Riauterkini - PEKANBARU - Satuan Tugas (Satgas) Pantas Riau terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka anak putus sekolah di Provinsi Riau. Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM), mulai tingkat provinsi mau pun Kota Pekanbaru.
MoU yang digelar Senin (12/1/26) tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Satgas Pantas Riau, Drs H Pahmijan MPd. Sementara Ketua DPW FK-PKBM Riau Dafrizal, serta Ketua DPD FK-PKBM Pekanbaru Rudi Hendri. Penandatanganan disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman, serta Sekretaris Satgas Pantas Riau Dedy Sepriwandi MPd.
"Salah satu poin utama kerja sama adalah penyaluran anak-anak putus sekolah ke jalur pendidikan nonformal melalui program Paket A, B, dan C. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat pengentasan anak putus sekolah di Riau," kata Pahmijan, Selasa (13/1/26).
Pahmijan mengungkapkan, untuk 2026 ini pihaknya mencatat terdapat 18 anak putus sekolah yang telah terdata. Semuanya anak-anak yang memiliki keterbatasan fisik. Dari jumlah tersebut, satu orang di antaranya telah berhasil disalurkan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Sri Mujinab, Pekanbaru. Siswa ini merupakan tuna rungu.
"Alhamdulillah, untuk penyaluran anak putus sekolah hari ini sudah sudah kami salurkan langsung ke SLB Sri Mujinab. Harapan kami kesempatan belajar dapat bermanfaat bagi pribadi siswa dan keluarga," ungkap Pahmijan.
Sementara sisanya penyalurannya masih menunggu kesempatan berikutnya. Satgas Pantas Riau saat ini terus berkomunikasi dengan sejumlah elemen seperti Baznas Riau terkait kelanjutan pendidikan anak-anak yang putus sekolah tersebut. Pahmijan optimistis, melalui sinergi lintas lembaga ini, upaya pengentasan anak putus sekolah di Riau dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Melalui program Pantas yang kami gagas sejak 2022, kami berharap dapat membantu pemerintah dalam menuntaskan persoalan pendidikan di Riau, baik pada jalur formal maupun nonformal. Agar ini terwujud kami dari Satgas Pantas terus berupaya berkomunikasi dengan berbagai pihak seperti Baznas Riau,” ujar Pahmijan.
Lebih lanjut, selama ini Satgas Pantas Riau aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak lainya Seperti dinas dan lembaga, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk memperoleh data yang valid terkait keberadaan anak putus sekolah.
Selain itu, tim juga turun langsung mendatangi keluarga siswa terdampak untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya melanjutkan pendidikan.
“Pendekatan langsung ke keluarga sangat penting agar anak-anak ini kembali memiliki semangat dan kesempatan untuk bersekolah,” tambahnya.
Dalam mendukung program tersebut, Satgas Pantas Riau juga bekerja sama dengan Baznas Provinsi Riau serta Baznas kabupaten/kota, khususnya terkait dukungan pembiayaan dan bantuan pendidikan.
Pahmijan optimistis, melalui sinergi lintas lembaga ini, upaya pengentasan anak putus sekolah di Riau dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. ***(mok)