Riauterkini - RENGAT - Ribuan masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) memadati Lapangan Hijau Ruang Terbuka Hijau (RTH) Rengat, Ahad malam (6/9/2026), dalam Tabligh Akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus doa bersama untuk bangsa.
Tabligh akbar menghadirkan Tuan Guru Prof. Dr. H. Ustadz Abdul Somd, L.C., D.E.S.A. (UAS). Ribuan jamaah tampak duduk tertib dan khusyuk mengikuti tausiah yang disampaikan ulama asal Riau tersebut.
Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto mengaku haru dan bangga karena UAS kembali hadir memenuhi keinginan masyarakat Inhu yang telah lama menantikan kehadirannya.
"Alhamdulillah malam ini saya haru dan bangga bisa memenuhi janji dengan masyarakat Indragiri Hulu yang sejak lama ingin Tuan Guru UAS hadir lagi di Inhu," kata Ade.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendoakan para pemimpin bangsa, khususnya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
"Mari kita doakan para pemimpin bangsa, wabil khusus Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto. Semoga Bapak Presiden diberikan kekuatan untuk memimpin bangsa ini," paparnya.
Ade juga mengajak masyarakat mendoakan keselamatan bangsa di tengah berbagai ancaman bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Ia berharap Presiden Prabowo diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas serta membangun bangsa dan negara.
Dalam tausiah, UAS turut mengangkat sejarah dan peradaban Kerajaan Indragiri. Ia menjelaskan bahwa Kerajaan Indragiri memiliki sejarah panjang dan peradaban yang lebih tua dibandingkan Kesultanan Siak.
"Tujuan kita mengetahui ini agar anak-anak Indragiri tahu sejarahnya, tahu dengan jati dirinya," ungkap UAS.
UAS kemudian mengaitkan sejarah kepemimpinan dengan simbol singa. Ia menyebut sejumlah gelar pemimpin di berbagai wilayah yang berkaitan dengan simbol tersebut, termasuk Sisingamangaraja di Tanah Batak dan Lion Heart dalam sejarah Inggris.
"Di Indragiri, rajanya juga bergelar Narasinga," ujarnya.
UAS juga menyoroti kekompakan para pemimpin daerah yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut Bupati Inhu, Kapolres, Dandim serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang mengenakan pakaian putih sebagai simbol kekompakan.
"Insya Allah para pemimpin ini termasuk pemimpin yang taat dan amanah dalam mengemban amanah," jelasnya.
Selain membahas sejarah Indragiri, UAS menguraikan sejumlah persoalan yang berkaitan dengan lima kelompok dalam kehidupan masyarakat, yakni pemimpin, ulama, orang kaya, orang miskin dan generasi muda.
Di penghujung acara, UAS memimpin doa bersama untuk bangsa yang diikuti ribuan jamaah. Salah satu doa yang dipanjatkan ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto agar diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah kepemimpinan dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Indragiri Hulu.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan donasi untuk pembangunan Masjid Jami Rengat. Dari kegiatan tersebut terkumpul infak sebesar Rp110.481.500. Donasi diserahkan langsung oleh Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto kepada Ketua Pengurus Masjid Jami Rengat, Roni Jasman, disaksikan ribuan jamaah yang hadir. ***(guh)