Riauterkini-BENGKALIS– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis (TB) melalui integrasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan skrining TB. Program ini menyasar 100 lokus desa di Kabupaten Bengkalis untuk menemukan kasus TB lebih dini sekaligus memutus rantai penularan di tengah masyarakat.
Salah satu lokusnya pada Selasa (20/10/26) kemarin dilaksanakan CKG di Aula Kantor Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Ermanto, SKM, MKM, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Irawadi, SKM, MPH mengatakan, setiap lokus memiliki sasaran sebanyak 100 orang yang dinilai berisiko atau memiliki indikasi terpapar TB.
“Peserta yang menjadi sasaran kegiatan ini di antaranya masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TB, terutama orang yang tinggal serumah atau sering berinteraksi dekat dengan penderita,” ujar Irawadi, Rabu (21/10/26).
Selain kontak erat, sasaran kegiatan juga mencakup masyarakat dengan penyakit penyerta tertentu, seperti diabetes, HIV/AIDS, serta kondisi kesehatan lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami TB atau memperburuk kondisi jika terinfeksi.
Menurut Irawadi, integrasi CKG dan skrining TB tersebut telah memasuki tahap kedua dari tiga tahapan pelaksanaan yang dijadwalkan berlangsung mulai Agustus hingga Desember 2026.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan umum. Petugas juga memberikan penyuluhan mengenai TB, mulai dari gejala, cara penularan, hingga pentingnya pemeriksaan dini dan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Pengambilan sampel dahak turut dilakukan terhadap peserta yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendeteksi kemungkinan infeksi TB.
Melalui kegiatan ini, Dinkes Bengkalis berharap masyarakat yang berisiko dapat teridentifikasi lebih awal sehingga bisa segera mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan penanganan medis apabila ditemukan indikasi TB.
Integrasi CKG dan skrining TB juga menjadi langkah untuk memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan menggabungkan pemeriksaan kesehatan umum dan deteksi TB, petugas dapat mengenali faktor risiko sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Dinkes Bengkalis mengimbau masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TB atau mengalami gejala yang mengarah pada tuberkulosis agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Penemuan kasus secara dini, pemeriksaan terhadap kontak erat, serta kepatuhan menjalani pengobatan menjadi bagian penting dalam menekan penyebaran TB dan melindungi kesehatan masyarakat.***(dik)