Riauterkini - PEKANBARU - Pelaksana Tugas Gubernur Riau (Plat Gubri) SF Hariyanto, menegaskan komitmennya untuk mewujudkan mimpi menghadirkan jalan-jalan lebar dan lancar tanpa kemacetan di Kota Pekanbaru. Sejumlah ruas strategis direncanakan akan diperlebar sebagai langkah antisipasi lonjakan volume kendaraan di masa depan.
SF Hariyanto menyampaikan, persoalan kemacetan tidak bisa ditangani secara parsial. Dibutuhkan keberanian mengambil keputusan sejak dini, dengan perencanaan matang dan berbasis aturan.
“Kalau tidak kita mulai sekarang, kapan lagi? Kalau takut berbuat, mana ada obatnya rasa takut,” tegas SF Hariyanto, disela meninjau Jalan Lintas Pekanbaru - Siak, Selasa (6/1/26).
Salah satu ruas jalan yang bakal diperlebar adalah HR Soebrantas. Jika tidak ada aral melintang akan sudah dimulai tahun ini juga. Jalan ini diproyeksikan menjadi akses keluar-masuk utama jalan lingkar Pekanbaru.
Jalan ini memiliki akses langsung ke jalan tol baik dari arah Dumai mau pun jalur dari Rengat. Selain itu, HR Soebrantas juga menjadi akses utama dari arah jalan nasional dari Sumatera Barat.
“Sekencang apa pun kita dari Payakumbuh, begitu sampai di Jalan Soebrantas, pasti macet,” ungkapnya.
Untuk mendukung rencana tersebut, SF Hariyanto mengaku telah berkomunikasi dengan Rektor Universitas Riau (Unri) dan Universitas Islam Negeri (UIN). Kedua institusi tersebut bersedia menghibahkan sebagian lahannya untuk kepentingan pelebaran jalan.
“Nanti kita buatkan prototipenya. Lebar jalan 11 sampai 12 meter, paritnya tiga meter,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian lahan di Jalan Soebrantas sebelumnya sudah dibebaskan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru pada masa Wali Kota Firdaus, khusus untuk jalur lambat. Nantinya, jalur tersebut akan disatukan agar jalan menjadi lebih lebar dan representatif.
Selain itu, jalan lainya yang akan diperlebar adalah Jalan Sisingamangaraja khususnya di sekitaran kediaman dinas Wakil Gubernur Riau. Pelebaran jalan ini akan dibuat persis seperti jalan Sultan Syarif Kasim di samping Mesjid Raya Annur.
Selain pelebaran jalan, juga penataan untuk memperindah konsep jalanan kota. Sehingga siapa pun melintasi jalan ini tak hanya merasakan kenyamanan tapi juga bebas kemacetan.
“Inilah investasi untuk anak cucu kita ke depan. Kita harus berani berbuat demi masa depan Riau,” tutup SF Hariyanto.
Ruas jalan lainya juga yang akan menjadi perhatian adalah Jalan Cut Nyak Dien. Namun bukan untuk memperlebar dengan ruas yang sudah ada. Tetapi jalan ini akan menjadi jalan alternatif untuk memecah konsentrasi kepadatan kendaraan di Jalan Sudirman.
Diwacanakan, kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang ada di jalan ini akan dipindahkan ke lokasi lain. Sementara di atas lahan ini akan di jadikan akses jalan lebar menuju Jalan Pepaya.
Tak hanya itu, sejumlah titik kemacetan di kawasan kota khsusnya di ruas jalan provinsi dan nasional akan ditata kembali. ***(mok)
***(mok)