Riauterkini - PEKANBARU - PTPN IV PalmCo melalui entitasnya di Bumi Lancang Kuning, Riau, kembali mengukir catatan positif kala tanaman sawit muda hasil peremajaan kebun inti di sejumlah kebun PTPN IV Regional III berhasil memulai fase panen pada usia 2,5 tahun atau pada saat usia tanaman belum menghasilkan (TBM-3).
Tidak hanya berhasil panen lebih cepat, hamparan sawit muda dengan total 2.032,76 hektare tersebut juga diproyeksikan mampu menghasilkan produktivitas tandan buah segar di atas standar nasional mencapai 7,52 ton, jauh dari standar nasional yang berkisar 3-4 ton.
"Capaian ini hampir dua kali lipat dibanding rerata nasional untuk usia tanam serupa yang hanya sekitar 3–4 ton per hektare," kata Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso disela-sela panen perdana di Kebun Sei Siasam, Rokan Hulu, Riau, awal pekan ini.
Didampingi Operation Head PTPN IV Regional III Sori Ritonga, Bambang melangsungkan panen perdana di Kebun Sei Siasam dengan total luas mencapai 597,89 Ha. Areal tersebut terbagi di Afdeling 1 dan Afdeling 2, dengan produktivitas mencapai 7,83 ton/Ha.
Ia mengatakan bahwa Sei Siasam menjadi salah satu kebun di PTPN IV Regional III yang terus konsisten melangsungkan transformasi, yang dibuktikan dengan menjadi salah satu kebun terluas dalam melangsungkan peremajaan pada Desember 2023 serta berhasil melangsungkan panen perdana dengan usia tanaman sangat cepat.
"Dari 2.032,76 Ha kebun sawit yang kita remajakan serentak ini, 597 Ha diantaranya berada di Sei Siasam. Dan hasilnya juga luar biasa, mencapai 7,83 ton/Ha. Selanjutnya kita challange ke 8 ton," tutur pria berkacamata itu.
Selain di Sei Siasam, panen perdana juga dilangsungkan di sejumlah titik secara serentak. Di Kebun Air Molek II, Kabupaten Indragiri Hulu, kegiatan panen perdana di hamparan sawit muda seluas 535,59 Ha dihadiri langsung oleh Business Support Head Achmedy Akbar. Tidak jauh berbeda dengan di Sei Siasam, protas TBS di Air Molek II juga tercatat cukup membanggakan mencapai 8,13 ton/ha.
Selanjutnya, kegiatan panen perdana juga turut berlangsung di Kebun Terantam dengan total luas areal mencapai 329,66 Ha serta protas TBS tercatat mencapai 7,10 ton/Ha. Begitu juga di Kebun Lubuk Dalam dengan total areal mencapai 457,45 Ha, Sei Buatan dengan areal seluas 76,93 Ha, serta Sei Berlian dengan areal mencapai 37,04 Ha.
Bambang menjelaskan bahwa program peremajaan ini juga sebagai bentuk inisiatif PTPN IV Regional III dalam mendukung target produktivitas yang ditetap oleh Sub Holding PTPN IV PalmCo sebesar 7 ton CPO per hektare per tahun. Target itu sekaligus menjadi pilot project bagi Regional III untuk menunjukkan perbaikan signifikan di tingkat teknis dan manajerial.
Ia bilang, peningkatan produktivitas akan dicapai melalui pengelolaan agronomi presisi yang didukung dengan teknis budidaya yang baik serta inisiatif digitalisasi.
"Fokus kami bukan hanya pada kuantitas, tetapi juga kualitas. Setiap hektare yang diremajakan harus dikelola dengan disiplin tinggi agar menghasilkan rendemen dan produktivitas maksimal,” tuturnya.
Lebih jauh, Operation Head PTPN IV Regional III Sori Ritonga menambahkan bahwa langkah replanting ini menjadi bagian dari komitmen entitas terhadap Sustainable Palm Oil Management, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance dan sertifikasi RSPO/ISPO yang terus diperkuat oleh PTPN Group.
“Menanam kembali artinya kita menanam harapan baru, untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar kebun,” ujar Sori.
Senada, Business Support Head Achmedy Akbar mengatakan bahwa program peremajaan ini turut menjadi momentum untuk merawat semangat selurun insan planters. "Momentum ini juga harus kita jadikan kesempatan untuk untuk turut meremajakan semangat kita. Memperbarui cara kerja kita, pola kita, sebagai bagian dari semangat perbaikan yang kita usung tiga tahun terakhir ini,” tutur Achmedy.
Untuk diketahui, PTPN IV Regional III saat ini menjadi pilot project mencapai produktivitas crude palm oil (CPO) sebesar 7 ton per hektare. Produktivitas CPO merupakan indikator untuk mengukur kemampuan produksi setiap hektare perkebunan sawit dalam menghasilkan minyak sawit dalam kurun waktu satu tahun. Secara nasional, produktivitas CPO ton perhektare berkisar di angka 3-4 ton. Sementara, PTPN IV Regional III mencapai 5,06 ton perhektare dan menuju target 7 ton perhektare.***(Rls)