Ahad, 24 Oktober 2021 07:04

Heboh Status FB Bupati Kuansing, KPK Geledah Tahanan dan Pastikan Hoaks

Munculnya status FB Bupati Kuansing bikin heboh. KPK melakukan penggeledahan sel. Tak ditemukan HP dan memastikan postingan itu hoaks.

Riauterkimi-PEKANBARU- Bupati Kuansing Andi Putra ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan ditetapkan sebagai tersangka suap perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU), Selasa (19/10/2021). Sejak itu putra mantan Bupati Kuansing Sukarmis tersebut jadi tahanan lembaga antirasuah.

Belum lagi reda kehebohan penangkapan Bupati Kuansing, muncul pula kehebohan baru di jagad maya. Adalah akun Facebook Andi Putra Kuansing. Sejak kemarin, Sabtu (23/10/2021) kemunculan postingan yang terkesan itu tulisan Andi Putra.

Dilengkapi foto Wakil Bupati Kuansing Suhardiman Ambi yang kini menjadi Pelaksana Tugas atau Plt Bupati Kuansing bersama sejumlah petinggi PDIP Riau. Seperti Ketua DPD PDIP Riau Zukri Misran dan anggota DPRD Riau dari PDIP Rusli Ahmad. Namun dalam postingan tersebut petinggi PDIP pusat bersama bos PTxxx.

Dalam postingan itu juga muncul tudingan kalau KPK mengada-ada. Tak punya bukti kuat melakukan penangkapan terhadap Andi Putra. Diharapkan penahanan hanya 20 hari. Setelah itu Andi Putra akan kembali memimpin Kuansing sekaligus membongkar siapa yang berkhianat.

Munculnya postingan itu wajar bikin heboh. Muncul kecurigaan Andi Putra membawa telepon pintar di tahanan KPK. Padahal, barang itu diharamkan.

KPK pun tak ingin isu semakin liar. Langsung melakukan tindakan. Menggeledah ruang tahanan Andi Putra. Hasilnya, tak ditemukan telepon genggam atau piranti canggih apapun. Andi Putra pun diminta membuat pernyataan tertulis, bahwa postingan itu bukan tulisannya.

Pernyataan Lengkap KPK

Menanggapi informasi yang beredar tentang postingan di akun media sosial Tahanan KPK, an. AP Bupati Kuansing, kami sampaikan bahwa :

Petugas Rutan KPK telah langsung melakukan penggeledahan di kamar tahanan dimaksud dan tidak menemukan peralatan komunikasi apapun.

Tersangka AP juga menyatakan dalam surat pernyataannya bahwa dirinya bukan yang menulis pesan status dalam medsos dimaksud.

KPK pastikan seluruh tahanannya dilarang membawa atau menggunakan peralatan elektronik termasuk alat komunikasi ke dalam Rutan sebagaimana diatur PermenkumHAM RI Nomor 6 Tahun 2013.

Keamanan Rutan KPK juga dijaga oleh petugas 1x24 jam dan dipantau melalui berbagai kamera pengawas.

KPK memeriksa secara detil dan berlapis kepada setiap Tahanan yang akan masuk ke Rutan KPK.

Oleh karena itu, terkait adanya postingan di akun media sosial Tahanan KPK tersebut, bisa dimungkinan hal itu dilakukan oleh orang lain.***(mad)

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang