Riauterkini - PEKANBARU– Ikatan Ahli Boga (Ikaboga) Indonesia DPD Riau menorehkan prestasi membanggakan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikaboga yang berlangsung di arena Krista Interfood, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten, 4–7 November 2026.
Tidak hanya membawa pulang satu penghargaan, Ikaboga Riau berhasil meraih dua gelar juara sekaligus, yakni Juara 1 pentas seni melalui penampilan tari Zapin dan Juara 1 lomba pembuatan konten yang diraih Ir. Hj. Fatia Ulfah, M.Si.
Selain lomba pembuatan konten dan pentas seni, DPD Ikaboga Riau juga mengikuti sejumlah kegiatan lainnya, yakni lomba memasak talam ubi menggunakan produk Rose Brand serta Parade Pakaian Daerah. Keikutsertaan dalam berbagai cabang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kuliner dan budaya daerah sekaligus menunjukkan kiprah Ikaboga Riau dalam memeriahkan Rakernas tingkat nasional.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi delegasi Riau. Terlebih, keikutsertaan DPD Ikaboga Riau dalam pentas seni tingkat nasional tersebut merupakan pengalaman pertama sejak organisasi itu mengikuti kegiatan Rakernas.
Ketua DPD Ikaboga Riau, Puan Dinawati, mengatakan, keberhasilan meraih dua gelar juara merupakan hasil kerja sama dan kekompakan seluruh anggota yang membawa nama daerah di tingkat nasional.
"Alhamdulillah, Ikaboga Riau berhasil meraih dua juara. Juara 1 pentas seni dengan menampilkan tari Zapin dan Juara 1 lomba membuat konten atas nama Ibu Hj. Fatia Ulfah," ucapnya, Ahad (8/11/2026).
Menurut Puan Dinawati, pencapaian pada pentas seni terasa istimewa karena Riau baru pertama kali ikut tampil dalam agenda tersebut. Dari 13 provinsi yang berpartisipasi, penampilan tari Zapin yang dibawakan delegasi Riau berhasil menjadi yang terbaik.
Ia menjelaskan, Rakernas Ikaboga bukan agenda tahunan. Sesuai ketentuan organisasi, kegiatan tingkat nasional tersebut dilaksanakan setiap dua tahun sekali.
Karena itu, momentum Rakernas tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga kesempatan bagi setiap daerah memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi kuliner masing-masing.
Puan Dinawati berharap prestasi tersebut menjadi penyemangat bagi DPD Ikaboga Riau untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas organisasi, khususnya dalam mengembangkan ilmu serta keterampilan tata boga bagi seluruh anggota dan pecinta boga.
"Kami berharap ilmu dan keahlian tata boga dapat ditularkan dengan baik kepada seluruh anggota. Selain itu, makanan khas daerah juga harus terus digali, dilestarikan, dan dikembangkan agar semakin dikenal luas," ujarnya.
Salah satu upaya yang kini tengah digiatkan Ikaboga Riau adalah melestarikan dan mengembangkan nasi kunyit sebagai alternatif pengganti tumpeng dalam berbagai kegiatan formal pemerintahan maupun hajatan masyarakat.
Menurut Puan Dinawati, nasi kunyit memiliki potensi menjadi simbol kuliner daerah yang dapat ditampilkan dalam berbagai kegiatan resmi.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan identitas dan kebanggaan terhadap kekayaan kuliner Melayu Riau.
"Jangan sampai kuliner khas daerah hanya menjadi pelengkap. Kita ingin makanan tradisional kita semakin dikenal, dikembangkan, dan menjadi tuan di negeri sendiri," ungkapnya. ***(rls/mok)