Riauterkini-BANGKINANG - Ustadz Abdul Somad isi ceramah agama dalam acara Tabligh Akbak menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, yang ditaja oleh Polres Kampar, Senin (16/2/2026) malam tadi. Acara ini dilangsungkan di halaman Mapolres Kampar.
Tampak halaman Mapolres Kampar dipenuhi ribuan jemaah yang antusias mengikuti Tabligh Akbar ini. Tampak
hadir dalam Tabligh Akbar ini Kapolda Riau Irjen. Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum, PJU Polda Riau, Badan Gizi Nasional Yusuf Ramli, PJ. Sekda Kampar Ardi Mardiansyah, S.S.Tp., M.Si, Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S, S.I.K beserta Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Kampar, Dandim 0313/KPR Letkol Czi Satriady Prabowo, S.I.P., M.Si, Ketua DPRD H. Ahmad Taridi, S.HI., M.M., Forkopimda Kab Kampar, Pimpinan OPD Kab Kampar, Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat, S.E., S.I.K., M.H beserta Ibu Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Kampar, PJU Polres Kampar, personil Polres Kampar, dan sekitar 2.000 tamu undangan.
Acara diawali dengan pembukaan dari MC dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Kemudian Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan S menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya Tabligh Akbar ini sebagai bentuk kesiapan kita dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H.
"Terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan masyarakat Kabupaten Kampar atas kehadiran. Semoga kegiatan malam ini membawa berkah dalam menyongsong bulan suci Ramadhan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, menjauhi hal-hal yang dapat mengganggu persatuan, serta menjadikan Ramadhan sebagai bulan penuh kedamaian dan keberkahan," ujar Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S.
Puncak acara adalah tausiyah agama yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Somad. Dalam tausiyahnya, Ustadz Abdul Somad menyampaikan beberapa poin penting.
Ia menyampaikan bahwa Ramadhan sebagai Momentum Taqwa: Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT melalui puasa, sholat, Al-Qur’an, dan amal kebajikan.
Selanjutkan UAS juga mengatakan bahwa bulan puasa melatih kejujuran dan pengendalian diri, hakikat puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu, lisan, dan perbuatan agar terhindar dari maksiat serta perilaku yang merugikan diri dan orang lain.
Seterunya ia menyampaikan bahwa menjaga Persatuan dan Kedamaian: Umat Islam diajak menjadikan Ramadhan sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga persatuan, serta menciptakan suasana aman, damai, dan kondusif di tengah masyarakat.
Dan ia berepesan memperbanyak Amal dan Kepedulian Sosial: Ramadhan adalah bulan berbagi, memperbanyak sedekah, membantu anak yatim dan kaum dhuafa, serta meningkatkan kepedulian sosial sebagai wujud keimanan dan akhlak mulia.***(Wal)