Riauterkini - PEKANBARU - Olahraga Domino Indonesia (Orado) terus mengembangkan sayap di Provinsi Riau. Tak hanya menyasar komunitas, olahraga yang sebelumnya identik dengan permainan di kedai kopi ini mulai diperkenalkan kepada kalangan pelajar sebagai bagian dari upaya menjaring atlet muda.
Hal itu terlihat dalam sosialisasi Orado yang digelar di SMAN 5 Pekanbaru, Jalan Bawal, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.500 siswa dan menjadi salah satu langkah memperkenalkan domino sebagai olahraga prestasi sekaligus mencari bibit atlet muda untuk dipersiapkan menghadapi kompetisi nasional, termasuk target menuju PON 2028.
Sosialisasi disampaikan Ketua DPP Orado Indonesia diwakili Ketua Bidang Humas i Jhon LBF. Kegiatan tersebut turut dihadiri penyanyi Anji yang memberikan hiburan sekaligus motivasi kepada para pelajar.
Hadir pula Ketua Pengprov Orado Riau Welly Syahputra bersama jajaran pengurus serta pengurus Pengcab Orado Kota Pekanbaru, termasuk Pahmijan selaku Ketua Orado Borneo.
Dari acara sosialisasi tersebut, Jhon LBF menjelaskan, perkembangan Orado saat ini tidak lagi sebatas komunitas permainan domino. Secara nasional, PB Orado telah resmi menjadi anggota KONI Pusat setelah keputusan tersebut ditetapkan melalui Rakernas dan Musornaslub KONI 2026.
Menurutnya, status tersebut menjadi momentum untuk membangun pembinaan atlet secara lebih terstruktur, termasuk melalui pembentukan Pengprov, Pengcab, klub serta penyelenggaraan turnamen sebagai sarana seleksi dan pembinaan atlet.
Sebagai informasi, Jhon LBF selain tergabung di PB Orado Indonesia, juga lebih dikenal sebagai penggiat media sosial. "Orado sekarang bukan lagi sekadar permainan. Kita ingin membangun sistem pembinaan atlet yang terstruktur, mulai dari daerah hingga nasional," kata Jhon.
Di Riau, khususnya Pekanbaru, perkembangan Orado juga mulai terlihat dari semakin banyaknya klub dan turnamen yang digelar. Pada Juni 2026, Orado Kota Pekanbaru menggelar Turnamen Club Domino yang diikuti berbagai komunitas. Ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga diarahkan sebagai wadah pembinaan atlet dan memperkuat eksistensi domino sebagai olahraga prestasi.
Selain di tingkat kota, Pengprov Orado Riau juga telah menggelar kejuaraan yang mempertemukan pecinta olahraga domino dari berbagai daerah di Riau.
Jhon mengatakan, perkembangan tersebut menjadi modal penting untuk membangun pembinaan atlet sejak usia muda.
Ia berharap sosialisasi di SMAN 5 Pekanbaru dapat menumbuhkan minat pelajar untuk menekuni domino secara serius dan mengikuti pembinaan melalui klub-klub yang ada.
"Usia 14 sampai 17 tahun kita kategorikan sebagai atlet junior. Setelah itu masuk kategori senior. Karena itu, pelajar menjadi salah satu sasaran penting dalam pembinaan atlet Orado. Kita berharap dari sini lahir atlet-atlet muda Riau yang nantinya bisa menjadi wakil Riau di tingkat nasional," ungkap Jhon LBF lagi.***(mok)