Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
Sawit Berkelanjutan untuk Masa Depan

Riauterkini - PEKANBARU - Hamparan sawit muda tumbuh subur mengelilingi perkampungan asri di barat Bumi Pertiwi. Kumain, begitu nama desa itu dikenal. Sebuah desa yang layak menyandang percontohan tersebut berada di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

Saat ini, ratusan petani sawit di desa itu tengah merasakan kebahagiaan yang tak biasa. Mereka, yang selama bertahun-tahun bekerja di ladang dengan keringat dan kesabaran, kini larut dalam euforia kebahagiaan.

Koperasi Produsen Makarti Jaya, yang menaungi mereka, baru saja mengantongi sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Sebuah pengakuan internasional yang menandai bahwa sawit yang mereka hasilkan telah memenuhi prinsip-prinsip keberlanjutan.

Kian istimewa, sertifikat ini adalah yang pertama bagi petani di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara III (Persero). Sebuah tonggak bersejarah yang bukan hanya untuk Makarti Jaya, tetapi juga untuk arah baru perkebunan rakyat di Indonesia.

“Rasanya puas, bahagia, terharu. Kerja keras setahun penuh akhirnya membuahkan hasil,” ujar Hadiyanto, Ketua Koperasi Produsen Makarti Jaya, saat ditemui di sela-sela kunjungan Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Irwan Perangin-Angin, akhir pekan kemarin.

Irwan bersama puluhan petani sawit dari berbagai penjuru Indonesia hadir di Desa Kumain dalam rangkaian kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Petani Mitra Binaan PTPN IV PalmCo. Makarti Jaya menjadi salah satu destinasi kunjungan lapangan dalam pelatihan tersebut, selain Tani Sejahtera dan desa pengrajin besi Rumbio Jaya Steel.

Dalam kegiatan itu, Hardianto menyampaikan kepada Irwan yang didampingi Region Head PTPN IV Regional III Ahmad Gusmar Harahap dan SEVP Operation Sori Ritonga bahwa perjalanan menuju sertifikasi ini bukan perkara mudah.

Ia mengenang, proses itu dimulai sejak Mei 2024 dengan diawali dari pemetaan lahan dan identifikasi anggota. Setelah itu, koperasi melaksanakan serangkaian pelatihan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam praktik budidaya sawit berkelanjutan.

“Sejak Agustus 2024, kami rutin melakukan pelatihan dan praktik Good Agricultural Practices. Selanjutnya memasuki 2025, kami melaksanakan audit internal. Puncaknya, Mei kemarin, audit eksternal dilakukan, dan hasilnya luar biasa: zero major non-conformity. Tidak ada pelanggaran prinsip maupun kriteria RSPO,” jelasnya dengan nada bangga.

Dalam proses panjang itu, ia tak lupa menyampaikan apresiasi kepada PTPN IV Regional III dan seluruh pihak yang telah memberikan asistensi penuh sejak awal. Termasuk Unilever dan Forum Komunikasi Purna Karya Perkebunan Nusantara (FKPPN). “Kami sangat berterima kasih atas pendampingan yang diberikan. Tanpa pendampingan dan kepedulian, akan sulit bagi kami untuk bisa sampai pada tahap ini. Komitmen mereka luar biasa, benar-benar membimbing petani hingga akhirnya kami bisa mengantongi sertifikat RSPO ini,” ujar Hadiyanto.

Meski telah meraih keberhasilan, pria murah senyum itu tak menutup mata bahwa tantangan yang mereka hadapi cukup besar. Salah satunya adalah keterbatasan sumber daya manusia.

“Mayoritas petani kami memiliki latar pendidikan yang beragam. Jadi butuh kesabaran untuk membangun pemahaman tentang SOP, termasuk hal sederhana seperti penggunaan APD. Tidak semua bisa langsung menerima, tapi pelan-pelan kesadaran itu tumbuh,” katanya.

Namun, ia percaya bahwa semangat gotong royong menjadi kekuatan utama. “Dengan niat bersama, tantangan itu bisa kita lewati,” tambahnya.

Sertifikasi RSPO bukan hanya tentang akses pasar yang lebih luas atau peluang mendapatkan kredit dari sertifikat. Yang terpenting, katanya, adalah perubahan pola pikir petani.

“Sekarang saudara-saudara kami sudah tahu bagaimana berkebun yang baik. Produktivitas meningkat, penghasilan ikut naik. Sawit berkelanjutan bukan hanya jargon, tapi sudah jadi praktik nyata,” ujarnya.

Meski baru saja merayakan pencapaian besar, ia sadar pekerjaan belum selesai. Tantangan berikutnya justru menjaga konsistensi.

“Yang paling berat itu mempertahankan sertifikat. Selain itu, kami juga sedang merencanakan *replanting* untuk lahan sekitar 300 hektare yang sudah waktunya diganti tanaman baru. Itu akan jadi prioritas kami,” ungkapnya.

Selain replanting, koperasi juga berambisi memperluas unit usaha dan menambah jumlah anggota. Ia yakin, semakin banyak anggota yang bergabung, semakin berkembang pula koperasi.

“Orientasi kami sederhana: koperasi makin kuat, petani makin sejahtera. Kalau semua bekerja sama, saya optimistis kita bisa sukses bersama,” urainya.

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Irwan Perangin-Angin menegaskan, keberhasilan Koperasi Makarti Jaya adalah bukti nyata bahwa sinergi antara perusahaan dan petani dapat menciptakan dampak besar bagi masa depan industri sawit nasional.

“Kami tidak hanya ingin petani produktif, tapi juga berdaya dan berkelanjutan. Sertifikasi RSPO ini menjadi simbol bahwa petani Indonesia mampu memenuhi standar global tanpa kehilangan jati diri lokalnya,” kata Irwan.

Ia menambahkan, PTPN IV PalmCo akan terus memperluas program pendampingan bagi koperasi mitra di seluruh Indonesia agar mampu mencapai sertifikasi serupa. “Target kami jelas: semua petani mitra binaan PalmCo dapat menerapkan praktik sawit berkelanjutan. Kami ingin petani kita tidak hanya ikut pasar, tapi memimpin perubahan,” ujarnya.

Irwan menambahkan, pencapaian Makarti Jaya menjadi inspirasi bagi seluruh entitas di bawah PTPN IV PalmCo, terutama dalam memperkuat kemitraan berkelanjutan dengan petani.

“Dari Kumain, kita belajar bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Ini bukan akhir dari perjalanan, tapi awal dari masa depan sawit Indonesia yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Irwan.

Sertifikasi RSPO bagi Koperasi Produsen Makarti Jaya adalah awal dari sebuah perjalanan panjang. Lebih dari sekadar pengakuan, ini adalah cerita tentang tekad petani kecil di pelosok Riau untuk membuktikan bahwa sawit Indonesia bisa dikelola dengan cara yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Dari desa Kumain, harapan itu tumbuh: bahwa sawit berkelanjutan bukan hanya impian, melainkan masa depan yang kini semakin nyata.***(Arl)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Rabu, 11 Pebruari 2026

Menumbuhkan Kehidupan Kembali: Langkah PHR Memulihkan Fungsi Tanah di Bumi Riau

PHR konsisten memulihkan fungsi tanah di Riau. Dalam rangka menumbuhkan kembali kehidupan.

Galeri
Rabu, 11 Pebruari 2026

Polisi Periksa 33 Saksi Kasus Pembunuhan Gajah di Ukui, Pelalawan

Pembunuhan gajah dan dugaan pencurian gadingnya diselidiki Polda Riau. 33 saksi telah diperiksa.

Advertorial
Selasa, 03 Pebruari 2026

Sinergi Bagi Negeri, Capella Group Kembali Gelar Donor Darah

Kepedulian dalam Sinergi Bagi Negeri kembali digelar. Berupa bakti sosial donor darah Capella Group.

Advertorial
Kamis, 22 Januari 2026

Rumah Tenun Pulau Payung Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat dan Potensi Lokal di Pelalawan

Rumah Tenun Pulau Payung Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Berbasis Pemberdayaan Potensi Lokal di Kabupaten Pelalawan.

Galeri
Jumat, 28 Nopember 2025

Bupati Inhil Buka Secara Resmi Giat Publikasi Stunting Dan Advokasi Lintas Sektor

Bupati Inhil Buka Secara Resmi Giat Publikasi Stunting Dan Advokasi Lintas Sektor

Advertorial
Senin, 19 Januari 2026

Touring Bersama New PCX 160, Betah dan Nyaman Tanpa Khawatir Merasa Lelah

Komunitas New PCX 160 Pekanbaru gelar touring bersama. Perjalanan panjang menjadi nyaman dan tanpa kelelahan.

Berita Lainnya

Minggu, 01 Maret 2026

Transaksi di Kebun PT Inecda, Pengedar Sabu Sabu Ditangkap Polres Inhu


Minggu, 01 Maret 2026

Patroli Gereja di Ukui, Polisi Antisipasi Gangguan Kamtibmas


Minggu, 01 Maret 2026

Kebun Air Molek 2 Siap Remajakan 862 Ha Sawit Renta Jaga Keberlanjutan


Minggu, 01 Maret 2026

Dukung Infrastruktur Pendidikan, Plt Gubri Bantu Jalan Sekolah SMAN 8 Duma


Minggu, 01 Maret 2026

Masjid Darul Hikmah Batam Terima Harapan Baru dari Program Dabamas BRK Syariah


Minggu, 01 Maret 2026

Tim Raga Polres Dumai Ringkus Tiga Preman Pemalak Supir Truk


Minggu, 01 Maret 2026

Gerak Cepat Kapolsek Tanah Putih Pimpin Langsung Penanganan Karhutla


Minggu, 01 Maret 2026

Lebih Banyak Mudhorot, Warga Sungai Kalau, Kampar Tuntut Izin PT KKU Dicabut


Minggu, 01 Maret 2026

Jangkau 51 Desa, Program CSR Astra Agro Lestari Beri Dampak Nyata di Riau


Sabtu, 28 Pebruari 2026

Wabup Rohil Jhony Charles Resmi Buka Gema Ramadhan 1447 H di Simpang Benar, Masyarakat Antusias Meski Berpuasa


Sabtu, 28 Pebruari 2026

Selama Ramadan, BRK Syariah Gelar GERAK Syariah di Tiga Daerah Kepri


Sabtu, 28 Pebruari 2026

Empat Pebalap Muda AHM Siap Adu Kencang di Putaran Perdana Idemitsu Moto4 Asia Cup 2026


Sabtu, 28 Pebruari 2026

Buka Puasa Bersama, Nasdem Riau Berbagai Kebahagian Bersama Anak Panti Asuhan


Sabtu, 28 Pebruari 2026

Apresiasi BRK Syariah dan OJK, Pemko Batam Optimis GERAK Syariah Dorong Ekonomi dan Budaya Lokal


Sabtu, 28 Pebruari 2026

Perkuat Ketahanan Pangan, Lapas Bengkalis Panen Raya 180 Kg Ikan Patin


Sabtu, 28 Pebruari 2026

Menuju Puncak Imlek 2577, Ratusan Pengunjung Rasakan Serunya Ngabuburit Barongsai Patok di Mal SKA Pekanbaru


Sabtu, 28 Pebruari 2026

Rasa Ingin Tahu Pelajar di Kota Batam Cukup Tinggi, Edukasi BRK Syariah Sangat Bermanfaat dan Inspiratif


Sabtu, 28 Pebruari 2026

BRI Peduli, Bagikan 700 Paket Sembako Bagi Warga Sri Meranti Rumbai.


Sabtu, 28 Pebruari 2026

Kapolres Rokan Hilir Salurkan Paket Sembako untuk Kaum Duafa di Tanah Putih Tanjung Melawan


Sabtu, 28 Pebruari 2026

PPN Regional Sumbagut Dukung Program Pemerintah, Komisaris Tinjau KDMP dan Penguatan Distribusi LPG 3 Kg