Riauterkini-PEKANBARU - SKK Migas-KKKS APGWI gelar kegiatan industri hulu migas bersama wartawan, Kamis (9/4/2026) lalu. Kegiatan ini dilangsungkan di di Norma Café, Pekanbaru. Diskusi ringan ini mengusung tema Migas Hebat Migas Bermanfaat. Tampak diikuti sebanyak 8 wartawan yang berasal dari PWI Kabupaten Rokan Hulu, Akpersi Kab. Rokan Hulu dan PWI Kabupaten Kampar dengan antusias
Pemaparan seputar kegiatan industri hulu migas dibuka dengan penjelasan singkat dari SKK Migas Perwakilan Sumbagut. M Arif Salsabil, Analis Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut menjelaskan bahwa SKK Migas sebagai perpanjangan negara dalam pengelolaan kegiatan hulu migas melaksanakan fungsi pengendalian dan pengawasan seluruh kegiatan KKKS agar memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. “Salah satu KKKS kami adalah APGWI yang diamanahkan pemerintah mengelola blok Westkampar," ujarnya.
SKK Migas dalam melaksanakan tugasnya, memastikan kebutuhan energi nasional bisa tercapai sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. Dimana saat ini kedaulatan energi menjadi salah satu asta cita Presiden Republik Indonesia. “Kompleksitas yang kami hadapi justru menjadi penyemangat bagi kami agar kebutuhan energi nasional itu bisa tercukupi. Tidak kurang dari 1,6 juta barel kebutuhan nasional terhadap minyak perharinya, sementara produksi nasional masih berkisar diangka 600.000an barel," ungkapnya.
Lebih lanjut M Arif Salsabil mengatakan bahwa kebermanfaatan industri migas tidak hanya dalam bentuk penerimaan negara namun juga bermanfaat bagi masyarakat disekitar wilayah operasi. “Kami senantiasa mendorong setiap KKKS menyusun perencanaan Program Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Ada 4 pilar disitu, sosial, ekonomi, lingkungan dan tata Kelola kelembagaan. Namun ini tentu bergantung dengan kemampuan produksi masing-masing KKKS”, tutupnya.
Sementara itu, Head External Relation KKKS APGWI Doly Argado Simbolon menjelaskan overview operasional Perusahaan. KKKS APGWI berkontrak dengan pemerintah dalam mengelola blok Westkampar yang melintasi 2 provinsi yaitu provinsi Sumatera Utara dan 3 kabupaten yaitu Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar dan Kabupaten Padang Lawas. “Saat ini kami masih berkegiatan di Kec. Pendalian IV Koto. Alhamdulillah berkat dukungan seluruh stakeholder operasional kami berjalan dengan lancar," jelasnya.
Selain itu ia mengatakan bahwa dalam menjalankan amanah pemerintah tersebut, KKKS APGWI senantiasa berupaya menjalin hubungan baik dengan para stakeholder, baik level pemerintah, media maupun masyarakat. "Sesuai arahan SKK Migas, upaya-upaya kami adalah bagaimana dapat menjadi bagian pemenuhan kebutuhan energi nasional," tambahnya.
Insan pers semakin antusias dengan melanjutkan diskusi dua arah antara mereka dan SKK Migas-KKKS APGWI. "Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini, banyak informasi baru yang kami dapatkan. Ternyata industri hulu migas khususnya APGWI tidak seperti yang diperkirakan," ungkap Hana Asmita, Ketua Akpersi Rokan Hulu.
"Kami berharap pihak APGWI selalu menyampaikan informasi-informasi bermutu seperti hari ini, sebab banyak kekhawatiran dari masyarakat dengan adanya pengeboran minyak ditempat mereka akan berdampak negatif terhadap lingkungan", sahut Amin Syukri, Ketua PWI Rokan Hulu.
Seperti diinformasikan sebelumnya bahwa wilayah kerja KKKS APGWI selain Kabupaten Rokan Hulu juga meliputi Kabupaten Kampar. "Meskipun saat ini belum beroperasi di Kampar kami turut mendukung kegiatan operasional APGWI. Kami tentunya berharap APGWI segera membuka operasi mereka di Kampar agar kami merasakan manfaat kehadiran mereka lebih banyak lagi", tutup Syawal, Ketua PWI Kampar.
Dalam closing statementnya, Head External Relation KKKS APGWI berharap kegiatan pertemuan dengan insan pers dapat membantu masyarakat memperoleh informasi positif dan benar dari KKKS APGWI secara langsung. "Tema yang kita usung bukan asal buat. Kami berharap kehebatan migas sebagai penopang energi nasional dan kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh negara dan masyarakat melalui kami salah satunya, KKKS APGWI", tutup Doly.***(Mad)