Riauterkini-DUMAI– Polres Dumai menggelar Kegiatan Revitalisasi Kampung Tangguh Anti Narkoba, Pelantikan Duta Anti Narkoba dan Deklarasi Kampung Tangguh Tahun 2026 di Kampung Tangguh Anti Narkoba, Jalan Cendrawasih, Kelurahan Laksamana, Kecamatan Dumai Kota, Senin (19/5/26).
Kegiatan itu berlangsung meriah dan dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, BNN, tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga setempat sekitar 150 orang.
Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Wadir Intelkam Polda Riau AKBP Pangucap Priyono Soegito, Ketua DPRD Kota Dumai Agus Miswandi, perwakilan Pemerintah Kota Dumai H. Muhammad Yunus, Ka. BNN Kota Dumai AKBP Sasli Rais, serta Waka Polres Dumai Kompol Rahmat Syah.
Dalam sambutannya, Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang melalui Waka Polres Kompol Rahmat Syah mengatakan, revitalisasi Kampung Tangguh Anti Narkoba merupakan bentuk sinergitas antara pemerintah daerah, Polri, TNI, BNN dan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba di Kota Dumai.
Ia mengungkapkan, sejak tahun 2024 hingga Mei 2026, Satres Narkoba Polres Dumai telah menangani sebanyak 270 kasus narkoba dengan total 365 tersangka.
“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa sabu seberat 63.895,75 gram, ekstasi 4.926,25 butir, ganja 1.975,02 gram dan Happy Five sebanyak 24 pcs,” ujar Kompol Rahmat Syah.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT, kader inti anti narkoba hingga tokoh agama untuk bersama-sama bersinergi menjaga lingkungan agar bebas dari Narkoba.
“Mari jadikan Kampung Tangguh Anti Narkoba sebagai rumah bersama yang aman, bersih dan bebas dari narkoba. Jangan beri ruang sedikit pun bagi narkoba masuk ke kampung kita,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Dumai AKBP Sasli Rais menyampaikan bahwa revitalisasi Kampung Tangguh Anti Narkoba merupakan program strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman Narkotika.
Menurutnya, persoalan Narkoba menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan stabilitas sosial sehingga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Pelantikan Duta Anti Narkoba diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan edukasi dan mengajak generasi muda menjauhi narkoba,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Dumai melalui Asisten I Setdako Dumai Muhammad Yunus, juga menyatakan dukungan penuh terhadap program pencegahan dan pemberantasan narkoba melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Dumai menjaga generasi muda dari pengaruh narkoba dan bersama-sama mewujudkan Kota Dumai yang sehat, aman dan bebas Narkoba,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan Duta Anti Narkoba dan pemasangan selempang, penyerahan bibit pohon, pemotongan pita, pembacaan deklarasi anti narkoba, pemukulan gong, penandatanganan deklarasi, hingga pembagian bahan pangan berupa minyak goreng kepada masyarakat.***(dik/rls)