Riauterkini-PELALAWAN - Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Riau mengunjungi Posko Kesehatan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Banjar Panjang, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (22/8/2026).
Kunjungan yang berlangsung mulai sekitar pukul 13.30 WIB itu dipimpin Kepala Bid Dokkes Polda Riau AKBP dr. Parluhutan Sitindaon. Rombongan diterima Kapolres Pelalawan AKBP Jhon Louis Letedara, S.I.K., bersama sejumlah pejabat Polres Pelalawan, Kapolsek Kerumutan IPTU Budi Santoso, personel Dokkes Polres Pelalawan, serta Kepala Puskesmas Kerumutan Harno, S.KM.
Setibanya di posko, rombongan menggelar apel konsolidasi untuk membagi tugas pelayanan kesehatan. Personel Bid Dokkes kemudian dibagi menjadi tiga tim agar jangkauan pelayanan di tengah penanganan karhutla lebih luas.
Tim pertama bertugas memberikan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat di Posko Kesehatan Karhutla. Tim kedua melakukan pemeriksaan terhadap personel Polri, TNI, dan instansi lainnya yang terlibat dalam operasi pemadaman.
Sementara tim ketiga diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara langsung dari rumah ke rumah atau door to door kepada warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi kesehatan masyarakat dan petugas tetap terpantau di tengah situasi karhutla dan paparan asap.
"Kesehatan personel di lapangan dan masyarakat terdampak asap adalah prioritas kami. Dengan sistem tiga tim ini kita pastikan pelayanan menjangkau posko, titik api, hingga rumah warga," ujar Parluhutan.
Menurut dia, sinergi antara Bid Dokkes Polda Riau, Polres Pelalawan dan fasilitas kesehatan setempat perlu terus diperkuat agar penanganan dampak karhutla dapat dilakukan secara optimal.
Selain memberikan pelayanan kesehatan, rombongan Bid Dokkes Polda Riau meninjau sarana dan prasarana serta persediaan obat di Puskesmas Kecamatan Kerumutan sekitar pukul 17.50 WIB.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi dampak kesehatan akibat karhutla, terutama bagi masyarakat maupun personel yang berada di wilayah terdampak.
"Kita perlu memastikan dukungan fasilitas dan obat-obatan tersedia sehingga pelayanan dapat diberikan dengan cepat apabila terjadi peningkatan kebutuhan akibat karhutla," kata Parluhutan.
Rombongan kemudian kembali ke Posko Kesehatan Karhutla Kerumutan sekitar pukul 18.20 WIB untuk menyelesaikan rangkaian kegiatan.***(ang)