
Riauterkini-EKANBARU – Universitas Riau (UNRI) dinilai perlu mengambil langkah strategis dalam memperkuat perannya di bidang difusi sains dan teknologi di tingkat internasional. Salah satu upaya yang mendesak untuk digalakkan adalah mendorong lahirnya jurnal-jurnal ilmiah lokal menuju taraf global yang terindeks Scopus maupun Web of Science (WoS).
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNRI, Prof. Dr. Elfizar, S.Si., M.Kom. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari komitmen pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi agar hasil riset dosen, mahasiswa, dan peneliti tidak hanya berhenti sebagai laporan akademik semata.
"Hasil penelitian perlu disebarluaskan melalui karya tulis ilmiah agar dapat dibaca, diuji, dikutip, dan dimanfaatkan oleh masyarakat ilmiah maupun pemangku kepentingan pembangunan," ujar Prof. Elfizar.
Ia menambahkan bahwa jurnal ilmiah merupakan media yang paling strategis karena memiliki mekanisme seleksi, telaah sejawat (peer review), penyuntingan, dan publikasi yang kuat secara metodologis. Di samping sebagai instrumen penyebaran ilmu pengetahuan, jurnal bereputasi juga menjadi kebutuhan strategis dosen dalam pengembangan karier akademik, khususnya untuk kenaikan jabatan ke Lektor Kepala maupun Guru Besar.
Solusi Tantangan Publikasi Dosen
Prof. Elfizar tidak menampik bahwa kebutuhan publikasi pada jurnal bereputasi sering kali menjadi tantangan berat bagi para dosen. Hambatan tersebut meliputi keterbatasan akses, biaya publikasi yang tinggi, waktu antrean yang panjang, hingga ketatnya persaingan artikel. Kondisi ini jika dibiarkan dapat memperlambat produktivitas akademik dan mengurangi peluang kampus meningkatkan reputasi kelembagaan.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kampus memiliki strategi internal untuk mempercepat, mempermudah, dan mengurangi beban biaya publikasi dosen melalui pengembangan jurnal ilmiah yang dikelola secara profesional.
"UNRI memiliki potensi keilmuan yang besar, baik pada bidang sains, teknologi, pertanian, perikanan, lingkungan, hingga kajian wilayah pesisir dan sumber daya alam. Potensi besar ini perlu diwadahi dalam jurnal yang memiliki standar internasional agar riset kita mampu bersaing di tingkat global," jelasnya.
8 Langkah Strategis Akselerasi Jurnal
Untuk membangun fondasi jurnal bertaraf global, Prof. Elfizar memaparkan delapan langkah taktis yang dapat diimplementasikan pihak universitas:
Pemetaan Jurnal Eksisting: Mengidentifikasi status akreditasi dan kualitas jurnal yang ada di UNRI saat ini untuk menentukan jurnal unggulan yang diprioritaskan menuju Sinta 1, Scopus, atau Web of Science.
Penguatan Kelembagaan Pengelola: Memberdayakan Unit Penunjang Akademik (UPA) terkait untuk melakukan pendampingan teknis, standardisasi OJS, serta pelatihan editor dan reviewer.
Peningkatan Kualitas Artikel: Mendorong kolaborasi internasional dan penyusunan artikel berbahasa Inggris akademik yang kuat serta memiliki kebaruan (novelty).
Perluasan Jejaring Internasional: Melibatkan editor, mitra bestari, dan penulis dari berbagai negara, serta menyelenggarakan special issue atau mengaitkan jurnal dengan konferensi internasional.
Dukungan Pembiayaan Mandiri: Menyediakan dukungan dana dari kampus untuk operasional pengelolaan jurnal demi mengurangi ketergantungan pada biaya publikasi penulis (author fees).
Sistem Insentif Pengelola: Memberikan insentif berbasis kinerja dan penghargaan bagi pengelola, editor, serta reviewer aktif guna meningkatkan motivasi kerja.
Optimalisasi Promosi dan Visibilitas: Memastikan jurnal terintegrasi dengan basis data akademik global seperti Google Scholar, Crossref, DOAJ, Garuda, Sinta, hingga Dimensions.
Menjaga Integritas Akademik: Memastikan seluruh proses editorial dilakukan secara etis, bebas plagiarisme, bebas manipulasi sitasi, dan tidak mengorbankan kualitas demi kuantitas.
Menjembatani Teori dan Kebutuhan Pembangunan Daerah
Lebih lanjut, Prof. Elfizar memaparkan bahwa pengembangan jurnal bertaraf global ini tidak hanya berdampak pada reputasi akademik di panggung internasional, tetapi juga bernilai taktis bagi pembangunan daerah Riau.
Riset-riset spesifik mengenai isu krusial daerah—seperti lahan gambut, perkebunan, kelautan, energi, hingga tata kelola pemerintahan—diharapkan dapat dipublikasikan di jurnal bereputasi agar hasilnya menjadi rujukan valid bagi pemerintah daerah dan dunia usaha.
"Dengan begitu, jurnal tidak hanya berfungsi untuk kepentingan akademik di atas kertas, tetapi juga bertransformasi menjadi instrumen pembangunan berbasis ilmu pengetahuan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas," pungkasnya.***(red)