Riauterkini-KAMPAR-Memasuki bulan Ramadhan, jalan raya biasanya berubah menjadi medan tempur kesabaran. Antrean panjang, cuaca yang tak menentu, hingga fenomena ingin cepat sampai saat menjelang berbuka seringkali memicu emosi. Saat momen seperti ini, PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Riau gencar dalam sosialisasi keselamatan berkendara.
Instruktur Safety Riding PT CDN, Rama Dhandyano menjelaskan keselamatan bukan hanya soal teknik pengereman atau penggunaan perlengkapan berkendara, tapi juga tentang penguasaan diri atau emosi.
Emosi adalah respons primitif yang berupaya menyelesaikan tema tertentu secara lebih intuitif yaitu kemampuan untuk memahami atau mengetahui sesuatu tanpa pertimbangan atau proses berpikir yang jelas dan cepat, dengan kata lain emosi adalah evaluator yang berorientasi pada kecepatan yang dapat mempengaruhi perilaku selanjutnya.
"Sering kali ketika berkendara, ketidaksabaran dapat mempengaruhi proses berkendara kita, mulai dari cara memperhatikan kondisi sekitar, cara berkendara, bahkan mengabaikan keselamatan diri atau pengguna jalan lainnya. Cari Aman bukan cuma soal helm dan jaket, tapi soal hati yang tetap tenang meski jalanan sedang panas," ujarnya, Jumat (20/02/26).
Menurutnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi emosi ketika berkendara yaitu, meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berkendara dengan mengikuti pelatihan safety riding, sharing pengalaman berkendara dan menggunakan simulator Honda Riding Trainer yang terdapat di dealer sepeda motor Honda. Kemudian yang kedua, kata dia lagi, manajemen waktu karena musuh utama emosi adalah terburu-buru.
Emosi seringkali memuncak karena merasa dikejar waktu. Menjelang berbuka puasa, volume kendaraan meningkat drastis terutama di jam pulang kantor. Berangkatlah 15-20 menit lebih awal dari biasanya, agar menghindari cara berkendara yang berbahaya karena takut telat berbuka di rumah.
Selanjutnya, empati di balik helm. Amati secara objektif keadaan diri sendiri saat ini dan buatlah respon dengan berpikir lebih rasional. Ingatlah bahwa pengguna jalan lainnya juga sedang berpuasa, lelah serta sedang merasa haus yang sama. Hal berikutnya adalah gunakan objektifikasi diri dan self talk. Self talk merupakan ungkapan yang muncul dari diri sendiri sebagai pemicu emosi dan perilaku. Setiap individu bisa menggunakan Teknik self talk yang bersikap positif/bertanggung jawab pada diri sendiri, hindari sesuatu yagn bisa membangkitkan emosi.
"Keselamatan jauh lebih mahal daripada sekadar memenangkan adu mulut atau adu cepat di lampu merah. Jadikan momen Ramadhan ini sebagai ajang untuk menjadi pribadi yang lebih sabar," tutup Rama.***(gas)