Kamis, 21 Oktober 2021 16:07

Angkut Kayu Hutan Lindung, Cukong Diamankan Polres Bengkalis

Diduga menggarap hasil penebangan liar dari hutan lindung GSK di Sungai Nibung, Bengkalis, Cukong diamankan Polres Bengkalis. Petugas juga menyita ratusan keping kayu olahan.

Riauterkini-BENGKALIS- Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis berhasil melakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku terduga pelaku penebangan liar atau illegal loging (Ilog) di kawasan hutan lindung Giam Siak Kecil di Sungai Nibung, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.

Dua orang pelaku yang telah diamankan dan sekaligus tersangka itu adalah Jef (28), warga Desa Sungai Nibung, Kecamatan Siakkecil sebagai Cukong atau pemodal sekaligus pemilik kayu dan tersangka RS (18), beralamat di Desa Sungai Linau, Kecamatan Siakkecil.

Dua orang pelaku ini ditangkap petugas Senin (11/10/21) lalu sekira pukul 02.00 WIB di Jalan Pelajar Dusun Areal Lokasi PT. BOB Desa Sungai Nibung, Kecamatan Siakkecil sedang beroperasi.

Petugas juga mengamankan barang bukti, satu unit truk berisi serta kayu olahan jenis campuran kurang lebih sebanyak tujuh kubik. Dan para pelaku sudah melancarkan aksinya sudah sekitar empat bulan lalu.

Demikian disampaikan Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, S.I.K, M.T melalui Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi, S.I.K saat jumpa pers di Mapolres Jalan Pertanian, Bengkalis, Kamis (21/10/21) siang.

"Dua tersangka pemilik dan kernet truk diamankan di Desa Sungai Nibung dan berikut buktinya kayu olahan jenis campuran," ungkap AKP Meki.

Selain bukti kayu diamankan di truk, petugas juga menyita kayu di dalam sungai sebanyak tiga kubik.

Kasus dugaan Ilog ini terungkap berawal Ahad (10/10/21) sekitar pukul jam 23.30 WIB Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Bengkalis bersama dengan Personel Polsek Siakkecil melakukan penyelidikan tentang adanya dugaan praktek pembalakan liar di kawasan hutan lindung tersebut.

Kemudian Senin (11/10/21) sekitar pukul 02.00 WIB ditemukan kayu olahan yang telah dimuat ke dalam truk di dalam sungai dan mengamankan dua orang terduga pelaku.

"Modus operandinya adalah mengangkut hasil penebangan dengan menggunakan truk. Kayu olahan itu diduga berasal dari Kawasan Hutan Lindung Giam Siakkecil atau GSK," ungkap AKP Meki.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 94 ayat (1) huruf a Jo Pasal 88 ayat (1) huruf a Jo Pasal 98 ayat (1) UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H) dengan ancaman hukuman penjara paling singkat satu tahun penjara.***(dik)



 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang