Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
Perkumpulan Elang Mendesak Keadilan Pendanaan Iklim dalam Inisiatif Green for Riau

Riauterkini - Pekanbaru — Pemerintah Provinsi Riau pada pertengahan tahun lalu resmi meluncurkan *Growing Resilience through Emissions Reductions, Community Empowerment and Ecosystem Restoration for a Nurturing Future atau Green for Riau Initiative (G4RI). Program ini dideklarasikan pada 8 Mei 2025 oleh Gubernur Riau Abdul Wahid di Balai Serindit, Gedung Daerah Provinsi Riau, sebagai strategi daerah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Saat peluncuran, Gubernur Abdul Wahid menegaskan bahwa Green for Riau merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mengendalikan krisis iklim dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta berkualitas. Pemerintah Provinsi Riau juga menyampaikan bahwa inisiatif ini tidak semata berorientasi pada lingkungan, tetapi diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang selama ini menjaga hutan dan ekosistem tetap lestari.

Green for Riau dirancang sebagai platform implementasi untuk memperkuat kesiapan skema REDD+ berbasis jurisdiksi di Provinsi Riau. Skema yang difasilitasi Perserikatan Bangsa-Bangsa ini memberikan insentif kepada negara atau daerah berkembang yang mampu menurunkan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan. Melalui inisiatif ini, Riau berpeluang memperoleh pendanaan iklim berbasis kinerja penurunan emisi.

Potensi penurunan emisi yang diklaim melalui Green for Riau mencapai 200 juta ton ekuivalen CO₂, angka yang bukan hanya signifikan secara ekologis, tetapi juga menyimpan potensi nilai ekonomi yang sangat besar. Untuk mempersiapkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Riau mendapat dukungan dari UNEP dan FAO dalam melengkapi berbagai persyaratan teknis dan tata kelola.

Keadilan Iklim di Persimpangan Kebijakan

Di tengah besarnya potensi tersebut, Perkumpulan Elang mengingatkan agar inisiatif Green for Riau tidak melenceng dari tujuan keadilan iklim. Direktur Perkumpulan Elang, Besta Junandi, menegaskan bahwa masyarakat yang hidup di sekitar hutan dan lahan gambut harus ditempatkan sebagai penerima manfaat utama.

“Jangan sampai Green for Riau hanya menjadi karpet merah bagi pemain perdagangan karbon dan elit birokrasi. Manfaat nyata harus dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat tapak,” tegas Besta.

Menurutnya, tanpa keberpihakan yang jelas, inisiatif ini justru berisiko menjadi bentuk baru ketidakadilan sosial yang dibungkus narasi penyelamatan lingkungan. Masyarakat adat dan komunitas lokal di sekitar hutan Riau, kata Besta, adalah kelompok yang kontribusinya terhadap emisi global sangat kecil, namun paling rentan menghadapi dampak perubahan iklim.

“Mereka berada di garis depan krisis iklim—menghadapi banjir, kekeringan, dan kerusakan lahan. Sangat tidak adil jika dana karbon global justru lebih banyak mengalir ke segelintir pemain besar,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak sekadar dijadikan objek konservasi atau proyek iklim. “Mereka yang selama ini merawat hutan tidak boleh hanya menjadi pelengkap dalam skema besar yang menguntungkan pihak lain.”

Perhutanan Sosial, Kunci Distribusi Manfaat

Dalam berbagai forum diskusi dan sosialisasi, para perancang Green for Riau menyebut perhutanan sosial sebagai salah satu mekanisme utama distribusi manfaat bagi masyarakat. Pemegang izin perhutanan sosial yang terlibat dalam inisiatif ini disebut berpeluang memperoleh manfaat dari kredit karbon yang dihasilkan wilayah kelolanya.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan tantangan besar. Dari sekitar 2,6 juta hektare kawasan hutan yang menjadi target Green for Riau, wilayah kelola masyarakat melalui perhutanan sosial kurang dari 200 ribu hektare. Selebihnya merupakan kawasan hutan negara dan konsesi korporasi.

Kondisi ini menjadikan perhutanan sosial sebagai satu-satunya instrumen yang memungkinkan masyarakat menerima manfaat langsung dari perdagangan karbon. Sayangnya, tata kelola perhutanan s Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan kelembagaan masyarakat menjadi prasyarat penting agar Green for Riau tidak berhenti sebagai kebijakan di atas kertas,” ujar Besta.

Desakan Memperkuat Kelembagaan dan Partisipasi Publik

Perkumpulan Elang mendorong Pemerintah Provinsi Riau untuk lebih serius mempersiapkan masyarakat di tingkat tapak, terutama pengelola perhutanan sosial. Salah satu langkah mendesak adalah memperbarui Surat Keputusan Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial (Pokja PPS)yang masa kepengurusannya telah berakhir.

“Dengan hadirnya Green for Riau, keberadaan Pokja PPS justru semakin strategis. Kami mendesak Gubernur Riau untuk segera memperbarui SK Pokja yang telah lama berakhir,” kata Besta.

Selain itu, Perkumpulan Elang menilai keterlibatan para pihak dalam proses persiapan Green for Riau masih belum optimal. Akademisi, NGO lokal, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dinilai belum sepenuhnya dilibatkan secara bermakna.

“Kontribusi pihak-pihak yang selama ini mendukung inisiatif ini tentu patut diapresiasi. Namun NGO lokal, akademisi universitas di Riau, serta tokoh adat jangan hanya diposisikan sebagai pendengar atau pelengkap konsultasi,” tutup Besta. ***(Dan)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Selasa, 06 Oktober 2026

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru.

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Jumat, 18 September 2026

Dampingi Kapolda Riau dan Pangdam TT, Bupati Inhu Tinjau Lokasi Karhutla

Bupati Inhu menerima menerima kunjungan Kapolda dan Pandang Tuanku Tambusai. Mendampingi meninjau kebakaran lahan.

Advertorial
Kamis, 10 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School.

Galeri
Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Mengikuti dan Baca Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan RI ke-81

Advertorial
Minggu, 06 September 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026.

Berita Lainnya

Kamis, 22 Oktober 2026

Cegah Karhutla, Kompol Ali Azar Kerahkan Personel Polsek Tanah Putih Sosialisasi ke Masyarakat


Kamis, 22 Oktober 2026

Kunjungan ke Lokasi PM-AAS Teberau Panjang, Pemkab Kuansing Prioritaskan Penanganan Kekeringan dan Keterbatasan Alsintan


Rabu, 21 Oktober 2026

Berkah Sampah di Area Minyak Mentah


Rabu, 21 Oktober 2026

Tingkatkan Keselamatan Transportasi, Satlantas Polres Inhu Gelar Ramp Check


Rabu, 21 Oktober 2026

Polisi Amankan Pria 41 Tahun dalam Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur


Rabu, 21 Oktober 2026

PGRI Pelalawan Peduli, Himpun Donasi Rp110 Juta untuk Guru Korban Kebakaran


Rabu, 21 Oktober 2026

Siak Run 2026 Sukses Diikuti 1.700 Peserta, Bupati Afni Z Buka Langsung Ajang Lari 5K dan 10K


Rabu, 21 Oktober 2026

Beredar Fitnah di Medsos Polres Kampar Terima Setoran, Petugas SPBU Langsung Bantah


Rabu, 21 Oktober 2026

Kajari Kuansing Gandeng OPD Penuhi Hak Dasar Anak Panti, Terobosan Perdana di Riau


Rabu, 21 Oktober 2026

Polda Riau Ungkap Penyelewengan BBM Subsidi di Siak, 6.500 liter Bio Solar Diamankan


Rabu, 21 Oktober 2026

HUT ke-62 Golkar, DPD Pelalawan Gelar Ziarah dan Potong Tumpeng, Santunan Anak Yatim


Rabu, 21 Oktober 2026

Kapolres Inhil Serahkan Bantuan 3 Mesin Katinting buat Nelayan Parit 13 Tembilahan Hilir


Rabu, 21 Oktober 2026

Polda Riau Tetapkan Mantan Dirut SPRH Perseroda Rohil Tersangka Dugaan Korupsi CSR Rp19,57 Miliar


Rabu, 21 Oktober 2026

Percepat Temuan TB, Dinkes Bengkalis Sasar 10 Ribu Warga Lewat Integrasi CKG


Rabu, 21 Oktober 2026

Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Tanah Putih Cek Program Jagung Pipil


Rabu, 21 Oktober 2026

Efisiensi Layanan, Diskop UKM Bengkalis Lakukan Pengawasan dan Pemeriksaan Kesehatan Koperasi Jarak Jauh


Rabu, 21 Oktober 2026

Geliat Baru Danau Rawang Udang: Gotong Royong Warga dan RAPP Menyemai Potensi Ekowisata Kuansing


Rabu, 21 Oktober 2026

Bau Busuk Menyengat Ganggu Tidur Warga Pekanbaru


Rabu, 21 Oktober 2026

Kuansing Matangkan Persiapan MTQ Riau 2027 Pembinaan Qari dan Qariah Diperkuat


Selasa, 20 Oktober 2026

SMPN 1 Bangkinang Kota Gelar Bazar Kewirausahaan, Olah Umbi-umbian Bernilai Ekonomi Tinggi