Riauterkini - PEKANBARU - Sempena Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Riau dan Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118, RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau menggelar kegiatan transfer ilmu thympanomastoidectomy bersama Rumah Sakit THT-KL Proklamasi Jakarta, Sabtu (1/8/26).
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dengan melibatkan 20 pasien operasi telinga dan didukung sembilan dokter dari RS THT-KL Proklamasi Jakarta yang terlibat langsung dalam penanganan pasien. Perwakilan RS THT-KL Proklamasi Jakarta, dipimpin langsung dr. Soekirman Soekin, Sp.THT-BKL (K), M.Kes.
Direktur RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, Yusi Prastiningsih, menjelaskan kerja sama tersebut telah berlangsung rutin sejak 2016 dan terus dikembangkan setiap tahun.
"Jadi hari ini RSUD Arifin Achmad untuk kesekian kalinya melaksanakan kegiatan bersama Rumah Sakit THT-KL Proklamasi Jakarta. Dari tahun 2016 kita sudah rutin melakukan ini,” ujar Yusi.
Yusi menyebutkan operasi timpanomastoidektomi yang digelar tahun ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-69 Provinsi Riau.
“Kegiatan timpanomastoidektomi ini dilakukan selama dua hari dan menjadi bagian dari rangkaian HUT Riau ke-69,” katanya.
Menurut Yusi, pasien yang mengikuti operasi berasal dari berbagai daerah di Riau, seperti Kuantan Singingi, Pelalawan, Tandun, hingga Pekanbaru. Bahkan, terdapat pasien anak yang sebelumnya telah menjalani operasi telinga kiri dan kini kembali menjalani operasi pada telinga kanan.
Ia juga mengungkapkan prevalensi gangguan THT di Indonesia mencapai 2–4 persen dari jumlah penduduk, sehingga layanan spesialis yang lengkap sangat dibutuhkan masyarakat.
“Teman-teman dokter THT dari Jakarta menyampaikan Riau termasuk daerah yang paling lengkap di Indonesia, baik dari sisi spesialisasi maupun peralatannya, dan paling siap untuk mengadakan megabakti kesehatan,” ujarnya.
RSUD Arifin Achmad, lanjut Yusi, juga tengah mempersiapkan Megabakti Kesehatan THT-KL yang akan digelar pada Oktober 2026 dan melibatkan berbagai subdivisi THT dari seluruh Indonesia.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, seluruh pasien ditanggung melalui BPJS Kesehatan, sementara dukungan operasional dokter dan kegiatan turut dibantu oleh Baznas Provinsi Riau.
Salah seorang orang tua pasien, Upik, mengaku bersyukur anaknya kembali mendapat kesempatan operasi melalui program tersebut. Anak Upik sebelumnya telah menjalani operasi pertama pada Maret 2026 dan menunjukkan hasil yang baik.
“Alhamdulillah operasi yang pertama berhasil. Ini yang kedua kalinya, semoga pendengarannya lebih baik lagi dan lebih sehat,” tuturnya.
Ia menjelaskan awalnya anaknya mengalami keluhan keluar air dan darah dari telinga serta gangguan pendengaran ringan. Setelah berobat ke puskesmas, anaknya dirujuk ke rumah sakit hingga akhirnya mendapatkan penanganan di RSUD Arifin Achmad.
Kegiatan transfer ilmu ini diharapkan tidak hanya membantu pasien mendapatkan layanan operasi telinga secara optimal, tetapi juga meningkatkan kompetensi tenaga medis daerah dalam penanganan kasus THT-KL yang lebih kompleks di Provinsi Riau. ***(mok)