Kamis, 28 Oktober 2021 18:52

Isu Keanggotaan Nusirwan di Kopsa-M, Kepala Desa Pangkalan Baru Angkat Bicara

Kepala Desa Pangkalan Baru, Kampar sekaligus Pembina Kopsa-M terangkan keanggotaan Nusirwan. Sesuai mekanisme keanggotaan dinyatakan sah menurut hukum.

Riauterkini - PEKANBARU - Sater berhembus terkait simpang siurnya keanggotaan Nusirwan dalam Koperasi Sawit Makmur (Kopsa-M) yang beroperasi di desa Pangkalan Baru, Siak Hulu, Kampar. Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Pangkalan Baru, Yusri Erwin yang juga selaku pembina Kopsa-M angkat bicara.

Menurutnya, status keanggotaan di Kopsa-M ada dua, yakni anggota biasa dan anggota luar biasa. Anggota biasa adalah warga Pangkalan Baru sedangkan anggota luar biasa adalah warga diluar Pangkalan Baru .

"Terkait status keanggotaan Nusirwan, ia adalah penerima waris dari orang tua istrinya yang merupakan warga Pangkalan Baru asli sesuai Bab IV Pasal 8 Anggaran Dasar Kopsa-M," katanya.

Menurutnya, untuk mekanisme keanggotaan sudah sangat sah menurut hukum karena telah memenuhi syarat keanggotaaan di dalam Anggaran Dasar KOPSA-M, dan telah ditetapkan dalam Rapat Anggota. Saat ini yang menjadi dilema di masyarakat yang berada diluar desa Pangkalan Baru adalah adanya transaksi jual beli lahan yang hingga saat ini SHMnya masih menjadi agunan di bank mandiri dan dipastikan masih atas nama warga asli Pangkalan Baru.

Padahal jelas dalam anggaran dasar Kopsa-M Pasal 8 ayat 3 berbunyi keanggotaan koperasi melekat pada diri anggota sendiri dan tidak dapat dipindahkan kepada orang lain dengan dalih apapun juga, kecuali pewaris mewariskan pada ahli warisnya yang memenuhi syarat sebagai anggota.

"Saat ini kami mendengar bahwa tengah diproses secara hukum terkait status keanggotaan Anthony Hamzah yang termuat jelas di dalam Anggaran Dasar Kopsa-M Bab V Pasal 9 ayat 3 a dan b, yang berbunyi bahwa anggota luar biasa tidak berhak untuk dipilih menjadi anggota pengurus dan pengawas dan tidak berhak untuk diminta diadakan rapat anggota luar biasa," terangnya.

"Selaku pembina sekaligus kepala pemerintahan di desa Pangkalan Baru kami menghimbau kepada pengurus Kopsa-M periode 2016-2021 untuk segera menyelesaikan tanggung jawabnya agar permasalahan di Kopsa-M tidak berlarut larut agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat, pekerja dan keuangan negara," pungkasnya.*(arl)

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang