Riauterkini-SOLOK-Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana ditunjukkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Studi Islam (FSI) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) bersama sejumlah organisasi mahasiswa di lingkungan FSI Umri.
Sebanyak empat mahasiswa yang juga merupakan kader Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Djazman Al Kindi Umri terjun langsung dalam aksi kemanusiaan bagi warga terdampak banjir dan galodo di Kabupaten Solok, Sumatra Barat.
Aksi kemanusiaan tersebut dilaksanakan dengan menggandeng Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatra Barat, PK IMM Djazman Al Kindi, serta LAZISMU Kota Padang. Penyaluran bantuan difokuskan kepada masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang terdampak bencana.
Kegiatan diawali dengan penggalangan dana yang dilakukan di lingkungan Kampus Umri serta di sejumlah titik jalan di Kota Pekanbaru. Selain dana, mahasiswa juga menghimpun pakaian layak pakai dan berbagai kebutuhan lainnya untuk kemudian dibawa langsung ke lokasi bencana.
Rombongan mahasiswa berangkat dari Pekanbaru pada Jumat dan tiba di Posko MDMC Sumatra Barat sekitar pukul 24.00 WIB. Setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, para relawan kemudian bergerak menuju lokasi terdampak untuk melakukan observasi dan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat.
Gubernur FSI Umri sekaligus kader PK IMM Djazman Al Kindi, Dheo Yudha, mengatakan hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa bantuan logistik secara umum telah cukup banyak diterima masyarakat dari berbagai pihak. Karena itu, dana hasil penggalangan mahasiswa kemudian diarahkan untuk membantu kebutuhan pendidikan anak-anak yang terdampak bencana.
"Kondisi pemulihan saat ini sudah sekitar 80 persen dan logistik juga sudah banyak tersedia, baik dari pemerintah, lembaga, maupun berbagai pihak lainnya. Karena itu, kami yang datang sebagai relawan melakukan observasi terlebih dahulu untuk melihat kebutuhan yang paling mendesak. Dari hasil observasi tersebut, kami memfokuskan bantuan kepada anak-anak sekolah yang terdampak," ujar Dheo melalui rilis kepada riauterkini.com, Kamis (08/10/26).
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, bantuan pendidikan diberikan kepada 29 anak, sementara jumlah keluarga yang terdampak di lokasi tersebut tercatat sebanyak 54 kepala keluarga (KK). Bantuan yang disalurkan berupa seragam sekolah, sepatu, perlengkapan sekolah, air mineral, pakaian layak pakai, serta kebutuhan lainnya.
Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak terdampak agar tetap dapat mengikuti kegiatan pendidikan di tengah proses pemulihan pascabencana. Selain menyalurkan bantuan material, para mahasiswa juga melaksanakan trauma healing yang ditujukan kepada anak-anak terdampak. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu pemulihan psikologis anak setelah menghadapi situasi bencana.
Dalam pelaksanaannya, aksi kemanusiaan tersebut turut melibatkan organisasi mahasiswa selingkung FSI Umri, yakni BEM FSI Umri, Himpunan Mahasiswa Perbankan Syariah, Himpunan Mahasiswa Psikologi Islam, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), PK IMM Djazman Al Kindi, serta Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI).
Dheo menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Studi Islam Umri yang telah mendukung kegiatan tersebut, termasuk menyediakan kendaraan fakultas sebagai sarana transportasi menuju lokasi bencana. Ia juga mengapresiasi dukungan LAZISMU Kota Pekanbaru, mahasiswa, serta seluruh donatur yang telah berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
"Alhamdulillah, kami mendapat dukungan dari fakultas berupa kendaraan untuk transportasi ke lokasi bencana. Terima kasih juga kepada LAZISMU Kota Pekanbaru yang telah membantu keberangkatan dan komunikasi dengan lembaga-lembaga yang ada di Sumatra Barat. Terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang terlibat dalam proses penggalangan dana dan seluruh donatur yang telah memberikan sumbangan,” tuturnya.
Ia pun berharap seluruh bantuan dan dukungan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak, khususnya anak-anak yang tengah berupaya kembali menjalani aktivitas pendidikan.
"Semoga seluruh keringat, tenaga, waktu, dan materi yang diberikan dalam aksi kemanusiaan ini menjadi amal kebaikan dan dibalas oleh Allah SWT," ucapnya.
Aksi kemanusiaan tersebut menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa Umri dalam mengimplementasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui kepedulian sosial, solidaritas kemanusiaan, serta pengabdian kepada masyarakat yang terdampak bencana.***(rls/gas)