Riauterkini-PEKANBARU -Program Perhutanan Sosial tak sekedar sumber pendapatan jangka panjang, di atas 5 tahun, melainkan bisa jadi sumber cuan berkala yang menjanjikan. Sukses itulah yang tengah dinikmati Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Desa Rambahan, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Bermitra dengan APRIL Group lewat PT Nusa Prima Manunggal (NPM)
memaksimalkan program Hutan Kemasyarakatan (HKm) untuk mendongkrak ekonomi warga setempat dengan tetap berkomitmen teguh menjaga kelestarian lingkungan dan satwa liar.
"Kami terus berupaya agar hutan ini tidak hanya lestari secara ekologi, tetapi juga bisa memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat," ujar Ketua Hutan Kemasyarakatan Desa Rambahan, Rizal di Pekambaru, Selasa (23/6/2026).
Prospek usaha sektor kehutanan ini sukses menjadi magnet bagi generasi muda Rambahan tak tergiur merantau. Sebagian pemuda Rambahan rela kembali ke kampung setelah lulus kuliah dan berkarya di tanah kelahiran. Seperti Ketua Kelompok Usaha Perhutanan Sosial, Wendry yang merupakan lulusan kehutanan dari Universitas Lancang Kuning Pekanbaru.
Keberhasilan program perhutanan sosial di Rambahan adalah buah dari kolaborasi bersama pihak swasta dan lembaga pendamping. APRIL bersama PT Nusa Prima Manunggal hadir memberikan dukungan pendanaan yang menjadi bahan bakar utama jalannya program.
Selain sokongan dana segar, kelompok masyarakat juga menerima pendampingan lapangan serta pelatihan intensif dari lembaga eksternal bernama recognisi etisi. Bantuan pelatihan dari pihak luar ini terbukti ampuh meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola lahan secara modern dan terukur.
Secara keseluruhan, luasan lahan Hutan Kemasyarakatan di desa tersebut menyentuh angka 350 hektare. Dari total bentangan luasan itu, masyarakat mengalkkasikan lahan seluas 5,7 hektare khusus untuk digarap sebagai area agroforestri terpadu.
Program berskala desa ini mencakup 175 kepala keluarga sebagai penerima manfaat utama secara keseluruhan. Khusus untuk kelompok pengelola lahan agroforestri, terdapat 17 anggota aktif yang terjun langsung merawat kebun setiap harinya.
Secara umum ada tiga kelompok agroferstri yang dibudidayakan KUPS Rambahan. Pertama komoditas pertanian dengan durasi panennya singkat, seperti cabai, jagung dan kacang tanah. Dari tanaman jenis ini, para petani sudah mendapat hasil dalam waktu 3 bulan. Keungulannya, harga cabai dan kacang tanah selalu stabil mahal.
Kedua, proyeksi tabungan jangka menengah. Lahan ditanami aneka ragam bibit unggul buah-buahan dari Trubus, seperti durian, mangga, jengkol, rambutan, petai, dan nangka. Saat ini, tanaman pohon nangka sudah mulai berbuah dan masuk masa panen perdana.
"Kami sengaja memadukan tanaman buah berumur panjang dengan tanaman semusim agar ada kepastian pendapatan harian sambil menunggu pohon utama panen," terang Wendy.
Kemudian yang ketiga adalah tanaman hutan industri dengan luas 344,3 hektar dipercayakan penanaman dan pengelolaannya kepada PT. NPM sebagai mitra. Nantinya hasil dari hutan tanaman industri ini dibagi sesuai kesepakatan yang telah ditandatangani HKm dengan perusahaan.
Dengan tiga kelompok komoditas yang dibubidadayakan saat ini, baik Rizal dan Wendy dan seluruh masyarakat Rambahan optimis ekonomi mereka semakin berdaya. Usaha mereka membuktikannya sukses pertanian di Riau tak hanya milik kelapa sawit. ***(mad)