Sabtu, 23 Oktober 2021 16:19

Rizki Poliang: Gugur Praperadilan Tidak Diukur dari Dilimpahkannya Perkara

Penasehat hukum terdakwa kasus Bimtek tahun 2013 - 2014 Indra Agus sebut pelimpahan perkara terkesan terburu-buru. Dilimpahkanya perkara juga bukan berarti menggugurkan praperadilan.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Pengacara kondang Kuansing, Rizki Poliang, menyatakan setiap perkara yang dilimpahkan ke Pengadilan, bukan berarti menggugurkan praperadilan.

Menurut Rizki, jika merujuk pada pasal 82 ayat (1) KUHAP yang dipertegas oleh MK melalui putusan nomor 102/PUU-XIII/2015 permintaan praperadilan dinyatakan gugur apabila telah dimulainya sidang pertama terhadap pokok perkara yang dimohonkan.

"Artinya apabila telah dibacakannya dakwaan terhadap terdakwa. Itu baru bisa menggugurkan praperadilan," jelasnya.

Syarat gugurnya prapid, kata Rizki, bukan diukur dari telah dilimpahkannya perkara ke PN Tipikor Pekanbaru.

Pernyataan ini disampaikan Rizki, terkait perkara yang sedang ditanganinya yang menjerat Indra Agus, selaku Kadis ESDM Kuansing, pada waktu itu dalam kasus Bimtek tahun 2013 - 2014.

Dimana perkara yang menjerat Indra Agus ini, sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru, sedangkan sidang pertama belum dimulai, sehingga menurutnya belum membatalkan praperadilan.

Sebelumnya, Rizki Poliang, selaku Penasehat Hukum, Indra Agus, telah mengajukan praperadilan, dan sidang praperadilan pertama telah dimulai Senin (18/10/2021) lalu.

Namun, saat digelarnya sidang praperadilan di Pengadilan Telukkuantan, pihak Kejari tidak hadir dengan alasan belum siapnya jawaban atas permohonan.

Tau - taunya, kasus yang diajukan ke Pengadilan Telukkuantan, untuk praperadilan, nyatanya telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru, dan telah disiarkan melalui pemberitaan media online.

Terkait hal ini, Rizki Poliang, menilai tindakan Kejari Kuansing yang telah melimpahkan berkas perkara Indra Agus, ke PN Tipikor Pekanbaru, dalam waktu yang sangat cepat ini terkesan sangat terburu - buru.

Bahkan menurutnya, terkesan tidak ada iktikad baik untuk menghargai dan mengdapi proses praperadilan yang tengah berlangsung di PN Telukkuantan.

Sementara kasus yang menjerat Indra Agus ini sidang perdana akan dimulai Kamis (28/10/2021) di Pengadilan Tipikor, Pekanbaru, atas dugaan bimtek SPJ fiktif dengan kerugian negara sebesar Rp. 500.176.250 berdasarkan perhitungan BPKP Perwakilan Riau.* (Jok)

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang