Ahad, 8 Pebruari 2015 17:59

Masuk RPJMN, Pemprov dan PT AP II Akan Bangun Bandara Baru

Pemprov Riau bersama PT Angkasa Pura II akan membangun bandara baru karena Bandara SSK II sudah tidak mungkin dikembangkan lagi. Dengan demikian harapan Riau memiliki embarkasi haji semakin sulit diwujudkan.

Riauterkini - PEKANBARU - Bandara Udara (Bandara) internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK) dinilai sudah tak memungkinkan lagi untuk dilakukan pengembangan. Semakin padatnya pembangunan gedung dan perumahan warga menjadi alasan utama.

Karena itu, Pememerintah Provinsi Riau bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II berencana bakal membangun bandara baru yang saat ini sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

"Ke depan kita bencana akan memindahkan airport, dengan kondisi ini memang tak mungkin lagi, kita tak mungkin memperpanjang landasan lagi, seiring semakin padat pembangunan sekitar bandara," kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Jumat (6/2/15).

Dengan telah masuknya rencana pemindahan bandara SSK II ke dalam RPJMN, tentu nantinya akan menjadi skala prioritas. Kajian rencana tersebut juga sudah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan.

Akibat dari rencana pemindahan itu lanjut Plt Gubri, harapan untuk menjadikan SSK II menjadi bandara embarkasi haji kemungkinan sulit diwujudkan. Pasalnya, perpanjangan runway minimal menjadi 3000 meter, sudah tidak memungkinkan lagi seiring semakin padatnya gedung-gedung dan pemukiman masyarakat di sekitar kawasan bandara. Alasan pemindahan bandara SSK II ke lokasi lain, seiring sudah meningkatnya status Lanud Roesmin Nurjadin menjadi tipe A.

"Rencana pemindahan bandara ini sudah dalam kajian. Apalagi Lanud TNI-AU saat ini sudah menjadi grade A," ujar Plt Gubri lagi.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Adizar, Minggu (8/2/15) menyatakan kajian untuk memindahkan Bandara SKK II ke lokasi baru sudah pernah dilakukan pada 2006 lalu. Semakin padatnya pembangunan gedung dan pemukiman masyarakat menjadi alasan utama.

Hanya saja paparnya, rencana pemindahan itu bagian dari rencana jangka panjang. Dimana, jika pemerintah tetap mempertahankan di lokasi bandara saat ini, dikhawatirkan akan dapat menghambat pembangunan. Padahal idealnya, dari radius tertentu tidak ada bangun tinggi, karena dapat mengganggu penerbangan.

"Sebenarnya ini sudah kajian lama, 2006 sudah dilakukan. Memang dengan kondisi ini tak memungkinkan lagi dilakukan pengembangan. Kita sebenarnya kan butuh minimal landasan 3000 meter," terangnya.

Saat ini landasan pacu SSK II masih 2400 meter dan sedang ditambah perpanjangannya menjadi 2600 meter.

"Kajian itukan untuk jangka panjang. Memang tidak mungkin lagi dipertahankan (lokasi bandara SSK II). Kalau tetap pembangunan akan terhalang. Apalagi saat ini sudah dua skuadron di sana," ungkap Adizar.

Menyinggung dari hasil kajian, apakah sudah ada penentuan lokasi. Menurut Adizar memang belum ada ditentukan. Hanya saja paparnya, ke depan pembangunan bandara baru konsepnya jauh lebih modern.

"Nantikan konsepnya selain bandara ada perhotelan, lapangan golp, tempat wisata. Kemudian landasan pacunya pun minimal 3000 meter hingga bisa dilalui pesawat air bus," tutup Adizar. ***(mok)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang