Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
Strategi Inklusif PTPN IV Palmco, "Miniatur Indonesia" Perkuat Ketahanan Pangan Energi Nasional

Riauterkini - PEKANBARU - Industri kelapa sawit seringkali hanya dikenal lewat produk minyak goreng atau angka ekspornya yang besar. Namun, jarang yang tahu bahwa di balik jutaan ton minyak sawit tersebut, ada cerita luar biasa.

Sebagai salah satu perusahaan perkebunan sawit terbesar di dunia, PTPN IV PalmCo kini telah menjadi rumah besar bagi puluhan ribu tenaga kerja yang sangat beragam, layaknya sebuah "Miniatur Indonesia".

Berdasarkan data demografi per Desember 2025, PTPN IV PalmCo menaungi total 69.455 tenaga kerja. Menariknya, komposisi ini tidak didominasi oleh satu kelompok etnis saja. Data perusahaan mencatat setidaknya terdapat 55 suku bangsa yang berbaur dalam ekosistem kerja PTPN IV.

Komposisi ini mencakup spektrum luas nusantara, mulai dari suku Jawa, Batak, Melayu, Dayak, Minang, Bugis, hingga representasi suku-suku dari Indonesia Timur dan wilayah lainnya seperti Ambon, Flores, hingga Papua.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, dalam keterangannya di Jakarta, mengatakan bahwa struktur demografi yang sangat majemuk ini bukanlah kebetulan, melainkan kekuatan strategis yang dikelola secara sadar oleh manajemen.

"PTPN IV PalmCo ini benar-benar seperti Miniatur Indonesia, Kebun sawit itu kan lokasinya banyak di pelosok. Karena penduduk lokal jumlahnya terbatas, akhirnya datanglah saudara-saudara kita dari berbagai pulau untuk bekerja. Di sinilah pertemuan budaya itu terjadi," kata Jatmiko, Senin (16/02/26).

Menurut Jatmiko, percampuran budaya ini melahirkan tim yang tangguh dan saling melengkapi.

"Bayangkan, ketekunan rekan-rekan dari Jawa bertemu dengan ketegasan dan semangat rekan-rekan Batak, ditambah lagi dengan keramahan budaya Melayu dan kearifan warga lokal. Ketika semua sifat baik ini disatukan dengan nilai-nilai perusahaan (AKHLAK), hasilnya adalah cara kerja yang luar biasa produktif," ujarnya.

Jatmiko juga memberi contoh sederhana betapa indahnya toleransi di kebun sawit. "Saat teman-teman Muslim Lebaran, operasional pabrik dijaga oleh teman-teman Nasrani dan Hindu. Sebaliknya saat Natal, teman-teman Muslim yang backup. Jadi, operasional kita alhamdulilah-nya tidak pernah berhenti beroperasi, dan persaudaraan makin kuat," tambah Jatmiko.

Fenomena Miniatur Indonesia di tubuh PTPN IV PalmCo ini sejalan dengan analisa Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Dr. Ir. Tungkot Sipayung, yang dalam berbagai kesempatan menekankan fungsi sawit sebagai agen pemerataan ekonomi.

Mengacu pada pandangan umum PASPI, industri sawit secara alamiah menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menarik migrasi tenaga kerja lintas provinsi. Hal ini membentuk struktur sosial yang majemuk (multikultur) seperti yang kini tercermin dalam data demografi PTPN IV. Dalam konteks ekonomi wilayah, heterogenitas yang dikelola dengan baik seperti ini dinilai mampu menciptakan keseimbangan sosial (social balancing) yang meredam potensi konflik dan memacu kinerja berbasis kompetensi.

Strategi pengelolaan SDM PTPN IV ini juga relevan dengan konsep Sistem Agribisnis Modern yang digaungkan oleh Tokoh Perkebunan Nasional, Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih. Dalam perspektif Bungaran, daya saing agribisnis masa depan tidak lagi hanya bertumpu pada lahan dan teknologi, melainkan pada Human Capital yang memiliki budaya industri yang kuat.

Transformasi budaya kerja yang dilakukan PTPN IV Palmco dengan meleburkan 55 suku bangsa menjadi satu entitas professional merupakan implementasi dari pergeseran pola pikir pertanian tradisional menuju budaya korporasi modern yang adaptif dan berdaya saing global.

Sementara itu, dari sisi keberlanjutan, Guru Besar Agribisnis IPB University, Prof. Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi, kerap mengingatkan pentingnya aspek Social Sustainability dalam memenuhi standar pasar global.

Kehadiran puluhan ribu tenaga kerja dari berbagai latar belakang suku dan agama yang bekerja harmonis di PTPN IV menjadi jawaban konkret atas tantangan sosial tersebut. Data ini sekaligus menjadi bukti empiris (evidence-based) kepatuhan korporasi terhadap prinsip non-diskriminasi dan kesetaraan peluang kerja, yang merupakan syarat mutlak dalam sertifikasi keberlanjutan seperti ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) maupun RSPO.

Dengan dukungan SDM yang didominasi usia produktif dimana data mencatat kelompok usia 31-40 tahun sebanyak 27% dan 41-50 tahun 41% orang PTPN IV PalmCo optimis bahwa kekayaan budaya ini akan terus menjadi bahan bakar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional.***(Rls)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Rabu, 11 Pebruari 2026

Menumbuhkan Kehidupan Kembali: Langkah PHR Memulihkan Fungsi Tanah di Bumi Riau

PHR konsisten memulihkan fungsi tanah di Riau. Dalam rangka menumbuhkan kembali kehidupan.

Galeri
Rabu, 11 Pebruari 2026

Polisi Periksa 33 Saksi Kasus Pembunuhan Gajah di Ukui, Pelalawan

Pembunuhan gajah dan dugaan pencurian gadingnya diselidiki Polda Riau. 33 saksi telah diperiksa.

Advertorial
Selasa, 03 Pebruari 2026

Sinergi Bagi Negeri, Capella Group Kembali Gelar Donor Darah

Kepedulian dalam Sinergi Bagi Negeri kembali digelar. Berupa bakti sosial donor darah Capella Group.

Advertorial
Kamis, 22 Januari 2026

Rumah Tenun Pulau Payung Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat dan Potensi Lokal di Pelalawan

Rumah Tenun Pulau Payung Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Berbasis Pemberdayaan Potensi Lokal di Kabupaten Pelalawan.

Galeri
Jumat, 28 Nopember 2025

Bupati Inhil Buka Secara Resmi Giat Publikasi Stunting Dan Advokasi Lintas Sektor

Bupati Inhil Buka Secara Resmi Giat Publikasi Stunting Dan Advokasi Lintas Sektor

Advertorial
Senin, 19 Januari 2026

Touring Bersama New PCX 160, Betah dan Nyaman Tanpa Khawatir Merasa Lelah

Komunitas New PCX 160 Pekanbaru gelar touring bersama. Perjalanan panjang menjadi nyaman dan tanpa kelelahan.

Berita Lainnya

Senin, 16 Pebruari 2026

Umrah dan Emas untuk Anggota, Koperasi Amanah Riau Kepri Konsisten Beri Reward


Minggu, 15 Pebruari 2026

Pererat Silaturahmi, Polsek Tanah Putih Gelar Minggu Kasih Bersama Warga Cempedak Rahuk


Minggu, 15 Pebruari 2026

Tak Sampai 24 Jam Penipu dengan Modus QRIS di Kuansing Ditangkap Polisi


Minggu, 15 Pebruari 2026

Pemprov Ajukan Bantuan Heli WB dan OMC, Usai Penetapan Status Siaga Karhutla


Minggu, 15 Pebruari 2026

Canangkan Desa MP, Kasie Intel Korem 031 WB Disambut Hangat Warga Inhu


Minggu, 15 Pebruari 2026

Laba Melonjak 68 Persen, Koperasi Amanah Riau Kepri Perkuat Kinerja dan Layanan


Minggu, 15 Pebruari 2026

Sinergi Tenis Riau: Ratusan Peserta Padati Silaturahmi Segitiga di Belalang Tennis Academy


Minggu, 15 Pebruari 2026

Nahkodai PBH Peradi Pekanbaru, Syahidila Yuri Berkomitmen Jadi Garda Terdepan Bagi Masyarakat


Minggu, 15 Pebruari 2026

Lagi, Polres Bengkalis Ringkus Tiga Pengedar Perusak Otak di Rupat


Minggu, 15 Pebruari 2026

BRK Syariah Gelar Tarhib Ramadan 1447 H, Perkuat Integritas dan Kepedulian Sosial


Minggu, 15 Pebruari 2026

Ketua Komisi I DPRD Pelalawan Apresiasi Bantuan PT Musim Mas untuk Perbaikan Drainase di Sorek Satu


Minggu, 15 Pebruari 2026

Operasi Pekat dan Balap Liar Jelang Ramadan di Pangkalan Kuras Pelalawan, Empat Pasangan Terjaring


Minggu, 15 Pebruari 2026

Jaga Toleransi dan Keamanan, Polsek Ukui Rutin Patroli Rumah Ibadah


Minggu, 15 Pebruari 2026

Dua Pria Ditangkap karena Curi Tandan Sawit di Kebun Perusahaan di Langgam Pelalawan


Minggu, 15 Pebruari 2026

Satlantas Polres Pelalawan Tertibkan Knalpot Brong, 20 Pelanggar Ditilang


Minggu, 15 Pebruari 2026

Antisipasi Kebutuhan Ramadan, KDD RAPP Perkuat Stok Bank Darah di Riau


Sabtu, 14 Pebruari 2026

Patroli Rutin, Polsek Tanah Putih Pastikan Pipa PHR Aman


Sabtu, 14 Pebruari 2026

Pertama di Indonesia: Jakarta Luncurkan SDGs Corner di Museum Bahari


Sabtu, 14 Pebruari 2026

Kesulitan Air, 10 Hektar Lahan Gambut di Rupat Terbakar


Sabtu, 14 Pebruari 2026

Personil BPBD dan Damkar Riau dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Pelalawan