Riauterkini - PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru kembali menorehkan sejarah nasional dalam peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru. Setelah sebelumnya sukses memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui penyajian Kue Talam Durian terpanjang, Sabtu (4/7/2026) malam, Pemko Pekanbaru kembali mencatatkan prestasi dengan menghadirkan 9.184 ASN dan Non ASN yang membaca Surah Al-Mulk secara serentak, sekaligus mengantarkan Pekanbaru meraih Rekor MURI.
Ribuan peserta memadati pelataran Masjid Agung An-Nur Pekanbaru dengan balutan busana putih. Lantunan Surah Al-Mulk bergema serempak, menghadirkan suasana religius yang khidmat dan menjadi pemandangan bersejarah di ibu kota Provinsi Riau.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan semata-mata untuk mengejar rekor, melainkan bagian dari ikhtiar membangun budaya birokrasi yang berlandaskan nilai-nilai Al-Quran.
“Surah Al-Mulk dikenal sebagai Al-Mani’ah, yaitu surah yang menjadi pelindung dari siksa kubur. Kami ingin kesibukan sebagai pelayan masyarakat tidak membuat ASN melupakan bekal akhirat. Rekor ini hanyalah catatan sejarah, sedangkan tujuan besarnya adalah menghadirkan aparatur yang berintegritas, amanah, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bekerja,” ujar Agung Nugroho.
Menurutnya, Surah Al-Mulk mengajarkan bahwa seluruh kekuasaan adalah milik Allah SWT. Nilai tersebut menjadi pengingat bagi setiap aparatur bahwa jabatan hanyalah amanah yang suatu saat akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
“Semoga gerakan ini tidak berhenti pada malam ini. Kami ingin budaya mengaji terus hidup di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia,” tambahnya.
Atas capaian tersebut, Museum Rekor Indonesia (MURI) secara resmi menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru sebagai penyelenggara kegiatan membaca Surah Al-Mulk secara serentak dengan jumlah peserta terbanyak.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tabligh akbar yang disampaikan dai nasional Ustadz Das’ad Latif. Dalam tausiahnya, ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Pekanbaru yang menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari penguatan karakter aparatur sipil negara.
“Pegawai yang rajin mengaji, insyaAllah tidak akan mau korupsi. Pegawai yang memahami Surah Al-Mulk akan sadar bahwa kekuasaan hanyalah milik Allah, sehingga akan rendah hati dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujar Ustadz Das’ad yang disambut antusias ribuan jamaah.
Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, Pemerintah Kota Pekanbaru juga membagikan berbagai hadiah melalui pengundian, termasuk tiga paket ibadah umrah bagi ASN yang beruntung.
Rekor MURI membaca Surah Al-Mulk secara serentak ini menjadi Rekor MURI ketiga yang berhasil diraih Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Pekanbaru sukses memecahkan Rekor MURI melalui penyajian Kue Talam Durian terpanjang pada rangkaian Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242. Pada tahun sebelumnya, Pekanbaru juga berhasil mencatatkan Rekor MURI melalui pasangan pengantin berbusana adat Melayu terbanyak dalam kegiatan nikah massal gratis yang diikuti oleh 71 pasangan pengantin.
Tiga Rekor MURI tersebut menggambarkan komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menghadirkan program-program yang tidak hanya bersifat monumental, tetapi juga memiliki nilai budaya, sosial, dan spiritual. Mulai dari pelestarian adat Melayu, pelayanan sosial kepada masyarakat melalui nikah massal, hingga penguatan karakter aparatur melalui gerakan mengaji Al-Qur’an.
Di bawah kepemimpinan Agung Nugroho, pembangunan Kota Pekanbaru tidak hanya diarahkan pada kemajuan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan identitas budaya Melayu serta nilai-nilai keislaman sebagai fondasi dalam mewujudkan Pekanbaru Berbudaya, Maju, dan Sejahtera. ***(mok)