Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
Kemenhut-FAO Modernisasi Pemantauan Hutan Lewat Proyek MERANTI



Riauterkini-JAKARTA - Hutan Indonesia berperan krusial dalam aksi iklim global serta penghidupan lebih dari 40 juta masyarakat. Guna mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan yang berbasis data di Indonesia, Kementerian Kehutanan dan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) hari ini meluncurkan proyek senilai 4,83 juta dolar AS untuk memodernisasi sistem pemantauan hutan nasional Indonesia dengan dukungan Pemerintah Norwegia.

Luas hutan Indonesia mencapai 96 juta hektar atau separuh dari luas daratannya. Indonesia juga merupakan rumah bagi kawasan hutan tropis terbesar ketiga di dunia yang dikenal akan kekayaan keanekaragaman hayatinya. Untuk memantau kondisi, pengelolaan, dan pemanfaatan sumber daya hutan yang luas ini, Indonesia telah mengembangkan Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) dalam beberapa dekade terakhir dengan dukungan teknis dari FAO.

Kini, Kementerian Kehutanan dan FAO berupaya untuk terus menyempurnakan IHN dengan memanfaatkan perangkat digital serta memadukannya dengan data penginderaan jauh, demi menghasilkan data hutan yang andal melalui proyek bersama mereka yang bertajuk Monitoring and Enhancement of Remote Sensing for National Forest Inventory (MERANTI).

MERANTI akan mendukung Indonesia dalam mengumpulkan data hutan secara lebih akurat dan dalam waktu lebih singkat melalui IHN 2.0, menjangkau berbagai wilayah yang sebelumnya sulit dicakup, seperti kawasan pesisir mangrove dan hutan yang dikelola masyarakat. IHN merupakan standar utama dalam mengumpulkan data lapangan yang rinci, seperti komposisi spesies, biomassa, degradasi hutan, dan kondisi tanah, yang tidak dapat diperoleh hanya melalui citra satelit.

“Salah satu prasyarat penting dalam penyelenggaraan kehutanan yang baik adalah tersedianya data yang akurat, mutakhir, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data kehutanan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, pemantauan kondisi sumber daya hutan, evaluasi pengelolaan hutan, serta penyusunan berbagai laporan nasional dan internasional,” jelas Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan Ade Tri Ajikusumah dalam peluncuran proyek MERANTI di Jakarta pada hari Kamis (9/10).

Data hutan kredibel sebagai kunci pembangunan berkelanjutan
Proyek MERANTI diluncurkan di tengah meningkatnya kebutuhan akan data hutan berkualitas tinggi guna mendukung Indonesia dalam memenuhi komitmen nasional maupun global.

Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca secara tanpa syarat sebesar 31,89% pada tahun 2030, dan hingga 43,2% dengan dukungan internasional, sebagaimana tercantum dalam Enhanced Nationally Determined Contributions (ENDC). Sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya (FOLU) diperkirakan akan berkontribusi terhadap sekitar 58% dari penurunan emisi tersebut.

Selain memfasilitasi pemerintah Indonesia dalam merumuskan kebijakan aksi iklim berbasis bukti kuat, data hutan yang transparan dan kredibel juga akan memperluas akses Indonesia terhadap pendanaan iklim berbasis kinerja guna mempercepat pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon.

“Aksi iklim yang kuat bergantung pada data dan bukti yang terpercaya. Sistem inventarisasi dan pemantauan hutan Indonesia memegang peranan krusial dalam menyediakan landasan tersebut. Inilah sebabnya Norwegia mendukung MERANTI. Proyek ini akan memodernisasi Inventarisasi Hutan Nasional serta memastikan integrasi yang lebih baik dengan sistem pemantauan hutan nasional. Data yang lebih baik dan lebih terpercaya memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama iklim internasional serta meningkatkan pengambilan keputusan berbasis bukti untuk pengelolaan hutan dan penggunaan lahan yang berkelanjutan,” ujar Esben Marcussen, Penasihat Bidang Hutan dan Iklim untuk Kedutaan Besar Kerajaan Norwegia di Jakarta.

Dukungan teknis FAO untuk Indonesia
Proyek MERANTI akan berlangsung dari tahun 2026 hingga 2028. Melalui proyek ini, FAO akan mendukung Indonesia dalam pengumpulan data lapangan di setidaknya 500 klaster IHN di seluruh negeri, serta memadukannya dengan data satelit untuk menghasilkan analisis data yang komprehensif.

FAO juga akan memberikan dukungan teknis lebih lanjut untuk meningkatkan kapasitas pegawai pemerintah dalam pelaksanaan IHN dan analisis data, serta memastikan adanya penjaminan dan pengendalian mutu. Portal web IHN yang baru juga akan diintegrasikan dengan aplikasi web Sistem Monitoring Hutan Nasional (SIMONTANA) milik Indonesia.

“Ini adalah sistem dan data milik Indonesia. Peran kami adalah membantu memperkuatnya dengan menghadirkan pengalaman, standar, serta pendekatan teknis berskala internasional; mendukung modernisasi penginderaan jauh dan sistem pemantauan nasional; dan yang terpenting, melakukan transfer pengetahuan serta pengembangan kapasitas yang akan tetap ada di Indonesia; bersama lembaga dan tenaga ahli Indonesia, jauh setelah proyek ini berakhir,” ujar Rajendra Aryal, Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste.

Sebagai pelengkap MERANTI, Kementerian Kehutanan dan FAO juga melaksanakan program Accelerating Innovative Monitoring for Forests (AIM4Forests) dengan dukungan pendanaan Pemerintah Inggris. AIM4Forests bertujuan untuk memperkenalkan metodologi modern dan solusi pemantauan terapan di Indonesia guna meningkatkan kemampuan penginderaan jauh dan pemantauan geospasial, memperbaiki ketersediaan serta interoperabilitas data hutan nasional, memperkuat kesiapan negara dalam mengakses pendanaan iklim, dan mendorong pertukaran pengetahuan, termasuk melalui inisiatif inklusif seperti Young Forest Champions.***(rls)

Dari kiri ke kanan: Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste Rajendra Aryal bersama Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan Ade Tri Ajikusumah dan Direktur Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Agus Budi Santosa dalam peluncuran proyek MERANTI di Jakarta pada Kamis (10/10). (cr. FAO)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Kamis, 10 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School.

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Minggu, 06 September 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026.

Advertorial
Kamis, 03 September 2026

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru.

Galeri
Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Mengikuti dan Baca Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan RI ke-81

Advertorial
Senin, 27 Juli 2026

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Berita Lainnya

Kamis, 10 September 2026

Sektor Jasa Keuangan Tunjukkan Ketahanan, Dukung Akselerasi Ekonomi


Kamis, 10 September 2026

Penghargaan dari Desa Dorong Keberlanjutan Kolaborasi Cegah Karhutla di Riau


Rabu, 09 September 2026

Karhutla di Empat Wilayah Ini Jadi Perhatian Tim Satgas Udara


Rabu, 09 September 2026

Vonis Dinilai Terlalu Ringan, Kejari Bengkalis Banding Perkara TPPO Jasmani-Suzana


Rabu, 09 September 2026

Cegah Karhutla Susulan, BPBD Inhil Buat Parit Lintang Sepanjang 600 Meter


Rabu, 09 September 2026

Polres Bengkalis Musnahkan Perusak Saraf Senilai Rp80 Miliar


Rabu, 09 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School


Rabu, 09 September 2026

Sektor Jasa Keuangan Tunjukkan Ketahanan, Dukung Akselerasi Ekonomi


Rabu, 09 September 2026

Perkuat Keamanan Lingkungan, Polsek Tanah Putih Gencarkan Sambang Poskamling


Rabu, 09 September 2026

Jelang Pendaftaran Ditutup, PKB Kawal Beasiswa Kampar Rp5 Miliar


Rabu, 09 September 2026

Hadiri Pembukaan SNA XXIX, BRK Syariah Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan dan Dunia Akuntansi


Rabu, 09 September 2026

Sukses Hadirkan Sekolah Rakyat, Kini Kuansing Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi ke Pusat


Selasa, 08 September 2026

Lokananta Coffee Gelar Family Gathering, Cara Owner Manjakan Karyawan Nikmati Trip ke Sumbar


Selasa, 08 September 2026

Kasasi PT Sawit Riau Makmur Kandas di MA, Putusan Penghentian Operasional dan Denda Rp10 Juta/Hari Jadi Sorotan


Selasa, 08 September 2026

Jelang Musda, KNPI Kampar Segera Sowan ke Forkopimda


Selasa, 08 September 2026

Polisi Intensifkan Imbauan Pencegahan Karhutla Lewat Halo-halo Keliling


Selasa, 08 September 2026

Ribuan Masker Sudah Didistribusikan, Diskes Riau Kembali Ajukan 850 Ribu Pcs ke Pusat


Selasa, 08 September 2026

Persiapan KKI 2026 Capai 80 Persen, Polbeng Matangkan Venue hingga Akomodasi Peserta


Selasa, 08 September 2026

Dinyatakan Sembuh, Pasien RSJ Tampan Malah Ditemukan Tergantung di Pohon


Selasa, 08 September 2026

Erupsi Anak Gunung Krakatau Reda, Penerbangan Rute Jakarta di Bandara SSK II Kembali Beroperasi