Riauterkini-RENGAT-Seiring dengan kondisi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Dinas Kesehatan (Diskes) Inhu meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan terhadap kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Berdasarkan pemantauan dan pencatatan selama periode Januari sampai dengan Juli 2026 tercatat sebanyak 10.843 kasus ISPA di Inhu.
“Seiring dengan kondisi Karhutla yang berlangsung di wilayah Riau dan potensi dampaknya terhadap kualitas udara serta kesehatan masyarakat, berdasarkan pemantauan dan pencatatan kasus melalui fasilitas pelayanan kesehatan di Inhu, selama periode Januari sampai dengan Juli 2026 tercatat sebanyak 10.843 kasus ISPA di Inhu,” tegas Kadiskes Inhu melalui Sekretaris Diskes Inhu Sandra, SKM.,MKM kepada riauterkinicom, Kamis (13/8/26) melalui selulernya.
Kasus ISPA terbanyak adalah diwilayah kerja Puskesmas Kampung Besar Kota dengan angka mencapai 1807 kasus, Diskes Inhu menegaskan bahwa angka tersebut merupakan keseluruhan kasus ISPA yang tercatat dalam pelayanan kesehatan selama periode tersebut.
“Tidak seluruh kasus ISPA dapat secara langsung dikaitkan dengan paparan asap Karhutla, karena ISPA dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk infeksi, perubahan cuaca, kondisi lingkungan dan faktor risiko lainya. Namun demikian, paparan asap akibat Karhutla dapat meningkatkan resiko gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan. Karena itu Diskes Inhu terus melakukan pemantauan perkembangan kasus ISPA melalui sistim kewaspadaan dini dan respons (SKDR) serta berkoordinasi dengan Puskesmas di seluruh wilayah Inhu,” ungkapnya.
Dari hasil pemantauan mingguan Diskes Inhu juga menunjukan bahwa kasus ISPA tetap menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai, pada minggu epidemiologi ke-21 tahun 2026 misalnya tercatat 290 kasus ISPA, sedangkan pada minggu ke-22 tercatat 329 kasus. Diskes Inhu juga melakukan verivikasi terhadap sinyal peringatan (Alert) ISPA yang muncul, pada periode tersebut tidak ditemukan sinyal yang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Diskes Inhu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika kualitas udara menurun akibat asap Karhutla, dengan mengurangi aktifitas di luar ruangan apabila kondisi udara berasap atau kualitas udara memburuk,” tandasnya.
Diskes Inhu juga mengajak masyarakat untuk memggunakan masker dengan baik ketika harus beraktifitas diluar rumah dan memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kondisi tubuh, menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari paparan asap rokok maupun sumber polusi lainya. Serta meberikan perhatian lebih kepada bayi, Balita, anak anak, lanjut usia, ibu hamil dan masyarakat dengan penyakit pernapasan atau penyakit kronis.
“Segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan, apabila mengalami batuk, pilek, sesak napas, demam, nyeri tenggorokan atau keluhan pernapasan lainya, terutama apabila keluhan semakin berat,” urai nya.
Ditambahkanya, Diskes Inhu bersama jajaran Puskesmas akan terus melakukan surveilans, pemantauan tren kasus ISPA, deteksi dini serta respons kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat dari dampak kesehatan akibat kondisi lingkungan dan Karhutla.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverivikasi serta mengikuti informasi dan imbauan resmi dari pemerintah dan instansi terkait,” jelasnya. *** (guh)