Riauterkini-SIAK – Suasana mencekam menyelimuti pemukiman warga di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, tepatnya di Dusun Mekar Jaya jalan lintas nasional Perawang-Buton RT 14 RW 04, di sekitar kawasan SPBU Km 9.
Konflik antara manusia dan satwa liar jenis Harimau Sumatera kian memuncak. Bukan sekadar kabar burung, predator puncak tersebut kini mulai berani menampakkan diri tepat di depan pintu dan jendela rumah warga, memicu teror psikologis yang mendalam.
Rumah salah seorang warga setempat Masruri (50), sudah 2 kali didatangi hewan dipanggil “Datuk“ atau “Beliau” oleh warga setempat, target harimau tersebut kambing ternak Masruri, yang kandangnya berada dibelakang rumahnya.
Tanggal 23 Januari lalu, dua ekor kambing Masruri berhasil dimangsa predator puncak tersebut, tidak cukup sampai disitu, tanggal 6 Februari lalu, hewan yang dilindungi itu kembali datang mencoba memangsa kambing Masruri.
Namun saat itu, Istri Masruri awalnya mendengar hewan ternaknya gelisah, ia melihat kembali melalui balik jendela.
Istri Masruri awalnya melihat bayangan, kemudian ia melihat sesosok hewan tepat di balik jendela belakang rumah Masruri.
“Beliau tu datang, beliau tu datang”. Beliau yang dimaksud istri Masruri itu adalah Harimau Sumatera, kemudian anak Masruri yang bernama Yudi membawa senter, dan menyoroti objek yang disebut “Beliau” itu berada di balik jendela.
Seekor Harimau Sumatera berukuran sedang, menatap tajam ke arah sorotan lampu senter Yudi, sontak membuat kaget ibu dan anak tersebut.
Dengan alat seadanya, seperti panci dan kaleng, yudi dan ibunya memukulnya berharap dengan suara benda-benda tersebut membuat harimau itu lari.
Setelah diusir dengan kebisingan, harimau tersebut terlihat pergi menuju arah jalan raya. Seorang pengendara mobil yang melintas di dekat SPBU setempat sempat melihat harimau tersebut menyeberang jalan dan segera memperingatkan anak-anak tetangga yang sedang berjalan kaki agar menjauh dari lokasi.
“Itu kali terakhir kami melihatnya,” kata Masruri, ketika diwawancara riauterkini.com, Rabu (11/2/26).
Masruri mengatakan, kambing ternak miliknya sudah 2 ekor menjadi mangsa harimau. Kejadian itu terjadi 23 Januari lalu.
“Kami saat ini dihantui ketakutan. Masyarakat disini tidak berani keluar malam, tidak berani ke kebun,” kata Masruri.
Walaupun dihantui ketakutan, Masruri tetap pergi mencari rumput kambing, jadwalnya pagi dan sore. Meskipun dihantui rasa takut.
Tidak hanya Masruri saja mendapat teror dari satwa liar tersebut, sejumlah warga sekitar juga mengaku pernah melihat Harimau Sumatera, dan bahkan sudah juga memangsa hewan ternaknya.
Keresahan serupa dirasakan karyawan SPBU, dan warga yang memiliki fasilitas kamar mandi di luar bangunan utama rumah. Mereka terpaksa membatasi aktivitas fisik karena merasa nyawa mereka terancam setiap kali matahari terbenam.
Saat ini, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah memasang dua kamera trap di dekat kandang kambing milik Masruri.***(adji)