Riauterkini-PEKANBARU-Membutuhkan waktu lebih kurang 16 tahun sejak 2010 silam, pendidikan vokasi di Bumi Lancang Kuning terus mengalami perkembangan dan kemajuan. Hal itu tak lepas dari peran penting tim Main Dealer Honda wilayah Riau, Capella Dinamik Nusantara (CDN) dalam mensupport program yang diinisiasi oleh PT Astra Honda Motor (AHM) tersebut.
Di 2010 dulu, terbentuknya pendidikan vokasi di Riau diawali dengan kerjasama antara Capella Honda dengan beberapa SMK Mitra Binaan yang sudah memiliki jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Hanya saja jumlahnya masih sangat sedikit, baru tiga sekolah yakni SMKN 5 Pekanbaru, SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru dan SMK Teknologi Balam, Kabupaten Rohil. Namun seiring berjalannya waktu dan berkat dukungan dari Capella Honda yang mengakomodir program pendidikan vokasi di Riau, jumlah SMK TBSM itupun semakin bertambah. Hingga tahun 2026 sudah berjumlah 27 SMK.
Meski keberadaan SMK Mitra Binaan tersebut telah bertambah dan terus berkembang, tentu ada perjuangan yang tidak mudah untuk mewujudkan semua hal itu. Bahkan demi kemajuan pendidikan vokasi di Riau, tim dari Capella Honda rela menempuh perjalanan jauh hingga ke pelosok dan daerah terluar untuk mengunjungi dan memberikan pelatihan ataupun pembinaan di lokasi SMK TBSM di setiap kabupaten/kota di Riau.
"Kalau untuk menempuh perjalanan ke SMK TBSM di Pekanbaru sangat mudah karena akses transportasinya juga tidak sulit, tapi untuk di wilayah yang jauh, seperti Tembilahan (Kabupaten Inhil), Rengat (Inhu), Pulau Bengkalis (Bengkalis), Dalu-dalu (Rohul), kami harus menempuh lokasi sampai ke pelosok-pelosok dan daerah terluar. Bahkan di Kabupaten Meranti, kami belum memiliki SMK Mitra Binaan. Tahun (2026) ini kami juga sedang merencanakan penambahan (SMK TBSM) di Kepulauan Bengkalis," kata Vocational Officer Capella Honda, Lahdi Pekbar Putra menceritakan pengalamannya kepada riauterkini.com, Senin (12/01/26).
Lahdi menuturkan, kunjungan ke SMK TBSM itupun wajib dilakukannya setiap bulan. Menurutnya, setiap bulannya ia dan tim Capella Honda minimal melakukan kunjungan dua kali. Dimulai dari sekolah terdekat hingga akhirnya ke sekolah yang jauh di pelosok daerah. Semua itu dilakukannya tak hanya sekedar sebagai tanggung jawab pribadi, tapi juga sudah menjadi komitmen Capella Honda untuk mendukung dan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Provinsi Riau.
"Sudah menjadi komitmen kami (Capella Honda) mendukung peningkatan serta kualitas pendidikan vokasi di wilayah Riau. Ini juga wujud implementasi Sinergi Bagi Negeri Capella Honda bagi dunia pendidikan," tegasnya.
Dia menjelaskan, hingga tahun 2026, SMK di Provinsi Riau yang sudah menjadi sekolah vokasi binaan PT AHM berjumlah 27 sekolah. Terdiri dari 6 SMK dengan grade A+, lalu 11 SMK dengan klasifikasi A dan 10 SMK dengan grade B. Kemudian untuk SMK dengan klasifikasi grade B, sudah memiliki 4 ruang kerja. Namun ruang engine dan kelistrikan masih bercampur menjadi satu saat digunakan. Sedangkan SMK grade A, memiliki 4 ruang kerja, hanya saja ruang engine dan ruang kelistrikan yang digunakan sudah saling terpisah. Sementara SMK grade A+ memiliki 6 ruang kerja, ruang engine dan kelistrikan terpisah seluruhnya dan tidak bercampur.
Adapun ke 27 SMK Mitra Binaan itu adalah grade A+ terdiri dari 6 sekolah yakni, SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru, SMKN 5 Pekanbaru, SMK Teknologi Balam (Kabupaten Rohil), SMKN 3 Mandau (Bengkalis), SMKN 1 Tuah Kemuning (Inhil) dan SMKN 1 Mempura (Kabupaten Siak).
Lalu di klasifikasi grade A terdiri dari 11 sekolah yaitu SMKN 1 Mandau (Bengkalis), SMKN 1 Rambah (Rohul), SMKN 1 Bangkinang (Kampar), SMK Multi Mekanik Masmur Pekanbaru, SMK Hasanah Pekanbaru, SMK Taruna Pekanbaru, SMKN 2 Dumai (Kota Dumai), SMKN 1 Pangkalan Lesung (Pelalawan), SMKN 1 Tapung (Kampar), SMKN 1 Singingi Hilir (Kuansing) dan SMKN 1 Tambusai (Rohul).
Selanjutnya grade B terdiri dari 10 sekolah, yaitu SMKN 1 Ukui (Inhu), SMKN 1 Bangko (Rohil), SMKN 2 Pinggir (Bengkalis), SMKN 1 Taluk Kuantan (Kuansing), SMKN 1 Siak Kecil (Siak), SMKN 1 Tandun (Rohul), SMKN 2 Tembilahan (Inhil), SMK Taruna Satria Pekanbaru, SMKN 1 Pangkalan Kerinci (Pelalawan) dan SMK Sultan Syarif Qasim (SSQ) Kandis (Kabupaten Siak).
"Khusus tenaga pendidik atau guru, di SMK grade B minimal harus memiliki 2 guru TBSM dan cukup dengan sertifikasi Bronze, tidak perlu Silver. Kalau SMK grade A minimal harus memiliki 4 guru TBSM dengan sertifikasi 1 Silver dan 2 Bronze. Sedangkan SMK grade A+ harus punya minimal 6 guru TBSM dengan sertifikasi 3 Silver," tutupnya.***(gas)