Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
Wisata Alam dan Sejarah di Kampar: Perpaduan Sempurna untuk Liburan



Riauterkini- KAMPAR - Bayangkan dirimu tengah menyusuri aliran sungai yang jernih, dikelilingi hutan hujan tropis yang rimbun. Suara gemericik air dan kicau burung menjadi iringan alami petualanganmu. Atau, mungkin kamu lebih tertarik menjelajahi reruntuhan candi kuno, membayangkan peradaban yang pernah megah di masa lalu. Semua itu bisa kamu temukan di Kabupaten Kampar, Riau.

Provinsi Riau memiliki ragam wisata alam yang menarik. Lokasinya tersebar di 12 kabupaten/kota, keberadaannya mampu menyuguhkan pemandangan memesona bagi wisatawan. Terlebih jika menjelajahi Kabupaten Kampar, hamparan lanskap bukit barisan membentang di sepanjang perjalanan, seolah menjadi ucapan selamat datang kepada pelancong.

Saat ini, pilihan destinasi wisata kian menjamur, mulai dari daerah sekitar Bangkinang hingga Kampar Kiri Hulu. Terutama di kawasan Danau PLTA Koto Panjang di Kecamatan XIII Koto Kampar.



Destinasi wisata kekinian yang saat ini menjadi sorotan masyarakat adalah Henferd Land. Tempat tersebut menawarkan keindahan alam serta bermacam wahana yang terletak di Desa Binamang. Tak heran banyak wisatawan berkunjung dengan daya tarik melihat danau yang luas dikelilingi pepohonan.

Jaraknya relatif dekat, apabila wisatawan memulai perjalanan dari Kota Pekanbaru. Pelancong dapat menggunakan akses ruas jalan tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar, hanya menempuh waktu sekitar 2 jam. Tarif tol sepanjang 56 km ini cukup memakan biaya 60 ribuan untuk sekali perjalanan.



Henferd Land awalnya merupakan kebunan kelapa sawit tetapi kini disulap menjadi objek wisata. Transformasinya menciptakan kawasan rekreasi yang memikat dengan pemandangan eksotis.

Danau luas dihiasi pulau-pulau kecil, membuat pemandangan semakin indah sehingga menjadi latar sempurna bagi para pengunjung yang gemar fotografi. Suasananya sangat alami, memberikan pengalaman relaksasi menenangkan bagi para wisatawan.

Henferd Land juga menawarkan berbagai pilihan wahana air, seperti perahu dayung, speedboat, hingga kapal motor. Wahana ini menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati telusur danau secara langsung, sambil menghirup udara segar dan melihat pemandangan sekeliling yang menawan.

Keberadaan perbukitan di sekitar danau semakin memperindah tempat itu, tak heran kadang banyak pengunjung menganggap objek wisata tersebut sama seperti resort ala Timur Tengah. Abdurauf Kahfi, seorang wisatawan asal Sumatera Utara, mengaku takjub akan keindahan kawasan ini.



"Untuk melepaskan penat dari sibuknya aktivitas di perkotaan, tempat ini cocok jadi pilihan kita. Apalagi pemandangannya memberikan panorama yang berbeda, luas perairan danau memberikan ketenangan sendiri bagi saya," ucap Kahfi, pada hari Sabtu (2/11/2024).

Dijelaskan, ia sangat senang lantaran kawasan wisata ini juga menyediakan area berkemah bagi pengunjung yang ingin menghabiskan malam di tengah alam. Menurutnya, pengalaman berkemah di Henferd Land memberikan sensasi petualangan yang unik.

"Bagi penggemar kemping, area ini menjadi tempat yang ideal untuk menikmati malam di alam terbuka. Karena kalau sudah malam kita dapat mendengar suara air dan kicauan burung yang semakin membuat suasana unik," jelasnya.



Untuk harga tiket masuk di kawasan Henferd Land, satu orang dikenakan biaya hanya Rp10 ribu saja. Kemudian, harga karcis mobil Rp5 ribu dan motor Rp2 ribu.

Sementara itu, jika pengunjung ingin melakukan kemping, cukup membayar Rp25 ribu diluar penyewaan tenda. Bagi wisatawan yang berkenan telusur danau bisa membayar sewa kapal motor Rp15 ribu dan speedboat Rp35 ribu.

Sementara itu, hanya berjarak sekitar 11 kilometer dari Henferd Land, pelancong dapat melihat Candi Muara Takus yang diyakini sebagai kompleks peninggalan masa Kerajaan Sriwijaya. Lokasinya terletak di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Keberadaan candi ini, menjadi bukti sejarah bahwa budaya dan peradaban agama Buddha pernah berkembang di wilayah tersebut, meskipun mayoritas penduduk Riau kini beragama Islam. Kompleks Candi Muara Takus terdiri dari beberapa bangunan utama, yaitu Candi Tua, Candi Bungsu, Mahligai, dan Palangka.

Secara spesifik Candi Mahligai ini menghadap ke selatan dengan 28 sisi yang berada di sekitar bangunan utamanya. Bagunan Candi Mahligai terbagi menjadi tiga bagian yaitu atap, badan dan kaki. Sedangkan, Candi Tua memiliki berbentuk lingkaran. Candi ini dibangun dengan berbahan dasar batu pasir dan batu bata cetakan.

Kemudian, Candi Bungsu terletak di sisi timur dari Candi Mahligai. Bangunan ini terbuat dari batu bata merah. Bentuknya mirip dengan Candi Tua, akan tetapi di bagian atasnya berbentuk persegi. Di bagian timur candi terdapat beberapa stupa yang berukuran kecil.

Terakhir, Candi Palangka yang keluruhan terbuat dari batu bata. Bagunan tersebut posisinya menghadap ke arah utara, berbabagi informasi kerap menyebut bahwa bagian ini dahulu diperkirakan pernah digunakan sebagai Altar atau tempat spritual umat Buddha.

Keberadaan Candi Muara Takus sebagai situs peninggalan sejarah memiliki nilai yang sangat penting bagi masyarakat Riau. Hal itu lantaran, candi ini juga menjadi simbol kebinekaan budaya yang pernah ada di Nusantara.

Kawasan tersebut, sangat cocok bagi wisatawan untuk belajar mengetahui tentang sejarah dan jejak peradaban agama buddha di Sumatera. Di sekitar destinasi, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan yang asri dari pepohon rimbun.

Harga tiket masuk ke Candi Muara Takus cukup terjangkau. Pelancong hanya membayar Rp 5000 hingga Rp15.000 per orang, sudah termasuk untuk biaya parkir. Informasi jam operasionalnya, buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB.

Wisatawan asal Kota Pekanbaru, Doni Chandra menyebut destinasi ini sangat cocok untuk rekreasi keluarga. Karena baginya, dapat mengenalkan kepada anak-anak tentang peninggalan sejarah di Riau.

"Kami menilai tempat ini menawarkan banyak daya tarik, terutama hal-hal yang terkait sejarah. Saya bisa mengenalkan anak saya bagaimana tentang peradaban zaman dulu. Selain itu, candi tersebut juga dapat menjadi spot-spot foto menarik yang bisa kita upload ke media sosial," katanya.

Selain itu, 6 Kilometer dari Candi Muara Takus terdapat surga tersembunyi untuk wisata air. Destinasi ini bernama Objek Wisata Sungai Kopu, berlokasi di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu.

Loka wisata ini dikenal dengan arusnya yang cukup menantang, Sungai Kopu menawarkan pengalaman seru bagi pencinta olahraga air dan mereka yang ingin menikmati keindahan alam Riau secara langsung. Indahnya tempat ini tak perlu di ragukan lagi, pada tahun 2021 Sungai Kopu berhasil meraih Juara II Anugerah Pesona Indonesia (API) Award.

Pemandangan di sepanjang sungai sangat memukau. Dikelilingi hutan tropis nan rimbun, perbukitan, tebing-tebing batu menjulang, dan terdapat air terjun putri kayangan. Sehingga menciptakan suasana petualangan yang memikat.

Apabila ingin menikmati telusur sungai, pelancong dapat mengakses situs resmi pengelola Kopurafting.com atau instagram wisata_kopu_rafting utuk melakukan pemesanan. Para pengunjung dapat memilih paket-paket ditawarkan oleh operator yang menyediakan layanan ini, sudah termasuk pemandu dan peralatan lengkap.

Berdasarkan laman resminya, paket wisata terbagi tiga yaitu Kopu Premium, Kopu Gold, dan Kopu Diamond. Harganya untuk satu tim terbilang murah, dibandrol mulai dari Rp 600 ribuan hingga Rp1,5 juta.

Dengan kekayaan alam dan peninggalan sejarah, pelancong dapat menikmati berbagai pilihan objek wisata menarik di Kampar. Selain memberi pengalaman petualangan seru, aktivitas tersebut juga mendukung ekonomi lokal. Hal itu lantaran, melibatkan masyarakat sekitar dalam pengelolaan wisata.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat mengaku optimistis, bahwa potensi alam dan budaya yang dimiliki, Kampar mampu menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Dijelaskan, kabupaten Kampar, Riau, tengah bersiap menjadi destinasi wisata yang menjanjikan. Mulai dari hutan hujan tropis, sungai yang jernih, hingga peninggalan sejarah seperti Candi Muara Takus.

"Kombinasi ini sangat menarik bagi para wisatawan yang mencari pengalaman unik," ujar Roni.



Untuk mewujudkan potensi tersebut, Pemerintah Provinsi Riau telah merancang sejumlah strategi. "Kami akan fokus pada pengembangan infrastruktur, promosi yang lebih gencar, serta melibatkan masyarakat setempat dalam pengelolaan pariwisata," jelas Roni.

Selain itu, pihaknya juga akan mendorong pengembangan produk-produk wisata baru, seperti wisata petualangan, wisata budaya, dan wisata kuliner. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Roni yakin, bahwa Kampar akan menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami ingin menjadikan Kampar sebagai tujuan wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar," tutupnya.***(Adv)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Kamis, 29 Oktober 2026

New Honda Genio Tampil Kalcer Makin Retro dengan Warna Baru

New Honda Genio Tampil Kalcer Makin Retro dengan Warna Baru.

Galeri
Sabtu, 31 Oktober 2026

Hari Santri Nasional, Bupati Inhu Tegaskan Beranilah Mengatakan Tidak Pada Narkoba

Hari Santri Nasional, Bupati Inhu Tegaskan Beranilah Mengatakan Tidak Pada Narkoba

Advertorial
Selasa, 06 Oktober 2026

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru.

Advertorial
Jumat, 18 September 2026

Dampingi Kapolda Riau dan Pangdam TT, Bupati Inhu Tinjau Lokasi Karhutla

Bupati Inhu menerima menerima kunjungan Kapolda dan Pandang Tuanku Tambusai. Mendampingi meninjau kebakaran lahan.

Galeri
Minggu, 25 Oktober 2026

Raih Summa Cumlaude, Rika Gunawan Puncaki Wisuda XXXI Umri Sebagai Lulusan Terbaik

Raih Summa Cumlaude, Rika Gunawan Puncaki Wisuda ke XXXI Umri Sebagai Lulusan Terbaik

Advertorial
Kamis, 10 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School.

Berita Lainnya

Sabtu, 31 Oktober 2026

Subuh Keliling, Polsek Tanah Putih Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas


Sabtu, 31 Oktober 2026

Plt Bupati Kuansing Bersama Ketua DPRD Hadiri Pelayuran Jalur Cahaya Baru


Sabtu, 31 Oktober 2026

Komisi Informasi Jangan Dimanfaatkan untuk Kepentingan Alat Peras Pengadu


Jumat, 30 Oktober 2026

Dua Pria Ditangkap Polsek Bagan Sinembah, 30 Paket diduga Sabu Seberat 7 Gram Disita


Jumat, 30 Oktober 2026

UNESCO Luncurkan Panduan Keluarga Berbahasa Indonesia untuk Dampingi Anak di Era Digital


Jumat, 30 Oktober 2026

Perkuat Keseimbangan Spiritual dan Profesionalisme, BRK Syariah Gelar Tarbiyah Ruhiyah


Jumat, 30 Oktober 2026

92 Pegawai BLUD Terima SK, RSUD Arifin Achmad Siap Perluas Layanan Kesehatan


Jumat, 30 Oktober 2026

Plt Bupati Kuansing: Pendidikan Harus Melahirkan Generasi Cerdas, Berkarakter dan Berakhlak


Jumat, 30 Oktober 2026

Dari Tanah Transmigrasi, Persaudaraan Ribuan Petani Sawit Terawat Lintas Generasi


Jumat, 30 Oktober 2026

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman


Jumat, 30 Oktober 2026

Polda Riau Hadirkan Inovasi Audit Pengamanan Berbasis Risiko, Perkuat Perlindungan Kawasan Strategis


Jumat, 30 Oktober 2026

Pangdam Tuanku Tambusai Serahkan Kendaraan Dinas Demi Kelancaran Mobilitas


Jumat, 30 Oktober 2026

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Tanah Putih Bersama Gereja Katolik Lakukan Perawatan Jagung Pipil


Jumat, 30 Oktober 2026

Anggota Komisi III DPR RI Dra. Siti Aisyah Kunker ke Inhil, Serahkan Mesin Ketinting dan Tanam Pohon


Kamis, 29 Oktober 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026


Kamis, 29 Oktober 2026

Ketua DPRD Kuansing Dorong Perusahaan Bangun Jalan, KTBM dan BKP Siap Bangun 3 Kilometer pada 2027


Kamis, 29 Oktober 2026

Maksimalkan Pasokan BBM Subsidi, PPN Sumbagut Laksanakan Penguatan Pasokan di Pulau Bengkalis


Kamis, 29 Oktober 2026

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Maknai Peringatan Sumpah Pemuda dengan Prestasi, inovasi dan Kepedulian


Kamis, 29 Oktober 2026

BRK Syariah Seimbangkan Target Bisnis dengan Penguatan Manajemen Risiko


Kamis, 29 Oktober 2026

Edarkan 8 Paket Sabu di Pondok Pinggir Jalan, Buruh di Langgam Dibekuk Satnarkoba Polres Pelalawan