Riauterkini - PEKANBARU - Upaya mendorong aktivitas investasi agar ikut menggerakkan ekonomi daerah mulai diarahkan pada akses pembiayaan melalui perbankan daerah. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau mencatat empat perusahaan dari berbagai sektor mulai membuka rekening di Bank Riau Kepri (BRK) Syariah sebagai bagian dari fasilitasi pembiayaan usaha.
Kepala DPMPTSP Provinsi Riau, Vera Angelika OK, mengatakan perusahaan yang difasilitasi berasal dari sektor kesehatan, perkebunan, industri, hingga jasa konstruksi dan jasa migas.
Empat perusahaan tersebut yakni PT Syifa Utama (RS Ibnu Sina), PT Kunango Jantan divisi koperasi untuk sektor tiang pancang beton, PT Mustika Agung Group di bidang kelapa sawit, serta PT Vadhana Internasional yang bergerak di sektor konstruksi dan migas.
"Empat perusahaan tersebut sudah membuka rekening di BRK Syariah, yaitu PT Syifa Utama, PT Kunango Jantan atau koperasi, PT Mustika Agung Group dan PT Vadhana Internasional," ujar Vera, Jumat (14/8/2026).
Menurut Vera, fasilitasi yang dilakukan memiliki nilai yang berbeda-beda sesuai kebutuhan masing-masing usaha. Untuk sektor kesehatan, pembiayaan yang difasilitasi bagi RS Syifa Utama atau RS Ibnu Sina memiliki nilai strategis mencapai Rp12 miliar.
Sementara itu, fasilitasi payroll untuk PT Kunango Jantan divisi koperasi pada sektor tiang pancang beton senilai Rp25 juta. Adapun PT Mustika Agung Group mendapat fasilitasi pembukaan rekening awal senilai Rp4,8 juta sbg nilai awal pembukaan rekening yg nantinya d lanjutkan dengan pengajuan pinjaman usaha dan saat ini sedang tahap verifikasi kelengkapan dokumen oleh BRK sedangkan PT Vadhana Internasional jg membuka rekening BRK dgn nilai pembukaan rekening awal senilai Rp500 ribu, dan nantinya dilanjutkan dengan verifikasi dokumen utk pengajuan pinjaman BRK.
Vera menegaskan, pembukaan rekening tersebut menjadi salah satu langkah awal dalam menghubungkan aktivitas usaha perusahaan dengan layanan perbankan daerah, termasuk dalam proses pengajuan pembiayaan sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan.
DPMPTSP berharap semakin banyak perusahaan yang menjalankan usaha di Riau memanfaatkan layanan perbankan daerah. Dengan begitu, aktivitas investasi tidak berhenti pada pencatatan nilai investasi, tetapi juga dapat mendorong transaksi dan kegiatan ekonomi yang lebih luas di daerah.
"Semoga kesadaran perusahaan untuk membuka rekening di BRK Syariah semakin meningkat sesuai harapan Pak Gubernur," katanya.
Menurutnya, semakin banyak pelaku usaha yang terhubung dengan ekosistem perbankan daerah, semakin besar pula peluang aktivitas ekonomi yang tercipta dari sektor usaha tersebut memberikan dampak terhadap perekonomian Riau.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemprov Riau memperkuat keterkaitan antara investasi, pembiayaan, aktivitas usaha, dan perputaran ekonomi lokal.***(mok)