Riauterkini-BENGKALIS – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis mendorong penguatan kemandirian ekonomi umat melalui kegiatan Pelatihan Pengembangan Usaha Kreatif untuk Kesejahteraan Umat, Sabtu (29/8/26).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja Dilaut tersebut diikuti puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bengkalis.
Ketua MUI Kabupaten Bengkalis, H. Buya Amrizal mengatakan, pelatihan tersebut digelar untuk membekali para pelaku UMKM, khususnya umat Islam yang telah memiliki usaha, agar mampu meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usahanya secara lebih mandiri.
“Kegiatan pelatihan ini dimaksudkan untuk membekali umat Islam, khususnya yang sudah memiliki usaha UMKM, agar mereka dapat meningkatkan lagi produktivitas sesuai dengan bidangnya, sehingga bisa mewujudkan kemandirian secara ekonomi,” ujar Buya Amrizal.
Menurutnya, sektor UMKM di Kabupaten Bengkalis telah tumbuh. Namun, dari sisi produktivitas dan pengembangan usaha masih perlu terus ditingkatkan.
Karena itu, para pelaku usaha perlu mendapatkan pembekalan terkait pengembangan produk, pemanfaatan pasar, serta berbagai aspek lain yang dapat mendukung kemajuan usaha mereka.
“Memang IKM sudah tumbuh, tetapi dari segi produktivitas belum signifikan. Oleh karena itu, perlu pengembangan, seperti produk, pemanfaatan pasar dan hal-hal lainnya,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, MUI Bengkalis menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada para peserta.
“Kita coba bekali melalui forum ini. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa ada perkembangan yang lebih baik, sehingga UMKM yang sudah memiliki usaha dapat semakin meningkatkan produktivitasnya,” harapnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bengkalis, Johansyah Syafri, mengapresiasi langkah MUI Kabupaten Bengkalis yang turut mengambil peran dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia berharap MUI dapat terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam penguatan ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya masyarakat.
“Umat yang kuat tidak hanya kokoh dalam iman, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya,” kata Johansyah.
Ia menegaskan, Pemkab Bengkalis akan terus mendorong berbagai program penguatan ekonomi masyarakat secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak cukup hanya menghasilkan pertumbuhan, tetapi juga harus mampu menghadirkan kesempatan, kemandirian dan kesejahteraan yang semakin merata.
“Mari kita bangun ekonomi umat dari masjid, dari keluarga, dari kampung dan dari potensi yang ada di daerah. Kalau masyarakat kita produktif, ekonomi daerah akan tumbuh. Kalau ekonomi tumbuh, lapangan pekerjaan akan semakin terbuka. Apabila lapangan kerja terbuka, maka insyaallah kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” tuturnya.
Johansyah berharap pelatihan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta serta melahirkan pelaku ekonomi kreatif yang tangguh, mandiri dan berdaya saing.
“Semoga dengan pelatihan ini memberikan manfaat nyata, melahirkan pelaku-pelaku ekonomi kreatif yang tangguh dan berdaya saing, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Bengkalis yang semakin bermarwah, maju dan sejahtera serta unggul di Indonesia,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Pelaksana, Ustadz Affan Zahidi menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian tanggung jawab moral MUI, berupa memberikan pengetahuan ataupun pengembangan kepada masyarakat terkait ekonomi syariah.
"Ini juga merupakan program kerja Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Bengkalis," imbuhnya.***(dik)