
Riauterkini-PEKANBARU-Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Riau, PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) atau Capella Honda semakin menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Bumi Lancang Kuning. Komitmen itupun dilakukan oleh CDN dengan merencanakan penambahan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) yang merupakan bagian program pendidikan vokasi dari PT Astra Honda Motor (AHM).
"Tahun 2026 ini kemungkinan akan ada penambahan (SMK TBSM) di Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Di Pulau Meranti, kita juga belum memiliki SMK binaan. Namun kita prioritaskan dulu penambahan di Pulau Bengkalis. Sudah kita ajukan dan tinggal menunggu approve atau persetujuan dari AHM. Keputusannya dari AHM," ujar Vocational Officer Capella Honda, Lahdi Pekbar Putra ketika berbincang dengan riauterkini.com, Jumat (09/01/26).
Lahdi menjelaskan, program vokasi itu sendiri dikembangkan langsung oleh PT AHM dan diakomodir oleh Main Dealer di setiap regional, termasuk di Riau. Pengajuan sekolah TBSM sebagai sekolah vokasi tersebut, kata dia lagi, tentunya juga tidak sembarangan. Harus ada standarisasi yang dimiliki oleh sekolah yang bersangkutan, standarisasi tenaga pendidik atau guru dari sekolah serta klasifikasi sekolah dengan grade A+. Apabila sudah mendapatkan kuota untuk pengajuan, nantinya AHM juga lah yang memberikan keputusan layak atau tidaknya sekolah tersebut menjadi bagian dari sekolah vokasi.
"Ada 4 tujuan dari program vokasi ini yakni untuk mewujudkan transfer pengetahuan dan dan teknologi sepeda motor Honda di SMK binaan. Dari program vokasi ini, kita menciptakan SDM dan mainpower untuk jaringan Astra Honda Authorized Service Station (AHASS). Kedua, sebagai kebutuhan industri, artinya jaringan AHASS kita wajib menerima lulusan dari SMK binaan. Selanjutnya potensial market dan keempat adalah menciptakan sinergi dengan pemerintah, pusat maupun daerah," tuturnya.

Menurutnya, hingga 2026, SMK di Provinsi Riau yang sudah menjadi sekolah vokasi binaan PT AHM berjumlah 27 sekolah yang terdiri dari 6 SMK dengan grade A+, lalu 11 SMK dengan klasifikasi A dan 10 SMK dengan grade B. Dijelaskan Lahdi, untuk SMK dengan klasifikasi grade B, sudah memiliki 4 ruang kerja. Namun ruang engine dan kelistrikan masih bercampur menjadi satu saat digunakan. Sedangkan SMK grade A, memiliki 4 ruang kerja, hanya saja ruang engine dan ruang kelistrikan yang digunakan sudah saling terpisah. Sementara SMK grade A+ memiliki 6 ruang kerja, ruang engine dan kelistrikan terpisah seluruhnya dan tidak bercampur.
"Apabila ada penambahan SMK dan kenaikan grade, Main Dealer akan support unit dan tools. Selain itu kita juga support dengan aktivitas pembinaan dan pelatihan, terutama untuk guru. Pelatihan guru modul dasar, modul satu sampai tiga. Setelah modul dasar ada sertifikasi tahap I atau sertifikasi bronze. Setelah itu akan ada pelatihan modul lanjutan, modul 3 sampai 6. Baru setelah itu sertifikasi silver. Kita support juga kurikulum, kurikulum kita sudah ada penyelarasan dengan kementerian pendidikan. Kurikulum dari AHM. Jadi lulusan SMK TBSM nantinya akan menjadi teknisi dan mekanik," jelasnya panjang lebar.
Lahdi mengatakan, setiap tahunnya, Main Dealer juga mengadakan agenda tahunan bernama Festival Vokasi. Pada festival tersebut siswa dan tenaga pendidik/guru akan mengikuti kontes dalam bentuk ujian teori dan praktek. Untuk guru, akan diuji 4 kategori yaitu praktek ajar, teori, praktek meja dan perawatan motor berkala. Sementara untuk siswa ada tiga kategori yang dinilai dan diujikan, meliputi teori, praktek meja serta peratawan motor berkala. Dari festival itu, juara I di tingkat regional nantinya akan dikirim ke tingkat nasional untuk mengikuti Festival Vokasi level nasional.
"Kita juga ada target pembinaan, target service. Magang kita fasilitasi. Kita juga sudah MoU dengan Dinas Pendidikan kota maupun provinsi. Kerjasama itu melibatkan 4 pilar, dari Dinas Pendidikan, dari SMK, Main Dealer (CDN) dan PT AHM," tutupnya.***(gas)