Riauterkini-SIAK — Penyelidikan terkait misteri kematian dr. Alex Cristo Loris, dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian Siak, terus menunjukkan perkembangan penting.
Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Siak memberikan pembaruan (update) resmi terkait penanganan kasus yang kini berada di bawah asistensi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Riau.
Proses penanganan perkara ini dilakukan secara intensif dengan mengedepankan metode Scientific Crime Investigation guna memastikan seluruh fakta terungkap secara transparan dan akurat.
Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Dr. Raja Kosmos Parmulais., memaparkan sejumlah poin kunci terkait langkah-langkah yang tengah berjalan.
“Saat ini, hasil otopsi korban masih menunggu keterangan resmi dari Biddokkes (Bidang Kedokteran dan Kesehatan), serta hasil pemeriksaan pendukung berupa Histopatologi Forensik dan Toksikologi Forensik. Begitu pula dengan barang bukti lainnya yang masih dalam proses pengujian di Labfor,” kata AKP Kosmos, Kamis (23/7/27).
AKP Kosmos menjelaskan, penyidik berhasil mengamankan seluruh rekaman CCTV dari dua sumber berbeda.
“Rekaman tersebut, memuat rekam jejak pergerakan korban sejak keluar dari RSUD Siak hingga menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk dijadikan barang bukti resmi,” kata Kosmos.
Pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan saksi terhadap, petugas keamanan dan pegawai RSUD Siak, 2 dokter pembimbing residen anestesi, 1 dokter residen anestesi, serta istri korban.
“Penyidik juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap, rekan sejawat korban di Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK UNRI), Staf akademik serta bagian keuangan FK UNRI, Dua rekan korban di Maluku (1 orang bidan dan 1 dokter) yang telah dihubungi langsung untuk memberikan keterangan terkait,” katanya.
Ekstraksi digital forensik ke ponsel korban juga telah dilakukan secara manual dengan bantuan istri korban, serta disaksikan langsung oleh orang tua dan kakak korban.
Adapun sejumlah aplikasi dan item yang tidak dapat dibuka secara manual telah dikirim ke Labfor untuk dilakukan pemeriksaan digital forensik.
“Guna menganalisis petunjuk serta latar belakang kejadian secara komprehensif, kami meminta bantuan ahli dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau (UIR). Tim ahli telah memulai proses melalui metode wawancara kepada saksi dan analisis barang bukti,” katanya.
AKP Kosmos berharap, penyelidikan ini dapat cepat selesai dengan tetap berpedoman pada prinsip keilmuan yang menghadirkan fakta kebenaran tak terbantahkan terkait penyebab kematian korban.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak resah dan bersama-sama menjaga kondusifitas di Kabupaten Siak,” terang AKP Kosmos.***(Adji)