Riauterkini-JAKARTA– Tiga bangunan ikonik paling dikenal di Indonesia malam ini diterangi cahaya biru untuk memperingati Hari Lahir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang jatuh pada 24 Oktober. Cahaya Biru Perserikatan Bangsa-Bangsa (#UNBlue) menghubungkan lokasi-lokasi ikonik yang melambangkan kemerdekaan, keramahtamahan, warisan budaya, dan masa depan Indonesia.
Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Candi Borobudur di Jawa Tengah, dan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur berpartisipasi dalam kampanye #UNBlue tahun ini, bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-81 PBB. Biru adalah warna bendera PBB yang telah menjadi lambang perdamaian dan harapan. Di tiga lokasi ini, penyalaan cahaya biru merupakan bentuk solidaritas bagi mereka yang kehidupannya terguncang akibat perang dan bencana. Cahaya tersebut juga merupakan simbol dukungan bagi dunia yang menjadi tempat bagi setiap orang untuk dapat hidup bermartabat.
“Dari Monas hingga Borobudur sampai Ibu Kota Nusantara, kita semua memiliki cerita. Menerangi tempat-tempat ini dengan warna biru PBB menghubungkan cerita tersebut dengan sesuatu yang lebih besar,” ujar Miklos Gaspar, Direktur Pusat Informasi PBB (UNIC) di Jakarta. “Perdamaian tidak hanya ditentukan di meja perundingan. Perdamaian bergantung pada cara kita memperlakukan satu sama lain, menyikapi perbedaan, dan kesediaan kita untuk bekerja sama” tambahnya.
Di Monas, cahaya biru akan menghubungkan perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan harapan masyarakat di berbagai penjuru dunia untuk hidup bebas dan damai. Monumen ini menghormati tekad bangsa Indonesia untuk menentukan masa depannya sendiri. Banyak bangsa telah melalui perjuangan serupa yang erat kaitannya dengan cita-cita yang mendasari berdirinya PBB.
Tahun ini, untuk pertama kalinya Ibu Kota Nusantara (IKN) akan berpartisipasi dalam #UNBlue, membawa ibu kota masa depan Indonesia ke dalam kampanye solidaritas global ini. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa visi IKN untuk masa depan yang lebih hijau, aman, dan berkelanjutan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.
Ia menyoroti komitmen kota tersebut terhadap keberlanjutan lingkungan melalui pembangunan perkotaan hijau dan mobilitas ramah lingkungan, dengan inisiatif seperti Nusantara Fun Ride yang mendorong gaya hidup lebih sehat serta pengurangan emisi karbon. Dengan menyalakan cahaya biru PBB, IKN menegaskan kembali komitmennya terhadap solidaritas global dan pembangunan berkelanjutan.
Penyalaan cahaya biru ini juga menggemakan pesan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres untuk Hari PBB: “Masa depan umat manusia bergantung pada kemampuan kita untuk bekerja bersama demi memajukan perdamaian, pembangunan, dan hak asasi manusia.” Dalam pesannya, Sekjen PBB menyerukan agar negara-negara memilih dialog daripada perpecahan, kerja sama daripada konfrontasi, solidaritas daripada ketakutan, serta menjunjung tinggi Piagam PBB.
Dari monumen kemerdekaan, candi terbesar, hingga ibu kota negara yang masih dibangun, tiga lokasi tersebut merentang dari masa lalu hingga masa depan Indonesia. Pada Hari PBB, cahaya birunya menjadi pengingat sederhana bahwa kerja sama dimulai dengan mengakui kemanusiaan yang kita miliki bersama. Tahun lalu, tiga lokasi ikonis di Indonesia termasuk di antara 200 monumen di seluruh dunia yang diterangi cahaya biru untuk memperingati Hari PBB.***(rls)
Keterangan foto: Candi Borobudur di Jawa Tengah bersinar biru pada 23 Oktober 2026 untuk memperingati hari jadi ke-81 PBB. Sebagai bagian dari kampanye #UNBlue, warisan budaya Indonesia ini menyampaikan pesan perdamaian dan solidaritas bagi masyarakat dunia yang terdampak perang dan bencana.
Foto: UNIC/Felix Alexander Huang