Kamis, 25 Nopember 2021 10:47

Sering Demo, Kadis Kesbangpol Pekanbaru Anggap Imigran tak Hargai Pemerintah

Para imigran berulang kali demo. Kadis Kesbangpol Pekambaru anggap mereka tak menghargai pemerintah.

Riauterkini - PEKANBARU - Sudah berulang kali imigran di Kota Pekanbaru melakukan demo ke Pemerintah. Mereka menuntut agar segera dipindahkan ke negara-negara ketiga lantaran sudah terlalu lama di ibukota Provinsi Riau.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesatuan Bangsa, Politik (Kesbangpol) Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian mengatakan, terakhir mereka melakukan unjuk rasa di kantor United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), atau kantor perwakilan PBB di lndonesia yang tugas mengurus permasalahan pengungsi.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah bersama Satgas penanganan pengungsi dari luar negeri, yang terdiri dari pemerintah daerah, kemudian ada TNI Polri dan bersama UNHCR, Kejaksaan sudah melakukan upaya diplomasi kepada para imigran.

"Kita sudah melakukan upaya diplomasi kepada para unjuk rasa dengan menjawab semua tuntutan yang ada, dan pihak UNHCR sudah mengeluarkan surat secara resmi kepada pengungsi," kata Zulfahmi, Kamis (25/11/2021).

Ia juga menjelaskan, jumlah para imigran yang ada di Kota Pekanbaru lebih kurang 900 dan yang mengikuti unjuk rasa sekitar 150 - 200 orang.

Tuntutan mereka adalah segera dipindahkan ke Negara ketiga, seperti Amerika, Australia, New Zealand dan Kanada.

"Dalam sebulan ini mereka sudah melakukan aksi unjuk rasa sebanyak 6 kali, dimulai dari bulan September, dan terakhir di tanggal 19 November dan hari ini. Dan ini sudah masuk minggu kedua mereka melakukan aksi unjuk rasa di bulan November," ungkapnya.

Zulfahmi Adrian juga mengungkapkan bahwa selama lima hari para pengungsi berada di kantor Kesbangpol. Kemudian membuat surat resmi tuntutan para imigran dan akan diteruskan ke pihak UNHCR.

"Kita minta kepada pengungsi untuk membuat surat resmi apa yang menjadi tuntutan mereka dan akan diteruskan kepada UNHCR, dan pihak UNHCR akan merespon," bebernya.

Lanjut mantan Kasatpol PP Zulfahmi, para pengungsi ini juga sudah berulangkali diingatkan, bahwa saat ini Indonesia sedang pandemi Covid-19. Pemko Pekanbaru sudah berulangkali mengingatkan agar tidak ada kerumunan dalam bentuk apa pun.

"Semua tidak boleh membuat kerumunan. Itu kan dilarang. Tapi mereka tidak mempedulikan ini. Artinya mereka tidak menghargai kedaulatan pemerintah kita, tidak menghargai sistem pemerintahan kita, perundang-undangan kita. Ini sudah salah besar mereka," kata Zulfahmi.

Zulfahmi juga menjelaskan, selama para Imigran ini berada di Kota Pekanbaru, tidak pernah ada yang menggangu. Mereka hidup nyaman dan diberi pelayanan kesehatan oleh Pemko Pekanbaru. Zulfahmi menyesalkan sikap yang ditunjukkan oleh para imigran dengan melakukan unjuk rasa.

"Mereka anggap apa kita Pemerintah Kota Pekanbaru, provinsi, atau negara Indonesia. Ini yang kita sesalkan sama mereka. Persoalan jaminan hidup, pelayanan kesehatan, kemudian keselamatan, mereka tidak pernah diusik atau diganggu. Mereka mau ke pasar, mau ke mana, olahraga, tidak pernah ada orang Indonesia yang menggangu mereka. Artinya mereka hidup dengan aman dan nyaman di sini," tegasnya.

Zulfahmi juga menyebut, saat unjuk rasa, para imigran ini menyatakan tersiksa di Indonesia, serta perlakuan di Indonesia buruk. Ia menganggap pernyataan itu salah kaprah.

"Itu yang ndak boleh mereka lakukan. Itu sudah menghina atau merendahkan martabat kita selaku negara yang berdaulat. Itu yang ndak boleh. Itu yang harus kita tegakkan," tegasnya.

Apalagi selama ini Pemko Pekanbaru sudah memberi pelayanan yang baik. Ia mencontohkan, belum lama ini para imigran diberi pelayanan suntik vaksin. Sementara banyak warga Pekanbaru yang belum mendapatkan suntik vaksin.

Kita juga melayani mereka dengan baik. Kemarin vaksinasi. Dari seluruh kota di Indonesia ini yang ada pengungsi luar negeri, Pekanbaru ini nomor satu. Artinya itu pemberian keamanan, keselamatan yang ada di Indonesia. Kita pertama di Indonesia ini. Sementara masyarakat lain belum, mereka sudah kita beri vaksinasi. Artinya kan itu bentuk perhatian pemerintah," tandasnya.***(dan)

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang