Kamis, 25 Nopember 2021 16:02

BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 4,7-5,5% Tahun 2022

Sinergi kebijakan dan kinerja perekonomian tahun 2021 menjadi modal pemulihan ekonomi Indonesia yang lebih baik pada tahun 2022. Target pertumbuhan ekonomi 2022 adalah 4,7-5,5%.

Riauterkini-PEKANBARU-Bank Indonesia menyelenggarakan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2021 yang mengangkat tema "Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi".

Pertemuan ini merupakan acara tahunan yang bertujuan untuk menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan dan prospek ke depan, serta arah kebijakan Bank Indonesia. Arah kebijakan tersebut diharapkan dapat menjadi landasan dalam mewujudkan langkah bersama untuk memulihkan ekonomi Riau dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

PTBI 2021 dilaksanakan dalam suatu rangkaian, yang diawali dengan paparan dari Kantor Pusat Bank Indonesia dan Arahan Presiden Republik Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Riau.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yaitu Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, dan Danrem 031 Wira Bima. Selain itu, juga dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov. Riau, seluruh Pimpinan Daerah Kabupaten/Kota, kalangan Perbankan, Pesantren, dan Instansi terkait lainnya.

Gubernur Bank Indonesia mengatakan bahwa Sinergi kebijakan yang erat dan kinerja perekonomian tahun 2021 menjadi modal untuk semakin bangkit dan optimis akan pemulihan ekonomi Indonesia yang lebih baik pada tahun 2022. Penguatan sinergi dan inovasi ditujukan untuk menciptakan imunitas masal dari pandemi Covid-19 dan pembukaan kembali sektor ekonomi prioritas, mendorong pemulihan ekonomi dalam jangka pendek melalui kebijakan peningkatan permintaan, serta memperkuat pertumbuhan yang lebih tinggi dalam jangka menengah melalui kebijakan reformasi struktural.

Presiden RI, Joko Widodo, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas sinergi dan komunikasi yang terjalin intens dan baik diantara jajaran otoritas, baik antara BI, OJK, LPS, dan Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan.

Hal ini menjadi kunci dalam mengelola dampak varian delta Covid 19 terhadap perekonomian nasional di 2021, sehingga setiap permasalahan kecil dapat terselesaikan.

Kedepan, Presiden RI juga mendorong untuk dikembangkannya ekonomi hijau dan memperkuat digitalisasi ekonomi, khususnya UMKM.

Kepala Bank Indonesia Provinsi Riau, Decymus menyampaikan bahwa momentum pemulihan pertumbuhan ekonomi perlu terus dijaga. Pertumbuhan tersebut harus didukung peningkatan inklusi ekonomi sehingga lebih optimal dalam memperbaiki kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan sosial. Salah satu langkah strategis yang didorong oleh BI Riau yaitu digitalisasi perekonomian dan pengembangan UMKM.

Pada tahun 2021, BI Riau bersinergi dengan seluruh Pemerintah Daerah di wilayah Riau membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Dengan terbentuknya TP2DD, seluruh pihak dapat saling bersinergi dan bekerja sama secara optimal untuk mendorong akselerasi dan perluasan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETPD) di seluruh wilayah Provinsi Riau, terutama dari sisi pendapatan daerah sehingga dapat meningkatkan kemandirian fiskal daerah.

Selain mendorong implementasi ETPD, Bank Indonesia juga mengakselerasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan transaksi ekonomi, dan menjadi solusi bagi usaha mikro, subsisten dan kecil untuk meningkatkan omset dan skala usahanya.

Bahkan dalam kegiatan Gerakan Riau Berwakaf, QRIS menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan dalam meningkatkan kesadaran untuk berwakaf di kalangan milenial.

Dalam rangka pengembangan UMKM, BI Riau mengambil tiga upaya nyata yaitu melalui peningkatan daya saing, digitalisasi, dan korporatisasi. Peningkatan daya saing dilakukan melalui edukasi dan kurasi dari narasumber ahli.

BI Riau juga secara aktif mendorong digitalisasi UMKM yaitu dari sisi produksi, pemasaran produk, dan penggunaan digital payment seperti QRIS dalam pembayaran transaksinya. Selanjutnya, korporatisasi perlu didorong untuk memperkuat sisi kelembagaan dan kelangsungan usaha UMKM.

Ke depan, masih terdapat berbagai tantangan dalam upaya meningkatkan perekonomian Riau. Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, BI Riau mengemukakan empat langkah strategis yang dapat ditempuh.

Langkah pertama yaitu mendorong investasi hilirisasi komoditas Riau. Sumber daya alam di Riau harus dioptimalkan hingga ke level produk akhir untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing di tingkat global sehingga dapat berkontribusi dalam global value chain. Langkah kedua, meningkatkan inklusi ekonomi dan keterhubungan rantai produksi lokal ke pasar global melalui enforcement terhadap program kemitraan sesuai Peraturan Gubernur Riau No. 77 Tahun 2020.

Skema kemitraan ini memberikan peluang bagi petani rakyat untuk meremajakan tanaman, mendapatkan harga yang lebih layak, dan sekaligus menjamin ketersediaan feedstock berkualitas untuk industri CPO yang berorientasi ekspor.

Langkah ketiga, melanjutkan implementasi digitalisasi dalam pengelolaan keuangan daerah. Sumber-sumber pendapatan asli daerah terus didorong melalui kanal transaksi digital, untuk menciptakan efektivitas, efisiensi, dan transparansi keuangan pemerintah sehingga pada akhirnya meningkatkan produktivitas perekonomian di Riau secara keseluruhan. Langkah keempat yaitu memperkuat infrastruktur dasar pendukung perekonomian. Dukungan infrastruktur diperlukan sebagai daya tarik investor untuk menanamkan modalnya. Penguatan diperlukan pada infastruktur jalan, listrik, air, pelabuhan, hingga kawasan industri.

Dalam melaksanakan berbagai langkah pemulihan ekonomi tersebut, diperlukan adanya sinergi yang baik antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, Perbankan, dan instansi terkait lainnya.

Kapolda Riau menyambut positif berbagai upaya Bank Indonesia dalam pemulihan ekonomi Riau. Diharapkan, sinergi antara Pemerintah Daerah di wilayah Riau dengan Bank Indonesia terus terjalin dalam rangka menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Riau.

Demikian halnya dengan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov. Riau yang turut menyampaikan apresiasi dari Gubernur Riau terkait langkah-langkah strategis dan sinergi bersama yang telah dilakukan BI Riau dengan seluruh Pemda di wilayah Riau.*(H-we)

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang