Riauterkini-INDRAGIRI HILIR – Aktivitas masyarakat di sepanjang tepian Sungai Indragiri, Parit 19 dan 21, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, mendadak diliputi kewaspadaan tinggi sejak Kamis kemarin.
Hal ini dipicu oleh teror kemunculan berulang seekor buaya muara berukuran sekitar tiga hingga empat meter yang berenang bolak-balik dari arah hulu ke hilir tepat di depan Markas Komando Satpolairud Polres Inhil.
Kemunculan predator ini memicu kekhawatiran besar karena terjadi di pusat kawasan aktivitas masyarakat. Saat menampakkan diri ke permukaan perairan, satwa tersebut sempat terlihat memakan dan membawa kantong plastik berisi usus atau bangkai ayam yang hanyut dari tepian sungai.
Merespons ancaman tersebut, Satpolairud Polres Inhil langsung bergerak cepat dan berkoordinasi dengan DPKP Kabupaten Inhil. Tim gabungan segera diterjunkan ke lokasi kejadian guna melakukan penyisiran intensif dengan menggunakan kapal patroli perairan.
Petugas menyisir seluruh aliran sungai, wilayah semak belukar, hingga area dermaga pemukiman warga. Namun, predator yang berstatus sebagai satwa dilindungi tersebut diduga langsung menyelam dan menghilang tanpa jejak sesaat setelah tim gabungan tiba di lokasi.
"Langkah cepat mitigasi dan penyisiran di air langsung kami lakukan bersama DPKP guna melacak keberadaan buaya tersebut. Karena satwa ini belum berhasil dievakuasi, kami menerapkan langkah preventif masif demi memastikan keselamatan warga dari potensi konflik dengan predator tersebut," ujar IPDA Fadhil Ananta Raisan, Kanit Patroli Satpolairud Polres Inhil.
Guna mengantisipasi jatuhnya korban, Satpolairud Polres Inhil bersama DPKP kini menggencarkan langkah preventif secara masif dengan memperketat pengawasan di sekitar sungai.
Petugas melarang masyarakat untuk bermain di tepian air. Para nelayan tradisional serta warga yang biasa memancing diimbau untuk menghentikan aktivitas mereka sementara waktu di area rawan tersebut.
Dalam papan peringatan bahaya yang dirilis, Satpolairud Polres Inhil menegaskan imbauan penting demi keselamatan bersama:
1. Hati-hati dan Selalu Waspada: Tetap tingkatkan kewaspadaan maksimal saat terpaksa beraktifitas di sekitar alur sungai, terutama pada waktu rawan di saat subuh, pagi, sore, dan malam hari.
2. Jangan Membuang Sampah Rumah Tangga ke Sungai: Menjaga lingkungan perairan agar tidak mengundang sifat oportunistik satwa liar dalam mencari makan.
3. Jangan Membuang Bangkai Binatang ke Sungai: Limbah domestik seperti sisa usus, potongan unggas, atau bangkai binatang sangat memicu kedatangan predator ke tepian perukiman.
4. Hati-hati dan Waspada Bila Melakukan Aktivitas di Sekitar Sungai Ini: Selalu perhatikan pergerakan air dan lingkungan sekitar demi deteksi dini ancaman bahaya.
5. Tidak Memancing dan Berenang di Sepanjang Sungai Ini: Menghentikan secara total aktivitas rekreasi air maupun pemancingan hingga predator berhasil dievakuasi dengan aman oleh pihak berwenang.
Peringatan bahaya ini terus digencarkan secara masif guna memastikan warga tetap waspada selama satwa predator tersebut belum berhasil dievakuasi ke habitatnya yang aman. Pihak Satpolairud mengimbau masyarakat agar segera melaporkan ke posko terdekat apabila melihat pergerakan satwa tersebut kembali.***(pto)