Riauterkini - PEKANBARU - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau terus memperkuat perannya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui berbagai program unggulan yang menyasar sektor kesehatan, pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi.
Ketua Baznas Riau, Masriadi Hasan, Senin (8/6/26) mengatakan program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dari berbagai aspek kehidupan, mulai dari bantuan pengobatan, pendidikan, bantuan sosial darurat, hingga pengembangan usaha kecil dan UMKM.
Salah satu program yang terus berjalan adalah Riau Sehat, yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan. Program ini tidak hanya membantu warga yang berobat di berbagai fasilitas kesehatan di Riau, tetapi juga bagi mereka yang harus menjalani pengobatan di luar daerah, termasuk di Jakarta.
"Melalui program Riau Sehat, kita sudah membantu banyak masyarakat kurang mampu yang membutuhkan biaya pengobatan. Bantuan diberikan baik untuk warga yang berobat di Riau maupun yang harus dirujuk ke Jakarta. Seperti yang telah diberangkatkan Pemprov Riau kemarin ke Jakarta," kata Masriadi.
Selain bidang kesehatan, Baznas Riau juga menjalankan program Riau Cerdas yang fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui bantuan pendidikan.
Program ini menyasar pelajar, mahasiswa, hingga mereka yang membutuhkan dukungan untuk kegiatan penelitian. Pada tahun 2026, kuota penerima bantuan pendidikan mencapai lebih dari 1.600 orang.
Menurut Masriadi, penerima bantuan wajib merupakan masyarakat yang berdomisili di Riau. Sementara untuk lokasi pendidikan tidak dibatasi, sehingga penerima dapat menempuh pendidikan di dalam maupun luar negeri.
"Yang paling utama adalah berasal dari keluarga kurang mampu. Itu menjadi syarat mutlak. Selain itu, prestasi akademik maupun non-akademik juga menjadi salah satu pertimbangan dalam proses seleksi penerima bantuan," jelasnya.
Ia menambahkan, usulan penerima bantuan pendidikan dapat diajukan secara perorangan maupun melalui pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan.
Di bidang sosial kemanusiaan, Baznas Riau memiliki program Riau Peduli yang ditujukan bagi masyarakat yang menghadapi kondisi mendesak dan membutuhkan bantuan segera.
Program ini menyasar kelompok rentan seperti fakir miskin yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bantuan yang diberikan umumnya bersifat konsumtif untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
"Riau Peduli hadir untuk membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat atau kesulitan ekonomi yang mendesak. Misalnya mereka yang tidak memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," jelas Masriadi.
Sementara itu, untuk mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat, Baznas Riau menjalankan program Riau Makmur. Program ini memberikan bantuan permodalan kepada pelaku usaha kecil yang membutuhkan tambahan modal guna mempertahankan dan mengembangkan usahanya.
Masriadi menjelaskan, bantuan tersebut diharapkan mampu membantu usaha kecil berkembang dan naik kelas sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
"Kita ingin usaha-usaha kecil yang dimiliki masyarakat dapat berkembang. Dengan tambahan modal yang diberikan, kita berharap usaha mereka bisa bertahan, tumbuh, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan keluarga," ujarnya.
Tidak hanya memberikan bantuan modal, Baznas Riau juga menjalankan program Riau Produktif yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembinaan usaha rumahan dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Dukungan yang diberikan dapat berupa bantuan dana maupun sarana pendukung usaha. Namun besaran bantuan disesuaikan dengan hasil verifikasi lapangan yang dilakukan oleh tim Baznas.
"Nominal bantuan tidak semata-mata berdasarkan permintaan pemohon. Tim kami terlebih dahulu melakukan verifikasi lapangan untuk melihat kebutuhan riil dan potensi usaha yang dijalankan," jelas Masriadi.
Untuk mendapatkan bantuan pemberdayaan tersebut, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain termasuk dalam kategori masyarakat kurang mampu, memiliki usaha yang telah berjalan minimal satu tahun, bersedia mengikuti proses pembinaan, serta memiliki KTP Riau.
Masriadi menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan UMKM tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan modal, tetapi juga dipengaruhi oleh mentalitas dan komitmen pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya.
"Mengembangkan UMKM tidak hanya berbicara soal modal. Banyak usaha yang berhasil karena pelakunya memiliki semangat, mental yang kuat, dan kemauan untuk terus belajar serta berkembang. Karena itu pembinaan menjadi bagian penting dari program yang kami jalankan," ungkapnya.
Ia menyebutkan hingga saat ini jumlah penerima manfaat dari berbagai program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS Riau telah mencapai angka yang cukup besar dan tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
"Yang jelas sudah banyak masyarakat yang kita bantu. Harapan kami, zakat yang dikelola BAZNAS dapat benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan membantu mereka keluar dari kondisi keterbatasan ekonomi," tutup Masriadi. ***(mok)