Riauterkini-BENGKALIS – Siti Mutiara Pertiwi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Perempuan Bangsa (PB) Kabupaten Bengkalis periode 2026-2031. Ia ditetapkan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Perempuan Bangsa, Sabtu (7/11/26) di Bengkalis.
Proses pemilihan dipimpin Bendahara DPW Perempuan Bangsa Provinsi Riau, Misnawati, bersama Iriana. Seluruh tahapan persidangan berlangsung lancar dan tertib hingga penetapan ketua terpilih.
Ketua DPC PKB Bengkalis, Irmi Syakip Arsalan yang hadir dalam pembukaan Muscab mengatakan, pembentukan badan otonom (Banom) menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi dan pergerakan partai hingga ke tingkat bawah.
Ketua Fraksi PKB DPRD Bengkalis ini menyebutkan, pihaknya menargetkan seluruh badan otonom partai dapat terbentuk pada 2026. Setelah sebelumnya membentuk Garda Bangsa, pembentukan Perempuan Bangsa menjadi langkah berikutnya untuk merealisasikan target tersebut.
"Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan Muscab Perempuan Bangsa sebagai upaya menjalankan perintah DPP dan DPW PKB Provinsi Riau," ujarnya.
Menurut Irmi, Perempuan Bangsa memiliki posisi strategis dalam memperkuat peran perempuan di bidang politik dan demokrasi. Kaum perempuan tidak hanya berperan dalam proses politik, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam membangun kesejahteraan masyarakat.
Ia mengibaratkan perempuan sebagai salah satu penyangga utama tegaknya sebuah bangsa. Dari perempuan lahir generasi penerus, tumbuh pendidikan dalam keluarga, terbentuk karakter masyarakat hingga berkembang sebuah peradaban.
Karena itu, ia berharap Perempuan Bangsa tidak sekadar menjadi organisasi pelengkap struktur partai, tetapi mampu menjadi wadah yang mendorong keterlibatan perempuan Bengkalis untuk mengisi posisi strategis, baik di pemerintahan maupun berbagai bidang pengabdian kepada masyarakat.
"PKB sejatinya bukan hanya partai yang mengejar peningkatan elektoral, mendapatkan suara dan kursi DPRD sebanyak-banyaknya. PKB adalah gerakan politik sosial yang menginginkan kader-kadernya memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Bendahara DPW Perempuan Bangsa Provinsi Riau, Misnawati, mengingatkan bahwa Perempuan Bangsa harus menjadi motor penggerak keadilan sekaligus organisasi yang hadir dan bekerja bersama masyarakat.
Menurutnya, berbagai gerakan yang telah dilakukan, mulai dari pendidikan kader, pendidikan politik, gerakan antikekerasan seksual, kegiatan sosial, penghijauan hingga bidang pendidikan dan kesehatan, menjadi bukti bahwa Perempuan Bangsa merupakan organisasi yang hidup dan tumbuh bersama masyarakat.
Menghadapi Pemilu 2029, Misnawati mengajak seluruh kader untuk bergerak lebih aktif dengan memperluas jangkauan organisasi melalui semangat bergerak bersama dan berdaya bersama.
"Perempuan Bangsa harus mampu merangkul berbagai kelompok perempuan, mulai dari pelaku UMKM, aktivis perempuan, kelompok profesi hingga ibu rumah tangga," katanya.
Selain itu, organisasi tersebut diminta membuka ruang lebih luas bagi generasi muda, mahasiswa, kaum milenial dan Gen Z agar Perempuan Bangsa menjadi wadah yang inklusif dan adaptif. Tak kalah penting, Perempuan Bangsa diharapkan mampu menjangkau perempuan lintas agama, suku dan budaya dengan menjadikan nilai kemanusiaan sebagai landasan gerakan.
"Perempuan Bangsa harus menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi seluruh perempuan Indonesia. Gerakan kita di bidang kesehatan, pendidikan dan advokasi harus mampu melintasi sekat perbedaan," pesannya.
Misnawati juga menegaskan bahwa penguatan struktur organisasi menjadi pekerjaan penting bagi seluruh kader. Sebab, gerakan sosial dan advokasi yang selama ini dilakukan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan organisasi, tetapi dapat diperjuangkan menjadi kebijakan daerah maupun regulasi yang memberikan perlindungan dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bertekad Besarkan Organisasi
Sementara itu, Siti Mutiara Pertiwi menyatakan tekadnya untuk membesarkan Perempuan Bangsa di Negeri Junjungan. Putri mantan Bupati Bengkalis, Syamsurizal, ini ingin menjadikan Perempuan Bangsa sebagai organisasi yang ramah, terbuka dan nyaman bagi seluruh kader maupun perempuan di Kabupaten Bengkalis.
"Alhamdulillah, hari ini saya terpilih dan diamanahkan menjadi Ketua Perempuan Bangsa Kabupaten Bengkalis. Harapannya, ke depan mandat ini bisa dijalankan dengan lebih baik dan tentunya PKB semakin dikenal oleh masyarakat Kabupaten Bengkalis," ungkapnya.
Mutiara menambahkan, Perempuan Bangsa Bengkalis ke depan akan memperluas jangkauan organisasi dengan merangkul lebih banyak kader dan kelompok perempuan. Ia berharap organisasi tersebut tidak hanya berkembang secara struktural, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
"Harapan saya, Perempuan Bangsa benar-benar menjadi organisasi yang dicintai dan dikenal oleh seluruh perempuan di Kabupaten Bengkalis," pungkasnya.
Selain penetapan Siti Mutiara Pertiwi sebagai Ketua Perempuan Bangsa, sidang Muscab menetapkan Yuni Mahendra sebagai Sekretaris dan Surya Maulina sebagai Bendahara Perempuan Bangsa Kabupaten Bengkalis.***(dik/rls)