Riauterkini - PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menghadiri kuliah umum bersama Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Okta, yang diselenggarakan oleh Universitas Riau, di Gedung Student Center Kampus Bina Widya, pada Selasa (4/8/26).
Kuliah umum tersebut mengangkat tema "Transformasi Sistem Kesehatan Indonesia Melalui Inovasi, Riset, dan Kolaborasi Perguruan Tinggi", serta dihadiri civitas akademika Universitas Riau, mahasiswa, tenaga pendidik, dan para pemangku kepentingan di bidang kesehatan.
Dalam sambutannya, Plt Gubernur Riau menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Menteri Kesehatan di Provinsi Riau. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan.
"Kehadiran Bapak Wakil Menteri di kampus ini memberikan kesempatan bagi kami untuk mendengar secara langsung arah kebijakan kesehatan nasional, sekaligus melihat berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan dari Provinsi Riau," ujar SF Hariyanto.
Ia menjelaskan, dari sisi pembangunan manusia, Provinsi Riau terus menunjukkan capaian yang positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Riau pada tahun 2025 tercatat mencapai 76,31 poin, melampaui rata-rata nasional sebesar 75,90 poin, sekaligus menempatkan Riau pada peringkat ke-10 dari 38 provinsi di Indonesia.
Di sektor kesehatan, lanjutnya, angka usia harapan hidup masyarakat Riau pada tahun 2025 mencapai 74,74 tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada pada angka 74,47 tahun.
Meski demikian, SF Hariyanto menegaskan masih terdapat sejumlah tantangan yang memerlukan perhatian bersama. Di antaranya prevalensi stunting di Riau yang masih berada pada angka 20,1 persen, persoalan angka kematian ibu dan bayi, pemerataan tenaga kesehatan, penguatan sistem rujukan penyakit tidak menular, hingga peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pesisir.
"Di balik berbagai capaian tersebut, masih terdapat sejumlah indikator yang menjadi perhatian kami. Karena itu, kami membutuhkan pandangan akademik untuk menentukan intervensi yang paling tepat, memahami perbedaan kondisi antarwilayah, serta menilai efektivitas kebijakan yang dijalankan bagi masyarakat," katanya.
Menurutnya, tema kuliah umum tersebut sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Pemerintah daerah menghadirkan berbagai persoalan dan pengalaman di lapangan, perguruan tinggi memberikan kajian ilmiah dan analisis berbasis riset, sementara pemerintah pusat memberikan arah kebijakan serta dukungan terhadap implementasi program nasional.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Riau siap memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi dalam penyusunan agenda riset daerah, khususnya di bidang kesehatan, pelayanan publik, penguatan sistem rujukan, integrasi data, serta pemanfaatan teknologi.
"Kami siap mendukung melalui penyediaan data sesuai ketentuan, memfasilitasi lokasi penelitian, serta membuka ruang diskusi bersama agar hasil-hasil riset dapat menjadi salah satu dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah," terang SF Hariyanto.
Pada kesempatan tersebut, SF Hariyanto juga mengungkapkan bahwa kehadirannya dalam kegiatan itu memiliki makna yang istimewa. Selain menjalankan amanah sebagai kepala daerah, ia juga hadir sebagai mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Riau.
"Kehadiran saya hari ini memiliki dua makna. Pertama, saya menjalankan amanah sebagai kepala daerah. Kedua, saya hadir sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Riau, sebagai mahasiswa pascasarjana yang ingin terus belajar, berdiskusi, dan mencari solusi bersama para akademisi," sebutnya.
Menutup sambutannya, SF Hariyanto menyampaikan harapan agar Program Pascasarjana Universitas Riau terus melahirkan sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Selamat menempuh pendidikan kepada seluruh mahasiswa Program Pascasarjana. Semoga perjalanan akademik ini melahirkan insan-insan hebat yang mampu memberikan manfaat besar bagi pembangunan Provinsi Riau dan Indonesia," harap SF. ***(mok)