Riauterkini - TELUKKUANTAN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuantan Singingi menggelar audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi,H Muklisin di ruang rapat kantor bupati, Senin (13/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membahas berbagai program kerja MUI yang diharapkan mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.
Audiensi dihadiri Ketua MUI Kuansing H. Bahtiar Saleh, Kepala Kantor Kementerian Agama Kuansing H. Suhelmon, Kepala Sekretariat MUI Agusrianto, Ketua Komisi Hukum MUI Dr. H. Zekrillah Syaf, beserta jajaran pengurus MUI lainnya.
Sementara itu, Plt Bupati H. Muklisin didampingi Asisten III Setda Kuansing, Drs Azhar, Kepala Badan Kesbangpol, Mujelan Arwan, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Hevi H Ant9ni serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Dalam sambutannya, Ketua MUI Kuansing H. Bahtiar Saleh menegaskan bahwa audiensi tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kekompakan antar-komisi dan seluruh pengurus MUI Kuansing.
"MUI memiliki peran sebagai pelayan umat sekaligus mitra strategis pemerintah. Kami siap memberikan pertimbangan terhadap berbagai kebijakan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan, ekonomi umat, serta pemberdayaan sosial," ujarnya.
Ia menjelaskan, MUI memiliki tujuh komisi yang menjalankan fungsi sesuai bidang masing-masing, yakni Komisi Fatwa, Komisi Ukhuwah Islamiyah, Komisi Dakwah, Komisi Pendidikan dan Kaderisasi, Komisi Pengkajian dan Penelitian, Komisi Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), serta Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat.
Menurutnya, keberadaan komisi-komisi tersebut diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan umat sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Sementara itu, Plt Bupati Kuansing H. Muklisin mengapresiasi kunjungan jajaran MUI dan berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan MUI Kuansing. Dukungan para ulama sangat penting bagi pemerintah agar setiap kebijakan tetap berada pada jalur yang benar dan tidak menyimpang dari nilai-nilai agama. Semoga ke depan daerah ini semakin baik, lebih terarah, dan bermarwah," katanya.
Muklisin juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait kondisi keuangan daerah yang masih menghadapi persoalan tunda bayar. Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen menyelesaikan seluruh kewajiban secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
"Kami tetap berkomitmen memenuhi hak-hak yang belum dapat dibayarkan. Apabila kondisi anggaran memungkinkan, seluruh kewajiban tersebut akan diselesaikan," ungkapnya.
Selain itu, ia meminta MUI terus berperan aktif melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap lembaga-lembaga pendidikan keagamaan, termasuk pondok pesantren, guna mengantisipasi berbagai persoalan yang mungkin terjadi.
Muklisin juga mengimbau para ulama dan pengurus MUI agar segera melaporkan kepada pemerintah apabila menemukan masyarakat yang layak menerima bantuan, baik di bidang pendidikan maupun bantuan rumah layak huni, sehingga pemerintah dapat memberikan fasilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dan MUI Kuansing dalam mendukung pembangunan daerah melalui sumbang saran, pembinaan umat, serta peningkatan kepedulian masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial dan keagamaan.***(Jok)