB.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus merajut benang merah dan mendalami motif di balik aksi kejam ini. Namun, berdasarkan indikasi awal dan keterangan para saksi, diduga kuat pelaku sempat mencoba memerkosa korban.
Karena mendapat perlawanan sengit, pelaku gelap mata dan mencekik leher mahasiswi tersebut hingga kehabisan napas.
Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, melalui Kasi Humas Polres Siak, Aiptu Dedek Prayoga, S.H., membenarkan tragedi berdarah ini.
"Benar, peristiwa tersebut terjadi siang tadi. Saat ini personel Polsek Kandis sedang bergerak cepat mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Sementara untuk terduga pelaku, saat ini masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara akibat luka-luka yang dideritanya," jelas Aiptu Dedek.
Pihak penyidik mengaku belum bisa mengorek keterangan lebih dalam dari mulut pelaku lantaran kondisinya yang masih kritis dan belum stabil.***(Adji)