Riauterkini-BENGKALIS– Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bengkalis menggelar bedah buku dan diskusi bertema Sosialisme Islam di salah satu hotel di Bengkalis, Sabtu (7/11/26) pagi.
Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta yang terdiri dari kalangan mahasiswa serta utusan sejumlah organisasi. Diskusi menghadirkan dua narasumber, yakni Ruliono, S.Sos., M.Si, penggiat pendidikan dan pemberdayaan, serta Khairul Saleh, Sekretaris Eksekutif Bahtera Melayu.
Ketua DPC PKB Kabupaten Bengkalis, Irmi Syakip Arsalan, dalam sambutannya mengatakan, momentum 28 tahun perjalanan PKB menjadi kesempatan untuk merefleksikan sekaligus mengoreksi perjalanan reformasi, khususnya terkait tata kelola sumber daya alam dan keadilan ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam harus benar-benar mampu menjadi instrumen untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Perjalanan reformasi harus kita koreksi. Misalnya, tata kelola sumber daya alam kita, apakah sudah memenuhi rasa keadilan dan apakah sudah efektif menjadi instrumen untuk mewujudkan kemandirian ekonomi serta kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Ia menilai, berbagai persoalan yang muncul saat ini perlu segera dievaluasi, dikoreksi, dan dibenahi agar bangsa Indonesia mampu menghadapi tantangan ke depan, baik di bidang ekonomi, politik, sosial maupun kebudayaan.
Atas dasar pemikiran tersebut, PKB di seluruh Indonesia melakukan terobosan untuk mengembalikan semangat ekonomi yang sesuai dengan amanat konstitusi. Upaya ini diharapkan menjadi salah satu solusi terhadap berbagai penyimpangan dalam perjalanan pembangunan bangsa.
Dalam bedah buku itu, peserta diajak mendalami pemikiran tokoh-tokoh besar, di antaranya HOS Tjokroaminoto dan Ali Syariati, yang gagasan-gagasannya dinilai masih relevan dengan berbagai persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.
"Kita mengangkat tema Sosialisme Islam sebagai upaya mengembalikan tradisi intelektual kita yang selama ini sangat berkurang, bahkan mengalami degradasi. Pemikiran tokoh-tokoh besar yang seakan sudah kita tinggalkan sesungguhnya masih sangat kontekstual dengan kondisi hari ini," ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun gerakan mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada aksi, tetapi juga ditopang kekuatan pemikiran dan landasan intelektual yang kokoh.
Menurutnya, gerakan perubahan membutuhkan pemahaman mendalam terhadap gagasan dan pemikiran para tokoh besar agar perjuangan yang dilakukan memiliki arah serta dasar yang kuat.
"Khususnya bagi mahasiswa, kita berharap gerakan ke depan bukan hanya gerakan aksi, tetapi juga bagaimana membangun alam pikiran dengan dasar-dasar pemikiran yang kuat dari tokoh-tokoh besar kita," tambahnya.
Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis ini juga berharap, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merangsang tumbuhnya kembali tradisi intelektual di kalangan akademisi, mahasiswa, dan elemen masyarakat, sehingga ruh perjuangan dalam membangun bangsa tetap berlandaskan pemikiran yang kuat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris DPC PKB Bengkalis Riza Zuhelmi, Bendahara Muhammad Faizal, serta jajaran pengurus DPC PKB Kabupaten Bengkalis.***(dik)