Riauterkini-BENGKALIS- Musim kemarau yang melanda wilayah Bengkalis berdampak serius terhadap ketersediaan air baku. Waduk Wonosari mengalami penyusutan debit air yang sangat signifikan, mencapai hampir 70 persen dari kondisi normal.
Direktur Perusahaan dan Air Minum Perumdam) Tirta Terubuk Bengkalis, Abel Iqbal mengungkapkan bahwa dari standar debit air baku 65 liter per detik, saat ini hanya sekitar 40 liter per detik yang masih dapat diolah menjadi air bersih.
“Sejak kejadian tahun lalu, kami sudah melakukan berbagai langkah mitigasi risiko apabila terjadi penurunan debit air baku di waduk,” ujarnya.
Meski kondisi air baku mengalami penurunan dan kekeruhan meningkat, Abel memastikan bahwa dalam jangka pendek air tersebut masih dapat diolah menjadi air bersih dengan metode konvensional.
“Yang penting selagi masih ada air baku, tetap bisa diolah. Jika tidak memungkinkan menggunakan nano filter, maka akan kita gunakan cara konvensional. Meskipun masih terjadi penurunan air besih untuk ke pelanggan,” jelas Abel, Senin (9/2/26).
Sebagai langkah lanjutan, PDAM Bengkalis dalam waktu dekat akan melakukan pembicaraan dengan pihak koperasi pengelola kanal perkebunan sawit di wilayah Wonosari Tengah Ujung. Air dari kanal tersebut direncanakan dapat dialirkan ke Waduk Wonosari untuk menambah pasokan air baku.
Untuk solusi jangka panjang, PDAM juga merencanakan pengambilan air dari kanal perkebunan Meskom yang berjarak sekitar 7 kilometer dari titik awal, sebelum mencapai 10 kilometer. Rencana ini telah disampaikan kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWS) III Riau dan diusulkan agar masuk dalam pendanaan APBN.
Selain itu, akan dilakukan pengukuran lahan waduk untuk pembangunan kanal pembatas tanah sepanjang kurang lebih 5 kilometer, yang berfungsi sebagai pengaman sekaligus pembatas area waduk.
PDAM Bengkalis juga akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Bengkalis untuk pembangunan pintu-pintu penahan air di sejumlah titik drainase strategis, guna mencegah air baku terbuang langsung ke laut.
Kesempatan ini, Abel juga mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk sementara ini agar berhemat menggunakan air bersih. Dan meminta agar kepada pelanggan yang menunggak tagihan dapat melunasi tunggakannya. Jika tunggakan dibayarkan akan dapat menunjang kelancaran pelayanan.
Harry Kumbara menambahkan, saat ini Waduk Wonosari dan Waduk BWS III menampung sekitar 560 ribu meter kubik air baku, dengan luas kurang lebih 7 hektare dan kedalaman 3–5 meter. Namun, kondisi tanah gambut menyebabkan pendangkalan yang cukup signifikan dan setiap waktu, sehingga keberadaan waduk belum ideal.
“Dengan jumlah pelanggan saat ini, idealnya kapasitas waduk harus ditambah hingga tiga kali lipat dari kondisi sekarang,” imbuh Harry.
Saat ini, kebutuhan air baku untuk melayani sekitar 5.000 hingga 5.900 pelanggan mencapai 5.900 meter kubik per hari, sehingga upaya penambahan sumber dan pengamanan air baku menjadi hal yang sangat penting.***(dk)