Kamis, 21 Oktober 2021 20:05

Seleksi KI dan KPID, KPPI Minta Keterwakilan Perempuan

Hasil seleksi tes Timsel KI dan KPI daerah Riau diserahkan ke DPRD Riau. DPD Kaukus Perempuan Politik Indonesia minta ada keterwakilan perempuan.

Riauterkini-PEKANBARU-Timsel-Timsel KPID Riau menyerahkan hasil test seleksi calon Komisiner KPID Riau Kamis (21/10/21). Terkait itu, DPRD Riau mengekspose nama - nama 15 besar calon komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, dan 21 besar calon Komisioner Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Riau.

Untuk calon anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau tahun 2021 dengan Nomor : 034/Timsel-KI/IX/2021 tanggal 5 September 2021, pemerintah Provinsi Riau memutuskan nama-nama yang lulus seleksi. Nama - nama calon yang lolos adalah Abus Siraj, Afrizal, Alnofrizal, Asril Darma, Ferry Hardono, Hasnah Gazali, Hendrisman, Ikhsan Fitra, Johny Setiawan Mundung, Junaidi, M. Ramli, Muhammad Sodra Alhafid, Tatang Yudiansyah, Yulianti dan Zufra Irwan.

Untuk Calon Anggota Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Riau Nomor: 14/TIMSEL-KPID/1/X/2021, Kamis, tanggal 19 Oktober 2021, peserta yang dinyatakan lulus seleksi calon anggota KPID Riau telah ditentukan. 21 nama calon yang lolos di KPID Riau antara lain, Abdullah Mitrin, Asril Darma, Ahmad Royhan, Bambang Suwarno, Dian Citra Andriani, Fithriady Syam, H. Falzan Surahman, Hisam Setiawan, Kazzaini KS, M. Asrar Rais, Mario Abdillah Khair, Misbah, Oziwirman, Putri Poppy Nirmala, Raga Perwira, Ridwan, Robert Satria, Suci Shintia, Taufik Hidayat, Tri Ranti, dan Warsito.
Selanjutnya, nama yang lolos akan mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatuhan (Fit and Proper Tes) yang dilaksanakan oleh DPRD Provinsi Riau.

Terkait hal itu, Ketua DPD Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Riau  yang juga anggota DPRD Riau, Ade Hartati Rahmat mengharapkan perempuan Riau saat ini bisa ambil bagian penting dalam dunia penyiaran di Riau.

Dikatakannya, kaum perempuan harus bisa melaju dan mewakili suara perempuan pada lembaga yang mengawasi isi penyiaran di Riau itu.

"Kita berharap bisa memberikan semangat dan motivasi kepada perempuan dalam menghadapi berbagai isu dan tantangan di dunia penyiaran. Perempuan harus bisa melaju dan mewakili suara perempuan," ujar anggota DPRD Riau Dapil Pekanbaru ini.

Ia juga berharap keterwakilan perempuan dalam proses seleksi yang dilakukan untuk menjaring anggota KPID Riau periode 2021-2024 dapat lebih diperhatikan. Pengawasan terhadap konten televisi dan radio harus memberi ruang yang layak pada kaum perempuan

Menjadi anggota KPID merupakan posisi yang strategis untuk mengubah cara-cara penyiaran dan pemberitaan di radio dan televisi agar lebih sensitif gender dan tidak sarat kekerasan, khususnya terhadap perempuan dan anak.

"Keterwakilan perempuan adalah isu serta komitmen nasional negara ini terhadap kesetaraan gender di republik tercinta ini. Periode kedepan ini tentu diharapkan keterwakilan perempuan tetap ada, minimal 30 persen dari 7 komisioner yang lulus,” ujarnya.

Terkait hal itu, Ade Hartati meminta calon KPID perempuan harus memiliki kapasitas di bidang penyiaran, memiliki pengalaman di bidang penyiaran dan memiliki wawasan di aturan perundangan tentang penyiaran. Peserta seleksi calon ketua komisioner KPID yang lolos seleksi untuk belajar dan bekerja keras.

“Belajar dan bekerja keras, pahami ghiroh dilahirkannya KPID, tunjukan bahwa kita perempuan bisa bersaing memperoleh kursi KPID 2021-2024,” tambahnya.*(H-we)

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang