Riauterkini - TELUKKUANTAN - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dinilai berhasil meningkatkan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hingga saat ini, sekitar 97,19 persen dari jumlah penduduk Kuansing tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan aktif.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam upaya memperluas akses masyarakat terhadap jaminan kesehatan. Dengan tingginya persentase kepesertaan aktif, semakin banyak masyarakat Kuansing yang memiliki perlindungan dalam memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan program JKN.
Tingginya kepesertaan juga menunjukkan adanya dukungan dan partisipasi masyarakat terhadap program jaminan kesehatan nasional. Pemerintah daerah bersama BPJS Kesehatan terus mendorong agar cakupan kepesertaan dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan.
Bagi masyarakat, status kepesertaan yang aktif menjadi hal penting. Sebab, kepesertaan aktif berkaitan dengan akses terhadap layanan kesehatan melalui fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Meski angka kepesertaan telah mencapai 97,19 persen, masih terdapat sebagian penduduk yang belum tercatat sebagai peserta aktif. Karena itu, upaya pendataan, sosialisasi, serta pemutakhiran status kepesertaan tetap diperlukan agar cakupan perlindungan kesehatan masyarakat semakin luas.
Capaian 97,19 persen tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa program JKN telah memiliki jangkauan yang luas di Kabupaten Kuantan Singingi.
Ke depan, keberlanjutan kerja sama antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan semakin banyak warga Kuansing mendapatkan perlindungan kesehatan.
Dengan capaian kepesertaan mencapai 97,19 persen, Kuansing semakin dekat menuju cakupan kepesertaan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakatnya.
"Capaian kepesertaan aktif BPJS Kesehatan di Kabupaten Kuansing, per 1 September 2026, sebanyak 367.880 jiwa menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan dari total jumlah penduduk Kuansing sebanyak 378.500 jiwa," ujar Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kuansing Melda Rumiati saat, Kamis (24/9/2026) dalam giat media Gathering.
Namun demikian katanya, capaian kepesertaan JKN di Kuansing, turun 2 persen dibandingkan per 1 Agustus 2026 hinga mencapai 99 persen.
"Hasil penurunan ini, setelah diaudit per 1 September, disebabkan adanya penambahan 5.000 penduduk baru di Kuansing," jelasya.
Melda membeberkan dari 97,19 persen kepesertaan aktif hanya 57 persen yang aktif membayar iuran. Sementara sisanya masih banyak yang menunggak.
"Yang aktif membayar masih rendah. Kita berharap peserta BPJS tidak hanya membayar ketika sakit saja, tapi harus tetap rutin membayar saat sehat," pinta Melda.
Peserta tidak aktif ini katanya didominasi peserta mandiri atau para pekerja bukan penerima upah yang tidak membayar lagi iuran berikutnya.
Bahkan ia menawarkan solusi. Jika tidak sanggup meoanjutkan iuran, agar diusulkan ke Pemerintah Daerah untuk masuk pada segmen yang dibayarkan pemerintah.
Karena katanya, banyak manfaat menjadi kepesertaan BPJS Kesehatan, baik yang mandiri maupun atau non penerima bantuan iuran (PBI) maupun yang PBI dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini.*** (Jok)