Riauterkini-PELALAWAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) Kelompok 91 menggelar Gerakan Penghijauan dan Edukasi Lingkungan di Desa Balam Merah, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Bola Desa Balam Merah tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian dan kebersihan lingkungan.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa membawa sebanyak 200 bibit tanaman yang terdiri dari alpukat, durian, jengkol, dan trembesi. Khusus untuk penghijauan di Lapangan Bola Desa Balam Merah, mahasiswa menanam bibit trembesi.
Pemilihan tembesu dilakukan karena pohon tersebut memiliki karakteristik rindang sehingga diharapkan nantinya dapat memberikan suasana yang lebih teduh dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di lapangan desa.
Sementara itu, bibit alpukat, durian, dan jengkol disebarkan ke sejumlah fasilitas umum dan lingkungan pendidikan, seperti SD 002 Balam Merah, SMAN 2 Bunut, serta sejumlah masjid di Desa Balam Merah.
Bibit yang masih tersisa kemudian dibagikan kepada masyarakat untuk ditanam dan dirawat di lingkungan masing-masing.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua BPD Desa Balam Merah, Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan, Ketua Pemuda Desa Balam Merah, serta sejumlah unsur masyarakat.
Wakil Ketua Pemuda Desa Balam Merah Frengki mengatakan, kegiatan penghijauan yang dilakukan mahasiswa KKN tidak sekadar menanam pohon, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Bagi kami, ini bukan hanya sekadar menanam saja, tetapi juga menanamkan kesadaran kepada diri kita. Karena jika lingkungan kita asri, itu adalah tanggung jawab kita. Semoga apa yang ditanam akan berdampak nyata bagi desa,” katanya.
Selain penghijauan, mahasiswa KKN UMRI Kelompok 91 juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Salah satu materi yang disampaikan adalah pemilahan sampah organik dan nonorganik.
Sebagai bentuk dukungan terhadap edukasi tersebut, mahasiswa juga menyediakan enam tempat sampah, yang terdiri dari tiga tempat sampah organik berwarna hijau dan tiga tempat sampah nonorganik berwarna kuning.
Dikatakan Permata Aulia Hakim, salah seorang perwakilan mahasiswa, keenam tempat sampah tersebut kemudian dibagi ke tiga titik, yaitu Lapangan Bola Desa Balam Merah, Masjid Al-Muttaqin, dan Masjid Darul Jannah. Setiap titik mendapatkan satu tempat sampah organik dan satu tempat sampah nonorganik.
Penyediaan tempat sampah tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat membuang sampah dengan lebih tertib sekaligus membiasakan warga memilah sampah berdasarkan jenisnya.
Mahasiswa KKN Umri Kelompok 91 berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Bibit yang telah ditanam maupun dibagikan diharapkan dapat dirawat bersama sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Melalui kolaborasi mahasiswa dan masyarakat, gerakan tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya Desa Balam Merah yang lebih hijau, bersih, dan nyaman, sekaligus meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan.
“Semoga bibit yang ditanam ini dapat tumbuh dengan sehat dan memberikan manfaat bagi seluruh warga desa. Kami juga berharap melalui kegiatan ini, masyarakat semakin memahami pentingnya memilah sampah dengan baik dan benar, sehingga dapat bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan desa,” kata Edo (24), pemuda desa setempat. ***(rls)